Indonesia beautifully is dangerous, Trip menyusuri Curug Cikaso dan Pantai Ujung Genteng Sukabumi Selatan

foto bersama

Foto dengan latar belakang cikaso water fall

Trip perjalanan saya kali ini adalah menjelajah Alam Sukabumi Selatan yaitu Curug Cikaso atau Air terjun Cikaso dan Hamparan Pasir karang Putih Ujung Genteng, Samudera Hindia atau dikenal dengan Laut Selatan. Selain panorama pantainya yang luar biasa eksotiknya juga adalah adanya konservasi penangkaran penyu hijau, dimana kita bisa melihat pelepasan tukik si anak penyu ke alam dan menyaksikan Induk penyu yang naik ke daratan untuk bertelur setalah 30 tahun mengarungi lautan bebas loh.

Check Poit Wisma Bisnis Indonesai

Check Poit Wisma Bisnis Indonesai

Nah Trip yang enak itu paling seru kalau dilakukan ramai-ramai, perjalanan di mulai dari jantung Kota Jakarta tepatnya dari daerah Segitiga Emas Karet-Sudirman. Kami berdua puluh lima orang berkumpul di titik poin di wisma Bisnis Indonesia bersama rekan-rekan sesama dedengkot Traveller Bisnis Indonesia dan penakluk puncak-puncak gunung Indonesia seperti Master Asdat yang banyak makan asam garam menaklukan gunung di Indonesia, Kang Yayan indrayana si fotografer salah satu Koran bisnis di Indonesia, Bro Pujo handoyo walau berbadan subur tapi puncak rinjani pun sudah takluk padanya, Kang iin Solihin si pencinta Tanaman yang suka Trvelling, kang Roel Fajar Kameramen Bisnis TV serta saya sendiri Hendra Amphibia dan teman-teman Traveller muda lainya.

PERJALANAN ±220 KM Ujung Selatan Jawa

Routing maps ke ujung Genteng

Routing maps ke ujung Genteng

Panjangnya perjalan sekitar ±220 KM kalau di routing menggunakan GPS baik google maps atau GPS khusus traveler, kita berangkat dari Jakarta mulai pukul 23.25 menggunakan bus pariwisata ¾ seat 29, rute yang kita pilih adalah jalur Cibadak- Cikembar-Kiara Dua-Bojong Lengkong-Jampang Kulon-Surade-Tegal Buled-Curug Cikaso-Ujung Genteng estimasi waktu adalah 8 jam perjalanan. Ya cukup panjang dan melelahkan karena selepas Cikembar–kiara dua adalah jalan perbukitan yang berliku dan berkelok-kelok dengan sisi kanan jurang dan pemandangan hutan dan kebun teh yang kalau siang hari sungguh menyejukan mata.

tidur nyenyak di BusNamun karena perjalanan malam hari kita bisa tidur nyenyak. Subuh menyempatkan berhenti dan sholat subuh berjamaah di sebuah masjid daerah kiara dua sebelum masuk kawasan perkebunan teh. Setelah subuh lanjut perjalanan…eits tapi tips penting bagi bus untuk isi solar full Karena jalur cibadak-jampang kulon jarang pom bensin….jalan di tengah hutan mana ada pom bensin….kalaupun ada pasti kehabisan seperti yang bus kami alami untung masih bisa lanjut ke surade jadi sampai surade pukul 7 pagi dan ketemu pom bensin isi full lagi soalnya kalau siang dikit habis di borong oleh nelayan dari ujung genteng buat melaut nanti sore, beli solar atau bensin di sini gak heran pemandangang jerigen-jerigen besar di bawa sepeda motor atau bak terbuka.

