Belajar Makna Puasa Sesungguhnya dari Pohon dan Hewan

hutan jatiku-kiniSetiap bulan Ramadhan tiba, bagi sebagian umat Muslim  tentunya akan menjalankan ibadah PUASA. Kenapa hanya sebagian dari umat Muslim? Berpuasa tidak hanya merupakan tradisi umat Islam saja, melainkan juga menjadi tradisi banyak agama dunia Nabi Adam, Daud, Ibrahim Isa serta nabi-nabi yang lain juga ada tradisi puasa. Puasa juga bukan hanya merupakan aktivitas manusia, melainkan juga menjadi aktivitas sebagian binatang dan tumbuh-tumbuhan. Ya karena yang puasa itu hanya sebagian, sementara sebagian lainnya sedang berhalangan seperti sedang datang bulan, sakit, males, atau tidak tahu betapa nikmatnya puasa, karena puasa hanya bagi sebagian orang yang beriman QS: Al baqarah: 183. Sebagian lain berpuasa tapi tidak dengan separuh tubuh dan jiwanya. mereka berpuasa mulutnya tetapi tidak dengan mata, telinga, perkataan dan hatinya.

selamat_puasaMenahan haus dan lapar sebulan penuh merupakan ujian yang harus dijalani saat bulan Ramadhan. Tentunya ini bukan hanya sekedar membuat kita menjadi tahu rasanya lapar dan haus, melainkan membuat organ-organ yang ada di tubuh kita menjadi jauh lebih sehat. Bayangkan, sama halnya dengan mesin yang terus bergerak tanpa henti, lama-kelamaan mesin itu akan panas dan kinerjanya akan menurun, tapi lain halnya jika diistirahatkan meski hanya sejenak.

Begitupun juga dengan sistem pencernaan di tubuh kita. Mereka juga membutuhkan waktu untuk beristirahat. Nah, puasa inilah yang memberikan waktu mereka untuk beristirahat. Makna sebenarnya dari berpuasa bisa belajar dari pohon jati. Setiap tahun, pohon jati selalu berpuasa dengan caranya sendiri.

ayam erami telurnyaBeberapa contoh yang dapat diambil dari kehidupan binatang dan tumbuhan antara lain, ketika sedang mengerami telur-telurnya, ayam betina harus berpuasa, yaitu tidak berhubungan dengan si jantan. Kalau dia meladeni si jantan, maka ia harus mengorbankan telur-telurnya. Ular juga demikian, kalau ingin mempunyai kulit yang bagus dan baru, ia harus berpuasa. Hampir sama dengan ayam, bebek dan ular, pohon jati, pohon randu, pohon angsana adalah pohon yang paling sering berpuasa terutama di musim kemarau.

Berpuasa memang sangat sulit, namun apakah puasa yang sulit itu kita tinggalkan. Bukankah dengan berpuasa itu akan mendatangkan kebahagiaan kelak. Sebagai manusia yang menganggap dirinya mahluk terhebat, mahluk berakal bahan derajatnya lebih tinggi dari malaikat, tentunya manusia sudah selayaknya berguru pada hewan-hewan yang selama ini dianggap rendah oleh manusia.  Hewan yang mempunyai  keterbatasan bahkan sangat khusu’ dalam menjalankan puasanya sehingga mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebagai manusia apakah kita bisa meniru keikhlasan hewan, agar kita bisa mencapai cita-cita kita.

Perlu diketahui bahwa ayam berpuasa selama mengarami telornya. Ayam mempunyai keinginan agar bisa meranak pinak maka ia berpuasa untuk itu. Ulat ketika ingin tampil cantik menjadi kupu-kupu maka ia akan puasa selama menjadi kepompong, sampai pada waktunyai ia tampil cantik menjadi kupu-kupu, adakah engkau wahai manusia ingin tampil cantik, maka berpuasalah.

Bagaimana dengan unta, kekuatan puasa hewan padang pasir ini lebih dahsyat lagi. Ia terbiasa tidak makan minum selama berhari-hari, sambil berjalan berpanas-panas, melintasi padang pasir yang gersang. Unta menjadikan punuknya sebagai tempat penyimpan air dan makanan yang ia telan. Punuk adalah dua benjolan di punggung hewan ini. Kalau punuknya tampak kempes, berarti persediaan makanan di tubuhnya mulai menipis.

