Topup Modal Bisnis bagi pebisnis UKM

Top Up Modal BisnisUsaha kecil menengah saat ini tengah menjalankan tren positifnya di Indonesia. Terbukti dengan semakin menjamurnya usaha-usaha kecil menengah di berbagai bidang, juga pasar indonesia yang sangat besar 250 juta dan kelas menengah yang terus tumbuh adalah lahan meraup untung bagi bisnis apapun maka tidak heran banyak produk asing yang membanjiri pasar dalam negeri. Bahkan kita pun bisa menjalankan sebuah bisnis dengan modal yang sangat minim. Bisnis yang kita lakukan dapat berupa bisnis afiliasi  (reseller, dropship, kemitraan dll) atau bisnis mandiri /bisnis owner dengan menggunakan kredit usaha dari pihak ketiga atau dari modal sendiri. Dan pada artikel kali ini kita akan fokus membahas bisnis mandiri dengan menggunakan Logam Mulia sebagai alat untuk Topup modal dan pengaman Bisnis.

Ide-Ide-Bisnis-UKMBagi para UKM modal adalah masalah klasik yang selalu menghantui untuk keberlanjutan dan ekspansi bisnisnya. Karena usaha UKM yang belum berjalan selama 2 tahun tentu belum bankable, sehingga susah untuk mendapatkan permodalan dari pihak ketiga. Nah  kalai ini saya akan menshare apa yang sudah saya lakukan dengan logam Mulia yang saya miliki untuk menambah permodalan dalam bisnis saya.

Awal saya membangun bisnis adalah dengan menabung dari hasil kerja saya dan istri untuk disimpan dan dijadikan modal, nah perlu kedisiplinan  dalam hal menabung untuk bisnis, siapkan rekening khusus untuk menabung dan ingat tanpa fasilitas ATM, SMS banking dan ibanking agar kita tidak seenaknya memanfaatkan uang tersebut untuk keperluan konsumtif. Setelah terkumpul Modal yang cukup putarlah uang tabungan tersebut sebagai  modal ke dalam bisnis yang kita pilih, setiap keuntungan  dari bisnis  yang kita jalankan di pisahkan  menjadi 3 bagian:

  1. 40% untuk ditabung kembali
  2. 40% untuk operasional bisnis
  3. 20% untuk menggaji diri kita

Apabila bisnis kita berjalan dan menghasilkan laba, lakukan terus ketigal hal tersebut diatas, selama satu tahun hasil tabungan yang 40% saya belikan logam mulia, bisa beli dengan cara mencicil. Pokoknya uang tabungan harus menjadi asset yang liquid dan bisa dibutuhkan untuk pengembangan bisnis dalam waktu cepat, dan pilihan itu jatuh ke logam Mulia karena tidak membutuhkan modal besar jika kita membeli asset berupa properti. Nah disini juga perlunya kita hidup sederhana dan prihatin tidak foya-foya, setelah bisnis jalan dan menghasilkan untung jangan tergiur untuk beli hal-hal yang konsumtif misal mencicil mobil dsb.

 LMseriNah apa sih rahasia yang bisa kita lakukan dengan logam Mulia yang kita miliki misal sudah sekitar xxxx gram untuk Top up modal bisnis.

Uang tabungan 40% dari keuntungan bisnis biasanya saya belikan Emas/logam mulia dulu setiap tahun, kita kumpulin sedikit-demi sedikit lama-lama jadi bukit Emas. Dari 5 gr, 10 gr, 25 gr atau 100 gr.  Emasnya lalu saya gadaikan semua bila saya membutuhkan tambahan modal untuk bisnis, baru uang gadainya saya pakai untuk modal bisnis, tetapi uangnya sesuai kebutuhan saja. Gadai Emas bisa pegadaian dan bank syariah. Dan bisnis yang kita modali harus mampu untuk membayar biayanya setiap 4 bulan termasuk mengurangi pokok pinjaman. Kalau sampai tidak mampu, berarti ada yang salah dengan bisnisnya, simple kan. Saya menjaminkan semua Emas Logam Mulia ke pegadain atau bank Syariah sehingga Logam Mulia kita tidak kita simpan di rumah, karena lebih aman di proteksi oleh Asuransi.