kanan-kiri jurang kebun teh

kanan-kiri jurang kebun teh

CURUG CIKASO

parkiran curug cikaso

parkiran curug cikaso

Setelah isi bensin kita lanjutkan perjalanan ke tegal bule –curug cikaso sekitar 30 menit kita sampai di parkiran warung ibu Mimi dan kita sudah disambut oleh guide pak adun, setelah rehat sejenak, sarapan pagi nasi uduk atau indomie rebus, bayar retribusi per orang kena 3000 perak dan ganti pakaian trekking celana pendek dan sandal gunung kita bisa menyusuri jalanan setapak melewati swah dan sisi perbukitan karst serta hutan albasia, untuk sampai ke Curug Cikaso membutuhkan waktu sekitar 30 menit bagi yang tidak mau capai bisa naik perahu menyusuri sungai dengan perahu untuk sampi ke lokasi curug Cikaso. Lelahnya perjalanan panjang akan terbayar ketika kita melihat keindahan curug cikaso dan berdecak kagum akan maha karya Tuhan Yang Maha Esa indahnya dan eksotiknya alam Indonesia.

Karena sudah masuk musim hujan debit air curug cikaso juga sedang tinggi dengan derasnya 3 air terjun yang mengalir deras dan hempasan air ke bawah yang menciptakan pelangi serta hujan yang cukup deras sehingga bagi anda yang membawa kamera professional ataupun android akan kesulitan mengambil gambar curug cikaso karena kamera selalu basah, saya sarankan bawalah lensa tele agar anda bisa mengambil dari jauh keindahan curug cikaso. Perhatian karena musim penghujan jika cuaca mendung janganlah sekali-kali mandi di sekitar aliran curug cikaso karena sangat berbahaya, kita tidak tahu tiba-tiba debet air meningkat dari atas jadi bagi anda yang mandi bisa hanyut terbawa arus air yang tiba-tiba membesar apalagi sungainya tipenya berbatu-batu besar dan banyak jeram yang tidak kita kenal. Setelah puas menikmati curug cikaso, berselfia ria dan basahnya baju dan celana kita kembali tempat parkiran dengan menaiki perahu menyusuri sungai yang airnya tenang, deras dan dalam. Seperti di pedalaman Kalimantan dengan kanan kiri bukit-bukit menjulang tinggi dengan hutan yang masih sangat hijau, sesekali kita bisa menjumpai biawak si binatang air sedang berenang.

Setelah beristirahat sebentar dan menikmati minuman hangat teh , kopi serta aneka gorengan seperti pisang goreng, bakwan jagung atau lainya kembali bergegas menuju bus untuk melanjutkan trip ke ujung genteng yang akan di tempuh sekitar 1 jam dari curug cikaso ke ujung genteng dengan melewati kota kecil surade sampai masuk ke cibungur setelah masuk cibungur kita akan melihat kanan-kiri perkebunan kelapa yang sangat luas dan kita bisa melihat aktivitas para penderas air nira untuk pembuatan gula merah…..jadi harap maklum di ujung genteng anda akan kesulitan untuk menemukan es degan atau kelapa hijau karena kelapa tidak berbuah saat masih berbunga/manggar sudah dipotong untuk diambil air niranya. Di bawah pohon-pohon kelapa anda juga akan menjumpai banyak sapi-sapi local yang diternakan dengan cara dilepas di areal perkebunan jadi berternak sapi tidak dikandang dibiarkaln lepas di kebun sampai beranak……hmmm patas sepanjang cibungur sampai keujung genteng perumahan warga kanan-kiri sudah permanen semua selain menjalani pekerjaan sebagai pekebun kelapa untuk diambil niranya juga beternak sapi wah pasti kaya-kaya ini ditandai dengan tidak adanya rumah penduduk di pinggir kanan jalan yang terbuat dari gedek atau bamboo.

PANTAI UJUNG GENTENG

Setelah sampai di pantai Ujung genteng kami memilih penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya di pondok febi yang belokasi di Cibuaya kita akan melewati Pos pengamanan AL di selatan Ujung genteng, setelah pembagian kamar kita beristirahat. Lokasi penginapan sangat dekat dengan bibir pantai hanya berjarak sekitar 50 meter dengan view yang wow menakjubkan pasir putih dan deburan ombak yang menggulung namun pecah sekitar 1 km sebelum bibir pantai. Kondisi pantai ujung genteng adalah barisan koral dan karang yang memanjang sekitar 10 km sehingga ombak besar laut selatan teredam karang menghasilkan air laut yang jernih dan tidak lengket bila kena badan.Tapi jangan coba-coba mandi di saat air pasang karena karakteristik ombak laut selatan dengan karang-karang adalah menghisap…jadi patuhi rambu-rambu larangan berenang….berenanglah di lokasi-lokasi yang aman.