Ular berpuasa saat ganti kulit, tidak meninggalkan tempatnya selama satu- dua pekan. Setelah tidak makan dalam kurun waktu lama, ular mendapatkan kulit yang lebih baik, lebih segar dan kembali bergerak lincah.  Bagi manusia yang ingin tampil cantik luar dalam tirulah perilaku puasa ular. Adapun pohon angsana juga pohon jati , berpuasa ketika daun-daunannya meranggas atau berguguran di tanah. Setelah itu, kembali kuncup dengan daun yang lebih hijau.

Sudah Seharusnya manusia yang dibekali akal berpuasa seperti puasanya hewan dan pohon, amalan puasa yang membuat lebih produktif bukan membuat malas,” demikian kata orang bijak.

belajar puasaPuasa merupakan kesempatan baik untuk belajar mengenal Allah SWT lebih dekat. Hasilnya adalah, amalan lebih baik, dan ibadan juga semakin bagus, dan menjaga kepedulian terhadap sesama ciptaan Allah SWT. Apakah puasa kita hanya sekadar menahan lapar dan haus saja, emosi tinggi, dan jiwanya keras, sementara kita tidak pernah belajar apa itu makna haus dan lapar. Tanyakan pada ulat kenapa ia rela menahan lapar sampai ia terlihat elok sepeerti kupu-kupu. Tanyakan pada ular, unta atau mahluk lain.

  1. Berpuasa itu merupakan salah satu mekanisme alamiah untuk bisa tumbuh sehat, baik sehat fisik maupun sehat rohani. Berpuasa itu ibarat rem yang memungkinkan kita untuk beristirahat sejenak dari rutinitas yang melelahkan fisik maupun mental.
  2. Inti dari puasa adalah imsak, yaitu menahan diri. Inilah sebenarnya makna puasa yang substansial yang seharusnya dimiliki oleh semua manusia, bahkan semua peradaban. Kehancuran manusia salah satunya disebabkan oleh ketidakmampuannya untuk menahan diri. Untuk para pemuda, nabi secara khusus bersabda: “Wahai para pemuda/pemudi, kalau kalian sudah mampu menikah, menikahlah. Akan tetapi kalau kalian belum mampu, bepuasalah, karena puasa bisa menjadi mekanisme untuk menekan”. Puasa itu bisa menekan nafsu diri yang berlebihan.
  3. Puasa juga menjadi salah satu mekanisme ketahanan pangan, karena yang namanya sumber daya alam pasti mempunyai keterbatasan. Jika terus menerus dieksploitasi, sumberdaya alam akan habis. Jadi kalau berpuasa tapi saat berbuka makan dengan royal aneka makanan dan buah….bukan puasa! Puasa adalah kesederhanaan.
  4. Dengan puasa kita bisa bertenggang rasa, memiliki kebersamaan dan kepeduliaan dengan sesama, merasakan kondisi kelaparan yang dialami oleh orang-orang yang kurang beruntung dengan demikian kita belajar untuk berempati dan berbagi dengan sesama tanpa melihat perbedaan agama.
  5. Melalui hidup bersama dalam harmoni, kita akan merasakan adanya ketenangan. Maraknya kejahatan korupsi yang menyengsarakan kita semua adalah karena mereka yang melakukan korupsi tidak pernah berpuasa. Jadi salah satu fungsi berpuasa adalah untuk mengurangi tindakan kriminal.
  6. Puasa adalah modal untuk rukun Islam berikutnya, yaitu zakat dan haji. Puasa akan berhasil kalau sudah melakukan zakat, bukan hanya zakat fitrah saja tapi juga zakat Mal, zakat profesi. Zakat itu adalah bentuk solidaritas. Ketika orang berpuasa, muncullah solidaritas baru. Orang yang berhaji itu bajunya adalah takwa. Takwa merupakan hasil berpuasa, karena modal utama haji adalah menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang menciderai/melukai orang lain.
  7. Berpuasa juga mendidik kita untuk jujur baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, karena hanya kita yang mengetahui apakah kita benar-benar berpuasa atau tidak. Dan jujur itu merupakan sesuatu yang berat karena akan menampilkan manusia yang otentik. “Berani Jujur Itu Hebat dan Langka“ zaman sekarang kejujuran suatu yang langka.

Kalau puasa bisa melahirkan sikap seperti itu, maka di akhir Ramadhan, orang yang berpuasa akan memperoleh kemenangan. Semoga kita menjadi orang yang kembali ke watak dasar manusia, yaitu baik [minal’aidin] dan semoga kita termasuk orang yang sukses [walfaizin] menjalani hidup yang diciptakan Tuhan YME.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s