Merintis Bisnis Di Usia Muda, Menjadi Kaya Saat Pensiun

facebookMuda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk surga
itu dambaan dan angan-angan nakal yang terkadang hinggap dipikiran sebagian kita.
Tapi,,,
Siapa yang bisa menjamin umur kita bisa sampai menikmati masa  tua???
Siapa yang bisa menjamin kehidupan kita didunia ini akan meraih kebahagiaan dan kaya raya, bergelimang harta dan selalu gembira???
Siapa yang mampu menjamin kita diakhirat kelak akan masuk surga???

foto diriPepatah diatas harusnya di rubah  “ Muda giat berusaha, Tua menebar Darma dan mati masuk surga” .  Setiap orang tentunya mempunyai cita-cita sejak kecil yang berbeda-beda. Mari kita perhatikan ketika anak masih sekolah TK kemudian Ibu Gurunya bertanya nanti kalau sudah besar ingin jadi apa anak-anak? pasti jawabannya bermacam-macam, saya ingin menjadi pilot bu guru, saya ingin menjadi polisi bu guru, saya ingin menjadi tentara bu guru, saya ingin menjadi guru seperti ibu dan seterusnya.Lho kok gak ada yang pengin jadi pengusaha yaaa? Sebenarnya apa yang melatar belakangi mereka bisa menjawab demikian tentunya karena suka dan terlintas profesi tersebut di benak pikirannya karena lingkungan keluarga, lingkungan sekitar bermain, mendengar radio atau melihat di TV. Jadi suatu profesi itu merupakan suatu cita-cita atau keinginan setiap orang yang berbeda-beda sesuai dengan pilihannya masing-masing dan dalam mewujudkannya tergantung dari lingkungan dan pendidikan mereka. Jadi profesi menjadi pengusaha juga merupakan pilihan seseorang yang karena faktor lingkungan juga tidak bisa dipaksakan kepada orang lain karena memang profesi pengusaha itu kelihatannya merupakan profesi yang penuh dengan tantangan dan resiko. Orang tua yang menjadi pengusaha, kemungkinan salah satu dari anaknya akan menjadi pengusaha. Padahal Jiwa  “ Wirausaha bukan warisan, bakat, gen atau keturunan dari pengusaha”, itulah mengapa kita harus merubah pola pikir atau mindset jiwa wirausaha kepada anak-anak kita kelak. Kita fokuskan cerita kita tentang profesi pengusaha atau wiraswasta saja mudah-mudahan dapat menginspirasi bagi anda.

Meskipun tidak banyak orang yang bercita-cita menjadi pengusaha namun kami yakin sebagian besar dari kita sebenarnya dalam hati kecilnya menginginkan menjadi pengusaha yang sukses karena dengan menjadi pengusaha yang sukses maka di benak kita mereka mempunyai kelebihan materi ( orang yang paling kaya adalah konglomerat/pengusaha), mempunyai kebebasan waktu dan banyak jaringan pergaulan, serta mala jariah yang tiada putus-putusnya walau kita sudah meninggal, dengan menjadi pengusaha memiliki pabrik mempekerjakan banyak orang menjadi saluran rezeki banyak orang, mengentaskan kemiskinan. Dalam islam  “ Dirikanlah Sholat, zakat dan santunilah fakir miskin serta anak yatim “.

