Keterbatasan Bukan Alasan Untuk Terus Maju Dan Berkarya

Ayam BlirikSiblirik saya menyebutnya dia adalah seekor Ayam kampung Jantan peliharaan orang tuaku di kampung, orang tua karena anak-anaknya sdh besar dan mandiri. Di kampung bertani dan beternak lepas dari rutinitas pekerjaan.SiBlirik ini sejak kecil memang kakinya patah satu, tetapi bukan dari lahir kata Ibu saat lahir dia normal, seperti anak ayam lainya. bermain dan mencari makan bersama saudara-saudaranya dan induknya. suato sore siblirik yang masih kecil kok gak pulang-pulang, sedang induknya dan saudara-saudaranya sudah pulnag. Dikampung halaman kalau anak ayam sore belum pulang pasti akan dicari si empunya. akhirnya ibuku kesana kemari mancarinya, akhirnya di ketemukan di sebuah pinggiran jalanan desa, enatah kenapa si anak ayam ini hanya jongkok di tanah dengan darah terlihat dikaki kananya duh gusti kasihan banget ayam kecil ini ternyata ada yang nyampar entah dengan kayu atau arit ingga  kaki kananya putus, pantes dia gak bisa pulang ikut induknya. tega nian orang yang nyampar kakinya hingga putus.
Akhirnya si blirik dibawa pulang diobati kakinya diperban, dikasih jampi-jampi ( obat dari tumbuhan seperti sereh , vanili dan gula merah) untuk mengobati lukanya sampai sebulan siblirik hanya bisa jongkok di kandang, mungkin dia sedang down dan bingung karena kakinya hilang satu apa bisa dia menjalani kehidupan hari-hari selanjutnya. setelah sebulan siblirik sudah bisa dilepas dari kandang dan belajar jalan walau agak susah bulan pun berganti siblirik sudah sembuh walau dengan kaki buntung sudah bisa berjalan walau seperti kangguru melompat-melompat namun tidak bisa pergi jauh sekitar rumah ibu saya saja dan tetangga. foto diatas saya ambil 2 tahun lalu saat sblirik berumur sekitar 6-7 bulan,  sudah menjadi ayam tanggung kalau bahasa kampung perjaka, sekarang mungkin sudah menjadi jago (ayam dewasa) ada pelajaran yang bisa kita petik dari kisah siblirik ini yaitu bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk tetap maju dan berkarya mengisi kehidupan ini. Mungkin si blirik hanya seekor ayam tapi banyak kisah siblirik ini juga terjadi pada manusia.

kura-kura”Keterbatasan bukan halangan untuk berkarya dan berwirausaha. Keterbatasan mampu menumbuhkan semangat yg lebih kuat untuk melakukan perubahan”.Semua orang memiliki keterbatasan yang biasa disadari, tetapi yang memiliki
keterbatasan secara fisik bagi sebagian orang adalah sebuah bencana atau sesuatu yang hanya dilihat oleh sebelah mata, tetapi jangan lah berpikiran seperti itu, karena orang yang memiliki keterbatasan masih mempunyai semangat yang biasa dibilang orang normal kalah. Jika orang yang memiliki keterbatasan mempunyai semangat yang hebat berat orang itu memiliki sesuatu yang ditanamkan pikiran orang tersebut entah apa itu. Jangan lah malu tentang segala keterbatasan yang kalian miliki karena dengan keterbatasan bisa membangun sesuatu yang bisa dibilang  LUARRR BIIAASSSAAA..

Lain halnya jika,kita di hadapkan dengan keterbatasan financial. (“Mulailah berwirusaha dengan Hobby”).Dengan modal beberapa pun.karena itu hobby kita pasti akan berhasil, asal dijalankan dengan sepenuh hati,tekun dan sungguh – sungguh.

Belajar dari Seorang Habibie Afsyah

Siapa Habibie Afsyah?? Awalnya saya pun tidak tahu siapa dia. Orang yang punya keterbatasan fisik tapi dia bisa sukses di dunia Internet Marketing, Ehmmm…penasaran juga, siapa dan bagaimana sosok Habibie Afsyah ini, mulai deh tanya-tanya mbah google dan ternyata ngga susah cari tahu tentang Habibie ini, sekali ketik nama nya, langsung deh muncul artikel-artikel dan blog-blog yang memuat tentang siapa Habibie Afsyah.Ketika membaca salah satu artikel yang memuat profil kehidupan beserta foto Habibie, langsung merinding seketika, ada rasa haru, sedih, salut sekaligus malu yang teramat sangat. Karena dengan keterbatasan yang dia miliki tidak menghalangi dia sama sekali untuk bisa Sukses.