pondok penginapan

pondok penginapan

Walau di pesisir pantai ada yang dirasakan berbeda dari pantai lainya hawa udara di ujung genteng tidak begitu panas dan cenderung sejuk, dengan barisan pohon ketapang sepanjang bibir pantai, air di penginapan juga tidak asin serta sejuk…wah jadi betah nih berlama-lama di pondokan yang tarifnya murah meriah dari mulai 100.000 permalam di weekday dan 150-200 ribu di weekend cukup murah bukan.Setelah istirahat dan sholat dhuhur adalah saatnya makan siang dengan menu capcay dan ikan bakar bumbu sauce dengan piring dari seng…. Jadi teringat mas kecil piring seng..bagi generasi 80-an pasti tahu piring yang terbuat dari seng bukan keramik/beling, menyantap makan siang bersama dengan menu sederhana di teras pondokan dekat bibir pantai memang mengasyikan…..nikmatnya…..maknyuss kata pak bonda kalau di acara kuliner TV. Setelah makan siang adalah acara bebas istirahat sejenak melepas kepenatan setelah perjalanan panjang, bagi yang tidak mengalami kecapaian bisa menyusuri pantai depan pondokan sambil menenteng kamera dan menikmati panorama pantai ujung genteng.

PANTAI CIBUAYA

menyusuri pantai cibuaya

menyusuri pantai cibuaya

Pantai Cibuaya adalah masuk dalam kawasan pantai ujung genteng, memanjang sekitar 5 km. Disini terdapat banyak penginapan yang terletak di pinggir pantai berupa pondok-pondok penginapan menghadap bibir Pantai sehingga kita bisa menikmati deburan ombak dan indahnya pantai ujung genteng dega pasir putihnya, di sepannjang pantai banyak tedapat pohon ketapang yang mmbuat rindang dan sejuk, tidak ada pohon kepala satupun saya jumpai. Beningya air pantai dan pasir putih sehingga kita bisa menikmati binatang laut, disini juga lokasi yang mana untuk berenang walau pasang airnya tenang karena ombak besar telah pecah 1 km sebelum bibir pantai oleh karang-karang kecil dibawah laut.

Buah Pandan Laut

Buah Pandan Laut

LOKASI SURFING UJUNG GENTENG

ombak tinggi

ombak tinggi

Lebih kearah barat dari pantai cibuaya sebelum pantai pangumbahan konservasi penyu hijau akan ditemui pantai dengan ombak yang besar dan landai tanpa karang, disini menjadi favorit para turis asing untuk melakukang surfing dengan ombak yang cukup tinggi dan menantang nyali setiap pecinta olahraga laut ini. berselancar……..

berselancar di atas ombak

berselancar di atas ombak

PANTAI PANGUMBAHAN KONSERVASI PENYU

konservasi penyu hijau

konservasi penyu hijau

Ketika sore  menjelang setelah sholat Ashar, menyusuri pantai karang sedikit demi sedikit mulai terlewati. Berganti dengan ombak yang tinggi. Panas berangsur berganti senja. Hutan-hutan pesisir menghijau mulai tampak di depan. Ya disitulah Tujuan kami  melihat pelepasan anak-anak penyu tukik ke laut lepas biasanya di mulai jam setengah 6 sore. Sebuah pagar beton  rapat dengan kuat melindungi pantai pangumbahan sepanjang 5 km, penembokan beton ini  dilakukan untuk melindungi telur-telur penyu hijau dari pencurian manusia yang tidak bertanggung jawab dan memperdagangkan di pasar gelap. sehingga kelestarian hewan yang hampir punah ini menjadi semakin meprihatinkan.