belajar berbisnisBanyak kendala yang akan dihadapi sebagai pengusaha awal dan kita mesti siap menghadapinya. Kapan saatnya merintis usaha agar berhasil ? Tidak ada ukuran pastinya kapan sebaiknya seseorang mulai merintis usaha. Namun sebagian besar pengusaha yang sukses biasanya memulai dari usia muda, katakanlah sekitar 20-an karena dengan usia ini semua tenaga dan fikiran masih optimal. Bukannya kalau kita tambah usia jika sudah di atas 40-an akan semakin menurun kesehatan kita, banyak penyakit yang datang kalau kita tidak rajin menjaganya dengan olahraga dan asupan gizi yang baik, serta pola hidup sehat. Memang ada orang yang berhasil dalam memulai usaha di usia senja katakanlah setelah pensiun namun persentase keberhasilan relatif kecil. Kenapa? ya karena seseorang yang baru merintis usaha setelah pensiun kemungkinan besar mereka selama ini menjadi pegawai atau karyawan yang sudah puluhan tahun sehingga naluri bisnisnya tentu sudah kurang baik ditambah usia setelah pensiun rawan dengan gangguan kesehatan. Oleh karena itu kami yakin tingkat keberhasilannya sangat kecil. Bisa juga mereka berhasil dengan catatan sebelum mereka pensiun telah lama menggeluti usaha sambil bekerja atau menjadi pegawai yang usaha bisa dikelola oleh orang lain sehingga saat sudah pensiun tinggal meneruskan. Banyak contoh para konglomerat di Indonesia memuali usaha sejak dini, Om Liem karena pendidikan terbatas sudah cemplung kedunia usaha sejak muda berdagang keliling dengan pikulan, Soetjipto sosrodjoyo dari slawi memulai usaha sejak muda sehingga menjadi pelopor minuman teh dalam botol sehingga bisnisnya diwariskan ke generasi kedua dan ketiga, Group Djarum juga mengawali usaha sejak muda dan masih banyak lagi. Contoh dalam diri saya sendiri adalah mertua saya mengawali usaha sejak muda, lulus pesantren dari gontor pergi ke jakarta mengadu nasib menjadi tukang kebun di rumah seorang ekspatriat yang bekerja di PT. Krakatau Steel awal-awal Industri baja Indonesia, karena memiliki kemampuan bahasa inggris di tarik menjadi staff Operasional kantor awalnya. Saat itu tahun 70-an langka orang yang memiliki kemampuan bahasa inggris kemudian di tarik jadi staff umum yang mengurusi administrasi dan dokumen para pekerja ekspatriat, sembari melanjutkan kuliah di Diploma 3.

Setelah selesai Diploma 3 ternyata karirnya hanya sampai bisa asisten supervisor saja, tidak bisa lebih sehingga memutuskan mulai berbisnis di luar jam kerja tanpa mengganggu aktivitas kerjanya. Nah kapan saat yang baik untuk memulai berbisnis atau berusaha?

Anda bisa memilih waktu memulai usaha seperti di bawah ini :

  1. Setelah Lulus Sekolah
  2. Setelah Nikah
  3. Setelah Uangnya/Modal Terkumpul
  4. Setelah Pensiun
  5. Setelah Pengalaman Mencukupi
  6. Setelah Ada Ide-nya yang Layak
  7. Setelah Ada Teman Kerjasama
  8. Setelah di PHK
  9. Setelah Punya Anak
  10. Setelah Kerja
  11. Setelah Banyak Relasi
  12. Setelah Mendapat Pinjaman
  13. Setelah Mengikuti Seminar Motivasi
  14. Setelah Banyak Membaca Buku-Buku Pengusaha

Kapanpun anda memilih waktu yang tepat untuk memulai usaha namun perlu direnungkan agar memulai usaha sebaiknya saat masih usia muda dan segera dimulai dengan penuh keyakinan dan konsisten. Yakinkan pada diri anda bahwa sekali melangkah menjadi pengusaha maka akan langsung datang hambatan dan rintangan yang harus kita hadapi. Jika anda berpikir bahwa jika langsung action membuka usaha maka akan langsung bisa sukses seperti orang yang sudah sukses “ it impossible”. Buanglah pikiran semacam ini, anda akan mengalami kegagalan. Sebagai seorang pengusaha kegagalan dianggap merupakan kesuksesan yang tertunda, sebagai ujian, aral yang melintang menuju Tujuan akhir. Oleh karena itu selalu belajar dan belajar menimba ilmu dan mempraktekannya agar usahanya semakin maju.Apalagi sekarang dunia entrepreneur sedang bergeliat sesuai tuntutan zaman, banyak hadir komunitas-komunitas bisnis, sebuah iklim yang mendukung anda menjadi pengusaha yang sukses.

Fakta menunjukan bahwa tidak ada waktu yang buruk untuk memulai suatu usaha. Jadi jika saat ini posisi anda seperti apapun baik itu karyawan level manager atau staff, mahasiswa, ibu rumah tangga, ustad tidak ada yang terlambat apalagi usia anda masih muda yang masih punya semangat yang luar biasa dan daya juang tinggi.

