Memulai Usaha atau Bisnis Ibarat Menanam Pohon

pohon bisnisPohon keberuntungan pastilah pohon yang baik, dan dirawat oleh petani yang baik dengan cara yang baik. Pohon keberuntungan adalah pohon yang menghasilkan buah yang banyak, besar, manis, dan terutama bisa dinikmati oleh yang menanamnya.
Untuk mendapatkan pohon keberuntungan, seorang petani mesti mempunyai ladang yang gembur; sebab tanah yang gersang tidak akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Bagaimana dengan bisnis anda, bisnis adalah mengusahakan sesuatu dengan segenap kekuatan untuk menghasilkan keuntungan.Apa ketertarikan anda dari sebuah lingkup dunia bisnis? apakah ingin laba besar, apakah ingin punya kebanggaan tersendiri lewat usaha yang dikelola sendiri, atau mungkin ingin cepat kaya lewat jalan berbisnis? ya, apapun alasannya, tujuan dari berbisnis adaah upaya untuk mencari untung sebanyak-banyaknya lewat badan atau bidang usaha yang dikelola.
i have no idea

Saya menyatakan bahwa sebagian besar penduduk di Indonesia begitu takut berbisnis karena beberapa alasan:
1. Takut rugi
2. Takut miskin
3. Takut dan malu menawarkan dagangan (gengsinya gede)
4. Tidak punya modal
5. Khawatir dan cemas berlebihan
6. Sudah punya gaji bulanan yang besar
Lantas, saya menjabarkan bahwa enam alasan atau jutaan alasan lainnya yang menghentikan langkah Anda menjadi pengusaha itu bukanlah alasan, alasan Anda menjadi PENGUSAHA jauh lebih BANYAK dibandingkan menghentikan langkah Anda karena ILMU BISNIS ITU BERKEMBANG KARENA PROSES.

Sering orang bertanya, apa bisnis yang cocok untuk saya? jawabannya mungkin akan menjadi sulit, bagi yang paradigmanya mengenai peluang di sekitar agak sempit, namun jawaban akan sangat mudah, bila seseorang bisa mengartikan bahwa sumber uang bisa di dapat dari mana saja, tak terkecuali dari lingkungan terdekat. Akan tetapi perlu diketahui oleh kita semua, terutama bagi yang berminat untuk terjun ke dunia bisnis, bahwasannya bisnis itu bagaikan menanam pohon atau buah yang memiliki nilai jual di kemudian hari. Bukan bermaksud terlalu puitis, namun sadarilah bahwa sebuah proses itu menjadi amat penting untuk kita ketahui tatkala kita terlalu asyik berfikir dan berhayal tentang mencari untung semata. Banyak orang ingin sukses dalam berbisnis namun tidak semua orang mau mengalami proses menuju kesuksesan dalam berbisni, karena jalan menuju kesana tidak mudah dan gampang.

Belajar dari Petani
mencangkul di kebunUntuk mendapatkan hasil panen yang bagus, tentu seorang petani buah, sayur maupun petani bunga atau buah-buahan, akan memprioritaskan bibit unggulan untuk ditanam, kemudian di rawat dengan baik dan penuh kesabaran agar hasil panen bisa sesuai yang diharapkan. Pada dunia bisnis saya ibaratkan bibit itu seperti pelaku bisnis sendiri. Bila bibit tanaman dipilih yang unggul, maka pelaku bisnis juga sama halnya, yakni harus pula unggul dalam hal kompetensi mengenai bidang bisnis yang digeluti. Nah kalau belum unggul yang harus dilakukan pelaku bisnis itu harus terus belajar tentang segala hal tentang bisnis. Namun hal yang demikian sering dipatahkan dengan filosofi bahwa “uang yang bicara”. Dimana pelaku bisnis bisa membayar orang profesional di bidangnya untuk menjalankan modal yang dimilikinya. Betul itu, tapi saat memulai apalagi modal pas-pasan maka kita CEO-nya (Chief Everything Officer).
Namun bagaimana dengan kita yang minim modal, ya tentunya perlu untuk sangat kompeten di sebuah bidang, dalam artian penguasaan hal-hal dasar mengenai bisnis yang digeluti. Agar kwalitas berfikit serta sikap kita menjadi seperti, ya itu tadi bibit unggul.Untung dunia enterepreneur Indonesia sedang bergeliat pebisnis pemula sekarang lebih beruntung dibanding pebisnis tahun 70-an, sekarang era teknologi informasi dimana pemasaran lebih mudah dan informasi tentang dunia usaha bisa kita dapatkan, bahkan komunitas-komunitas bisnis pun tumbuh bak cendawan di musim hujan, mau beralasan bisnis itu susah?
Menanam
bibit tumbuhBila bibit adalah cikal bakal tanaman, maka harus ada aktifitas menanam bibit guna menuai hasilnya di kemudian hari. Dalam dunia bisnis nyata, saya umpamakan menanam bagaikan membuka usaha. Membuka usaha tentu butuh mental pelaku usaha yang cukup kompeten di bidangnya. Makanya ada seminar tentang “Mental Blocking ” bagi para pengusaha pemula karena sebagain masyarakat memiliki ketakutan-ketakutan dalam memulai bisnis, takut rugi, takut bangkrut dan takut yang lainya.
Membuka usaha sebenarnya tidak bertele-tele teorinya, hanya saja butuh ACtion nyata hari ini atau besok juga jadi. Serta  mental berani, siap gagal, serta mampu berkomunikasi dengan baik kepada rekanan maupun konsumen. Hal dasar dalam membuka usaha seperti, pengelolaan keuangan, total penggunaan modal, target modal kembali, dan membina karyawan, tentunya bagian paling sederhana yang harus dikuasai. Tapi semua itu bisa dijalani sebagai sebuah proses yang berkelanjutan.
Merawat
Tanaman tentu perlu perawatan khusus agar pertumbuhan maupun hasil buahnya bisa bagus. Penanggulangan hama, penyiraman, pemupukan serta perawatan lainnya pun diperlukan guna hasil panen yang terbaik. Dalam sebuah usaha nyata, yang kita bangun adalah usaha yang solid guna mencapai usaha yang untung dan langgeng. Perawatan penting seperti jalinan keakraban dengan konsumen, strategi layanan yang tidak membosankan, strategi promosi, manajemen harga yang bersahabat hingga merencanakan untuk melebarkan sayap, manajemen karyawan tentu menjadi point penting sebagai penunjang atas kelangsungan sebuah usaha.Panen
Hasil akhir dari hasil panen adalah sesuatu yang kita tanam di awal, jadi kesimpulannya adalah, kita sebagai pelaku bisnis, maka bentuklah bibit terunggul, tanamlah di lahan yang subur, rawatlah dengan sebaik-baiknya, lalu nikmati hasil panen atas apa yang kita tanam tadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s