Pangumbahan, Tempat Penyelamatan Penyu Hijau

Dewa Penyu Raksasa

Dewa Penyu Raksasa

Kami telah sampai di Teluk Penyu, Pangumbahan. Masuk beberapa puluh meter ke dalam hutan pesisir ini, ada sebuah rumah mess dan tempat penyelamatan penyu. Untuk masuk melihat pelepasan anak-anak penyu kita membayar 10.000 untuk orang dewasa dan 5000 untuk anak-anak. setelah melewati patung Dewa Penyu kita kan menjumpai lorong hutan di mana di sisi kana kiri ada lokasi penangkaran buatan untuk menempatkan telur-telur penyu yang sudah diambil dari induk penyu yang bertelur semalam. lokasi ini di jaga 24 jam penuh dan terlindungi sehingga telur-telur penyu aman sampai menetas menjadi tukik si anak penyu.

Berbahaya Ombak Tinggi

Berbahaya Ombak Tinggi

siap melepas penyu

Di sore hari,  sudah banyak pengunjung yang berkumpul  untuk melihat proses  melepaskan tukik ke laut lepas. Tukik-tukik dari telur-telur yang sudah berumur limapuluhan hari yang telah menetas. Ditambah dengan tukik yang sudah siap dilepaskan yang ada di tempat penangkaran, semuanya kami lepaskan ke laut. Sore  ini ada sekitar 500 ekor tukik.

Karena Pantai Pangumbahan yang memiliki panjang garis pantai 2,5 km menjadi tempat peneluran penyu hijau maka dalam rangka menjaga kelestariannya, pantai ini telah dicadangkan sebagai kawasan konservasi. Menimbang kawasan konservasi Pangumbahan memiliki zona inti di laut dan di darat maka nomenklaturnya mengacu kepada Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Umumnya kawasan konservasi yang terdiri dari hanya kolom air saja tanpa ada daratannya, maka nomenklatur yang akan dipakai adalah mengacu kepada Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Menurut Undang-Undang No 27 Tahun 2007, ada 4 jenis kawasan konservasi, yaitu:

  1. Suaka pesisir;
  1. Suaka pulau kecil;
  1. Taman pesisir; dan
  1. Taman pulau kecil.
Setelah mengikuti prosesi pelpasan anak penyu kelaut lepas kita kembali ke pemondokan di jemput  bus wisata, karena jarak ke pemondokan lumyan jauh sekitar 5 Km, bagi yang membawa mobil pribadi   juga lebih enak dengan mobil pribadi. dan samai di pemondokan istirahat dan malamnya setelah Isya dilanjut acara BBQ bakar-bakar ikan, udang dan cumi-cumi……..mantap!
udang dan cumi bakar

udang dan cumi bakar

Menerobos Hutan Lindung Ujung Genteng Berburu Sun Rise

kawasan hutan lindungSetelah beristirahat, paginya setelah subuh jam 5 pagi kita akan berburu sun rise di ujung pulau yang menjorok di ujung genteng. Kawasan ini adaklah kawasan hutan lindung di ujung genteng yang luasnya sekitar 2 KM persegi. tidak sembarangan orang boleh masuk kawasan ini selain kawasan hutan lindung di sini juga merupakan kawasan milik TNI AU dan AL dimanadi ujung pulau ini ada mercusuar dan perangkat TNI AU yng ditempatkan disini jadi kalau mau masuk harus izin dulu di Pos Penjagaan dan prosedurnya lumayan ketat. Setelah mendapat izin kita baru dibukakan pintu  memasuki kawasan yang di jaga anggota dan mantan anggota yang menjaga kawasan hutan lindung ini.

Setelah menyusuri hutan lindung akhirnya kita pun mendapatkan spot sun rise sayang sun rise udah agak meninggi momen sun rise muncul dari cakrawala  hilang, karena lebatnya hutan lindung dan lumayan juga untuk berjalan kaki membutuhkan sekitar satu jam sampai di sini, tapi lumyanlah walau gak dapat sekalipun dan kita bisa menjumpai nelayan yang  pulang pagi dari melaut. Amazing viewnya…….

Selamat menikmati…semoga bisa menjadi petunjuk bagi anda yang ingin ke ujung genteng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s