Resiko BerbisnisFakta menunjukan bahwa untuk berhasil menjadi pebisnis yang handal tidak mesti dimulai dengan modal besar namun bisa juga modal nol namun dengan tekat dan kerja keras yang akan menentukan keberhasilan. Bukannya kita lihat banyak pebisnis yang memulai dengan modal besar namun hanya beberapa bulan sudah bangkrut. Hal ini menunjukan bahwa modal tidaklah satu-satunya faktor keberhasilan dalam bisnis. Lihat bisnis-bisnis yang sukses dan eksis dimulai dari NOL, Bill gates dengan Microsoftnya di mulai dari garasi rumah, Apple yg digagas Steve Job dan Steve Wozniak dimulai dari kecil dan raksasa Social Media facebook di mulai dari kamar kos-kosan.

KegagalanFakta menunjukan bahwa bisnis bukannya beresiko namun yang menjadi beresiko adalah menjadi karyawan rendahan. Apa buktinya ? jika anda menjadi karyawan dengan gaji pas-pasan maka yang akan terjadi adalah sebagian besar waktu anda habis  untuk bekerja namun tidak mempunyai apa-apa, tidak ada bisnis sampingan, tidak ada investasi, gaji habis untuk kebutuhan sehari-hari dan konsumtif, tidak bisa menabung untuk hari tua. Kenapa sebagian besar waktu habis untuk bekerja? ya karena sebagai karyawan rendahan bisanya kerjanya non-stop tidak ada waktu untuk bersantai lain dengan bos yang kerjanya banyak waktu luangnya dan pendapatan pun kecil sehingga hanya cukup untuk mencukupi keperluan dasar.

Fakta Kota jakarta dan sekitarnya JABODETABEK macet sudah menjadi makanan pokok yang setiap hari dijumpai, banyak pekerja pergi sebelum subuh dan pulang ketika anak sudah lelap tertidur. Bahkan kalau di hari senin dan jumat macet menggila ditambah hujan yang mengguyur praktis waktu anda lebih banyak diluar atau dijalanan dibanding buat keluarga “ katanya kerja untuk anak” tapi kok lebih sering meninggalkan anak dan keluarga.

Lain halnya jika sebagai pebisnis maka kesempatan mendapatkan uang nyaris tidak dibatasi dan jika gagal biasanya akan bisa bangkit lagi karena sudah mempunyai pengalaman bisnis sehingga pebisnis sebenarnya tidak gagal hanya belum mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Tapi mitos itu bisa dipatahkan sekarang banyak pengusaha yang berhasil dari karyawan rendahan contoh ayam bakar mas mono awalnya seorang office boy, bang Jayadi pengusaha kerupuk awalnya office boy juga, mertua saya awalnya tukang kebun sukses jadi pengusaha bengkel, warung makan, penyewaan tenda yang sekarang dikelola oleh generasi-generasi kedua. Kalau mereka bisa, kenapa anda tidak bisa!

Kesimpulan dari ini bahwa kapan saja bagi seseorang yang ingin berbisnis dapat memulai usaha  tidak ada ukuran waktu yang pasti, kapan sebaiknya.  Segera awali dan Action, Jika sebagai pengusaha sejati bila mengalami kegagalan maka biasanya dia akan segera bangkit kembali sehingga profesi menjadi pengusaha itu katanya beresiko tidak semuanya benar bahkan lebih beresiko sebagai karyawan rendahan karena jika dia terjadi sesuatu di tempat kerjanya maka biasanya dia tidak berdaya karena merupakan pihak yang lemah. Apalagi sekarang Era Teknologi digital dengan social media dan Dunia mayanya, membangun bisnis akan lebih cepat berbeda jauh sebelum ada Dunia internet, siapa tak kenal Mak icih, Ayam bakar Mas Mono, Tukul dll bisnis mereka besar karena bantuan Media dan Dunia Internet sebagai tool Marketing.

4 alasan kenapa kita harus punya bisnis

Bisnis ownerMungkin, pertanyaan seperti ini pernah muncul di benak Anda sebagai karyawan, dan bisa jadi jawaban yang Anda temukan samar atau tidak jelas. Kebanyakan itu terjadi karena kita memang tidak tahu atau tidak mau tahu lebih jauh.Apalagi saat ini kita sedang berada di zona comfort zone (Zona Nyaman) gaji dan fasilitas cukup buat hidup sebulan dan biaya anak istri, tapi kita tidak akan tahu keadaan perusahaan kita bekerja didepan. karena menurut survei 80% perusahaan akan bangkrut di tahun ke lima dan sisanya 20 persen tersebut hanya akan bertahan  seperlima dari 20% yang berulang tahun pada tahun ke -10.