Sedangkan kita yang bisa dibilang memiliki fisik yang lebih sempurna, kadang masih sering saja beralasan dalam berusaha untuk sukses. Sukses nya aja yang mau, tapi ketika ada tantangan atau hambatan langsung deh Droppp…..

Kesuksesan yang diraih oleh Habibie pastinya Tidak Tanpa Hambatan, Tetap Ada Hambatan, bahkan hambatan yang dia lalui bisa jadi lebih sulit dan lebih berat dari hambatan yang kita alami. Duh Gusti….. terus ku ucap Syukur pada-Mu atas semua berkah dan karunia yang Kau berikan padaku sampai saat ini, Jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang senantiasa Bersyukur atas semua karunia yang tlah Kau beri padaku dan keluargaku.Dan kisah perjalanan sukses bahkan Semangat Habibie akan saya jadikan tambahan referensi untuk bisa selalu Memotivasi dalam meraih semua Impian-Impian.

Habibie-Afsyah-Suhu-Internet-MarketerSaya bertemu anak muda ini sekitar tahun 2010 di acara peluncuran buku “Income Pentagon” Pak Sony Sofyan rekan saya di TDA Jaksel owner Pilar Accelarator = Inkubator Bisnis UKM di Gramedia matraman, fotonya mungkin masih disimpan Pak Tjarlie pose saay dengan Habibie Hafsyah. seorang anak muda yang menderita gangguang saraf motorik seperti Stephen Hawking Ilmuwan Fisika setelah era Albert Enisntein yang terkenal dengan  teori “Black Hole”

Habibie Afsyah: “Dulu Saya Hanya Bisa Menangis Saja”

“Ma, jari tangan kanan tolong agak ke kiri sedikit,” ungkap Habibie Afsyah. Sang ibu, Endang Setyati melakukan apa yang diinginkan putra bungsunya. Belum sampai lima menit, ia meminta sang ibu mendorong kursi roda kedepan. Di pangkuannya, sebuah bantal diletakkan. Jari-jarinya diletakkan di atas keyboard komputer. Tangan kirinya aktif menggunakan mouse untuk melakukan aktivitas di depan komputer. Jangan bayangkan ia hanya menggunakan komputer saja. Sebuah komputer 32 inchi terpasang di bagian atas. Di bawahnya, terdapat lima layar komputer berukuran 17 inchi. Semua itu dinyalakan sekaligus. “Tapi harus ada musik karena saya tak bisa kerja tanpa musik,” katanya.

Habibie adalah sosok internet marketer yang difabel. Pria kelahiran Jakarta, 6 Januari 1988 ini menderita Muscular Dytrophy tipe Becker. Suatu mutasi spontan di gen systropin pada kromosom XP21. Penyakit yang secara perlahan membuat otot-ototnya menjadi semakin melemah dan fisiknya menjadi tak berdaya. Ia bahkan divonis oleh dokter akan meninggal pada usia 24 tahun. Namun berkat dorongan dari dalam diri serta keluarganya, ia pun bangkit.
Alkisah, Habibie terlahir normal seperti bayi lainnya. Namun pada usia sembilan bulan, Endang menyadari ada yang lain pada diri buah hatinya itu. Habibie pun menjalani berbagai ritual yang tak mengenakkan bahkan menyakitkan. “Dulu pas masih kecil, saya hanya bisa menangis saja,”

katanya . Ia dimasukkan di dalam kotak yang ternyata membuat satu bagian tulangnya terlepas. Ini pun baru diketahui setelah melalui pemeriksaan dokter.Dari sinilah, Habibie pun berhenti di terapi namun di optimalisasi potensi yang ada dalam dirinya. Diskriminasi bahkan olokan sering diterimanya. Sejak ia masih TK YPAC. Ia lantas dipindahkan di TK Lab Setia Budi. Saat duduk di sekolah dasar ia pun sempat berpindah sekolah pada kelas 3. “Banyak teman yang mengolokku,” katanya lagi. Ia berhasil lulus dari SMA Yayasan Sunda Kelapa pada tahun 2006.
Satu pertanyaan pun menggangu pikirannya. “Apa yang akan saya lakukan selepas SMA,” katanya. Namun pertanyaan itu terlintas begitu saja seiring kegemarannya pada permainan game online. “Dari bangun tidur hingga tidur lagi, saya hanya bermain game,” katanya. Akibatnya, biaya internet di rumahnya melonjak hingga Rp 1,3 juta per bulan.“Saya bilang saya bisa cari uang sendiri,” kata Habibie kepada ibunya. Dan, ketika melihat kegilaan Habibie kepada dunia internet begitu menggila, ia pun mendaftarkan Habibie untuk mengikuti pelatihan internet marketing dengan biaya Rp 5 juta selama dua hari. “Namun saya nggak ngerti apa-apa,” katanya. Namun sang ibu berkeras agar Habibie mengikuti kelas advanced walaupun harus menjual mobil untuk membiayai kursus itu sebesar Rp 15 juta. “Saya merasa buang-buang uang,” katanya.