Top up Modal biasa saya lakukan mendekati bulan puasa, karena bisnis saya dan istri di busana muslimah dan kue kering, ada sih bisnis  nugget yang topnya di bulan-bulan kapan dibutuhkan biasanya untuk membeli peralatan produksi semisal freezer, mesin pencacah daging ya lebih ke mesin produksi atau untuk biaya marketing. Fungsi logam mulia juga bisa dijadikan sebagai jaminan KUR= kredit usaha rakyat loh, nilainya 30% dari plafon yang kita ajukan.

Seringkali juga pokok pinjaman belum habis, pinjamannya saya topup (maksimumkan lagi), tapi memang topupnya untuk kepentingan bisnis juga, misalnya karena pengen nambah modal atau memperluas bisnis. Enaknya lagi misal seluruh logam Mulia kita ditaksir sekitar XX juta, tapi kita hanya butuh modal 10 juta, ya saya topup modalnya 10 juta saja masih sisa XX juta, dan masih bisa kita manfaatkan untuk tambahan modal nanti.

Contoh, beberapa bulan lalu saya masuk ke bisnis dengan modal 10jt, saat itu modal Logam Mulia saya jaminkan semuanya di taksir XX jt, uang gadai yang saya butuhkan sekitar 10jt  saja lalu saya jadikan modal bisnis. Alhamdulillah, setiap bulan sekarang ini saya bisa menyisihkan sekitar 2-3 jt dari keuntungan bisnis tersebut. Artinya, setiap 4 bulan saya bisa bayar biaya gadainya plus kurangi pokok pinjamannya.

gadai emasSelain untuk bisnis juga untuk konsumtif seperti: beli kendaraan, traveling dan sebagainya, termasuk bila kita ingin berangkat Umroh, biaya berangkat Umroh dari gadai Emas,  uang gadainya baru di pakai untuk berangkat Umroh. Emas yang saya gadai untuk kepentingan ini pun saya angsur (kurangi pokok pinjamannya setiap 4 bulan). Dan sekali lagi untuk kedua tujuan ini (Bisnis dan Konsumtif), gadai Emas paling pas, karena biaya yang menurun seiring pokok pinjaman yang kita kurangi.

Gadai Emas di Jalur Kedua ini tidak pernah saya topup sama seperti pada Jalur Pertama, justru saya kurangi pokok pinjamannya setiap 4 bulan (kecuali yg bisnis ketika saya butuh tambahan modal, setelah itupun bisnisnya akan kembali mengurangi pokok pinjaman setiap 4 bulan).

Di jalur kedua ini pun saya tidak pernah pusing sama harga Emas, mau naik atau turun. Karena memang akan dicicil dan untuk kebutuhan yang jelas ukurannya. Dan saya beli Logam Mulia bukan untuk investasi jangka pendek tetapi untuk investasi jangka panjang, karena saya  tidak mengambil keuntungan dari kenaikan harga Emas.

Resiko terburuk dari jalur Pertama dan Kedua ini adalah kehilangan kemampuan untuk mengurangi pokok pinjaman dan bayar biayanya. Kalau itu sampai terjadi, ya gampang jual Emas nya dan lunasi pinjamannya, yang jelas nilai Emas nya pasti jauh melampaui pinjamannya sesuai kebutuhan modal bisnis  dan juga karena memang pokok pinjamannya saya kurangi setiap 4 bulan, belum kalau harga Emasnya juga naik. Ingat dengan gadai Emas bisnis lancar, asset kita juga semakin bertambah loh, beda jika kita pinjam uang belum tentu asset kita menjadi bertambah.Nah itulah tips topup modal bisnis dari saya semoga bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s