Terlebih bagi yang masih sekolah/kuliah, yang penting sekolah selesai, cari kerja yang bagus dan punya gaji besar. Padahal punya bisnis itu penting, meski kita sudah bekerja. Kebanyakan ini yang jadi alasannya:

1. Tidak ada yang tahu kapan Anda pensiun atau dipensiunkan

Stop PHKSangat klasik, padahal pensiun itu bisa di usia muda atau di usia normal pensiun yaitu masa purnabakti, bisa pensiun sendiri atau dipensiunkan perusahaan. Terbayangkah, lagi enak kerja tiba-tiba gaji hilang, fasilitas tunjangan juga hilang dan kita tidak punya sumber pengganti gaji.  Nah di sinilah pentingnya punya bisnis! istilah dalam mobil ada ban cadangan dan persiapan pensiun, karena banyak contoh kasusnya disekitar kita. Atau yang sudah pensiun bingung mau bisnis apa atau kegiatan apa yang menghasilkan. sehingga dimasa tua masih bergantung pada anak-anaknya, kalau anak-anaknya berbakti?

2. Pengurangan orang sering jadi solusi ketika kondisi perusahaan susah

wajarkah-buruh-minta-ump-rp-37-jutaIni yang paling ribet, kita bisa kehilangan pekerjaan karena perusahaan perlu mengurangi biaya operasional, akibat krisis atau bangkrut, upah buruh yang tinggi akhirnya relokasi ke negara lain yang upah buruhnya rendah padahal kita sudah loyal. Dan untuk bayar pesangon pun perusahaan tak mampu karena sudah pailit dengan keputusan dari PTUN. Sehingga sebagai karyawan hanya bisa pasrah. Hasilnya, gaji hilang dan obatnya hanya satu, uang pengganti gaji dari bisnis yang kita jalani, walau kecil akan jadi kapal sekoci. Saat krisi 97-98 banyak kafe tenda bermunculan, PKL dan UKM penyelamat kehidupan.

3. Bisnis tidak bisa langsung menghasilkan uang

duitBisnis sampai bisa menghasilkan uang itu butuh waktu dan ketekunan, tidak ada sesuatu yang instan, langit dan bumi saja diciptakan selama 7 hari 7 malam, persis seperti memelihara tanaman, dari kecil sampai besar disayang-sayang, dirawat dan dipupuk setelah besar baru menghasilkan dan kita menikmatinya. Karena bisnis untuk berkembangnya butuh waktu, makanya mulai dari sekarang harus punya bisnis, jadi istilahnya “sedia payung sebelum hujan”.

4. Pengangguran semakin banyak

sarjanakoq-nganggur2Sekarang saingan semakin banyak disisi lain lapangan pekerjaan belum tentu tersedia.Jumlah angkatan kerja baru setiap tahun bertambah sementara kesempatan kerja semakin terbatas. Belum lagi daya saing industri negara kita lemah. Sedih juga ya, ketika jaman sekolah susah terus ketika selesai sekolah malah sulit mencari pekerjaan. Banyak lulusan Universitas ternama bekerja apa adanya asal bekerja, sehingga digaji murahpun tetap dilakoninya.Makanya berbisnis bisa menjadi satu solusi mandiri untuk masyarakat kita karena membuka lapangan kerja baru. Kita bisa mengembangkan diri dan ikut membantu orang lain juga, jadi double manfaatnya.

So, bagaimana dengan Anda, sudahkah terpikir ingin punya bisnis? Atau malah sudah menjalankan bisnis? Ini adalah awal yang bagus di Akhir 2013 “Action sekarang atau anda terlambat, menyesal tiada gunanya” Awali 2014 dengan berbisnis.

 Jadi Bisnis Merupakan Pilihan Terbaik Untuk Menjadi Orang Kaya dan Hidup Sejahtera di Masa Pensiun, bermanfaat bagi sesama dengan CSR atau Filantropinya (Sedekah yang tiada putusnya) sebagai tabungan akherat. Survey menunjukan 74% orang Kaya di Amerika adalah pengusaha. Ingin kaya, cobalah menjadi pengusaha.

Sumber : berbagai Nara sumber, Pillar Accelarator, Komunitas TDA Jaksel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s