Tradisi Apeman Sebelum Memulai Berpuasa

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebagai wong Jowo jangan sampai kelangan Jowone…kata pepatah…sebab banyak di era modern ini wong jawa kelangan jawane…..membenci yang berasal dari arab, padahal banyak sekali kosakata yang diserap dari bahasa arab…kalau ngaku wong jawa terus anti yang berasal dari arab anda sudah kehilangan  jawane….dan sudah melupakan sejarah.Meminta maaf sebelum memasuki Ramadan telah menjadi tradisi di Indonesia. Dewasa ini, seiring perkembangan teknologi, orang dengan mudah saling meminta maaf lewat pesan pendek seperti sms, bbm, wa dll. Tetapi bagaimana dengan ratusan tahun lalu, ketika telepon seluler belum ditemukan?

Sudah menjadi tradisi menjelang datangnya bulan suci Ramadhan digelar Festival Apeman di Yogyakarta. Meriahnya Festival Apeman ini juga terlihat di Kampung Sosromenduran, yang tak jauh dari Malioboro. Juga kampung-kampung lainya diwilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kue apem, yang berbentuk bundar dan terbuat dari tepung beras dan gula, dipilih masyarakat Jawa Timur  dan Jawa Tengah sebagai simbol permintaan maaf sebab konon nama apem berasal dari bahasa arab kata “affuwwun” — yang berarti maaf atau ampunan.

tradisi apemanAcara ini memang menjadi acara tahunan yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan. Tradisi ini memiliki makna saling memaafkan dimana kue apem menjadi simbol memaafkan bagi warga Yogyakarta.”Kegiatan seperti ini digelar setiap tahun karena ini sudah tradisi. Maknanya apem dari bahasa arab berarti saling memaafkan,” kata Wiji Lestari, salah satu peserta festival.Festival ini diawali dengan membuat kue apem oleh warga dengan lokasi di depan kantor kelurahan. Ratusan warga yang terbagi dalam 70 kelompok membuat kue apem secara ‘berjamaah’.

“Maksud dan tujuannya selain kumpul warga juga ajang silaturahmi sebelum puasa. Artinya kegiatan ini untuk mengirim doa kepada leluhur sebelum kita menjalankan ibadah puasa,” kata Ipung Purwandani selaku ketua panitia, Sabtu 6 Juni 2015.

Festival ini juga menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan bahkan dari manca negara. Terbukti dari banyaknya pengunjung domestik dan manca yang ikut meramaikan festival turun temurun ini.

Kue Apem,salah satunya,,yaitu sejenis kue basah yang terbuat dari tepung beras dan berbentuk lebarseperti payung.Dari salah satu blog  yang saya baca,,ada yang menyebutkan asal muasal kata “apem”.
 Menurut sejarah, suatu hari di bulan safar, ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya kembali dari perjalanannya ke tanah suci. Ia membawa oleh-oleh 3 buah makanan dari sana. Sayangnya saat akan dibagikan kepada penduduk, jumlahnya tidak memadai. Maka bersama sang istri iapun mencoba membuat kue yang sejenis. Setelah jadi, kue-kue ini kemudian disebarkan kepada penduduk setempat. Pada penduduk yang berebutan mendapatkannya ki Ageng Gribig meneriakkan kata “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan”
apem enakMakanan ini  kemudian dikenal oleh masyarakat sebagai kue apem, yakni berasal dari saduran bahasa arab “affan” yang bermakna ampunan. Tujuannya adalah agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta. Lambat laun kebiasaan ‘membagi-bagikan’ kue apem ini berlanjut pada acara-acara selamatan menjelang Ramadhan. Harapannya, semoga Allah berkenan membukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya kepada umat muslim yang hendak menjalankan ibadah puasa. Dengan begitu umat muslim yang menjalankan ibadah puasa berharap dapat menjalankannya dengan lapang dada dan tenang juga.
Dari salah satu buku yang pernah saya baca,,bentuk apem yang seperti payung itu juga mempunyai makna tersendiri.Diharapkan si pemakan apem kelak diakhirat nanti akan dipayungi sehingga tidak kepanasan.Banyak sekali makna filosofis yang terkandung didalamnya.“Kue ini rasanya tidak terlalu manis dan teksturnya pas. Saya sangat menyukai kue ini. Ini pertama kalinya saya memakan kue ini,” kata Bella salah satu turis asal Inggris.

Selain kue apem, terdapat beberapa makanan khas ruwahan jelang ramadhan seperti ketan putih dan kolak. Puncak dari festival ini yakni akan dilakukan pawai dengan mengarak ribuan kue apem melewati Malioboro untuk dapat dinikmati bersama warga yang lain.

Sumber : wikipedia dan sumber lainya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s