Toh, itu semua menjadi bekal pada kehidupannya kelak. Selepas kursus, ia mengembangkan bisnis pemasaran dengan membuat website. Padahal itu tak mudah. Namun, ia berhasil melakukannya Lihat saja website rumah101.com yang awalnya ia buat gratis agar orang tertarik untuk memasang penjualan rumah di dirinya. Namun kini, pemasang iklan harus membayar Rp 100.000 untuk sekali pasang, selamanya. Habibie juga memberikan layanan jasa SEO (search engine optimisation). Caranya, dengan mengoptimalisasikan mesin pencari untuk membantu meningkatkan kualitas website di search engine Google. Konsumennya tentu semakin mendapat keuntungan. Ia juga mengembangkan website http://www.ponsel-quran.com.

Kini, perjuangannya membuahkan hasil. Ia kerap diundang sebagai pembicara di berbagai seminar. Sebagai motivator di Lapas Anak Tangerang dalam HUT Kemerdekaan RI Agustus 2008. Mulai sebagai Pembicara di seminar Internet Marketing Laga Einvenst UI 2008, Pembicara Edu-Preneur di Univ. Pendidikan Indonesia Negeri – UPI Bandung 2009 dan sebagainnya.Ia pun dapat meraup untung hingga Rp 10 juta-Rp 15 juta per bulan. Hasil dana yang ia peroleh
membuat ia tak menikmati sendiri. Ia kerap datang ke berbagai panti agar menularkan ilmu dan memberikan semangat bagi penyandang difabel lainnya. Walaupun kini, ia mengaku penjualannya agak menurun, namun ia tak pernah berputus asa.Peraih “Danamon Award 2012” ini juga tidak lupa dengan kesuksesanya tetap berbagi terutama dengan penyandang cacat difable seperti dirinya.

triyonoBelum lagi finalis Wirausaha Muda Mandiri 2010 Mungkin kita perlu mencontoh semangat Triyono, finalis tingkat nasional Penghargaan Wirausahawan Mandiri 2010 ini. Meski memiliki kekurangan fisik, ia berhasil mendirikan usaha di bidang agribisnis peternakan dan berhasil mencetak omzet hingga Rp 3 miliar per tahun.

Fisik Triyono memang tak sempurna. Meski ketika berjalan harus ditopang kruk yang mengapit di kedua lengannya, ia berhasil membuktikan kepada dunia bahwa ia mampu memberikan manfaat kepada orang lain.Bukan mengingat kenangan manis, tapi justru soal kesulitan dan tantangan yang ia hadapi saat membangun bisnis peternakan di Sukoharjo.Tri, sapaan pria yang sejak berusia satu tahun divonis penyakit polio ini, bercerita bahwa ketika terjun di dunia agribisnis, dia tak banyak mendapat dukungan dari kerabat dan keluarganya sendiri. “Mereka saat itu selalu melihat ketidaksempurnaan fisik saya, mereka ragu akan kemampuan saya bekerja. Saat itulah saya merasa tidak berguna,” kenang Tri.

Lelaki berumur 29 tahun ini teguh memegang prinsip: sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Penolakan yang selalu disematkan kepadanya ketika mencari pekerjaan menyadarkan Tri bahwa ia harus membangun usaha sendiri untuk mengasapi dapurnya.

Ayam saja yang tidak memiliki akal bisa survive, begitupun manusia yang diberi kelebihan otak dan akal, masih banyak contoh lainya seperti  Sano Ami gadis jepang yang cacat tidak memiliki tangan dan hanya satu kaki  dengan 3 jari tetapi menjalani hidup dengan semangat dan mampu meraih kehidupan seperti orang lain yang sempurna.Sano Ami terbukti telah menjadi pemenang bagi dirinya sendiri (dan atas pandangan sebelah mata kebanyakan orang terhadap tunadaksa), sama seperti yang telah dilakukan Nick Vujicic, Lena Maria, dan Hee Ah Lee.

Keterbatasan bukanlah alasan untuk tidak bisa maju dan berkarya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s