MenjadiAnggota TDA tanpa Master Mind? apa kata Dunia !

learning-organizationPernahkah anda merasa buntu mendapatkan  ide bisnis apa yang akan anda tekuni?? Pernahkah anda masih bingung memulai berwirausaha, meski sudah banyak buku-buku dan ulasan-ulasan mengenai kiat-kiat, bahkan kisah sukses orang berwirausaha yang sudah anda baca?? sudah pernah ikut kelas pak Purdy Chandra denganEntrepreneur UNiversity-nya, sudah ukut seminarnya Pak Jamil Azzaini dengan ” Proposal Hidupnya”, sudah pernah ikut Iphho santosa denga ” 7 keajaiban rezekinya” serta seminar-seminar motivator lainya. Jika sudah pernah, mungkin bergabung dengan sebuah komunitas bisnis adalah salah satu solusinya dan cara benar memulai usaha. ” You Never Walk Alone”.

Mungkin sebagian anda pernah mendengar komunitas Tangan DiAtas. Tapi demi meluaskan semangat berwirausaha, aku coba mengulas kembali apa dan bagaimana komunitas ini.

Asal berdirinya komunitas TDA ini berawal dari sebuah blog yang ditulis oleh salah satu pendiri TDA, yaitu Badroni Yuzirman. Isi blognya yang kebanyakan memprovokasi banyak orang untuk menjadi pengusaha itu akhirnya melahirkan ide bagi para pembaca setianya untuk membuat suatu komunitas yang mewadahi mereka yang ingin berwirausaha. Komunitas ini didirikan dengan  filosofi pemikiran Tangan DiAtas (mereka yang memberi) dan Tangan Di Bawah (mereka yang menerima). Karenanya dalam komunitas ini, mereka yang  pengusaha disebut sebagai TDA, sedang yang masih menjadi karyawan disebut TDB.  Sebuah perluasan tafsir dari makna kata Tangan Di Atas.

Cita-cita awal komunitas ini adalah membentuk pengusaha kaya yang gemar memberi kepada sesama. Sesuai dengan motonya “Bersama Menebar Rahmat”.

Ada 3 klasifikasi member dalam TDA ini, diantaranya:

1. TDA, yaitu member yang sudah full berbisnis dan dalam upaya meningkatkan bisnisnya ke jenjang lebih tinggi.
2. TDB, yaitu member yang masih bekerja sebagai karyawan dan sedang berupaya untuk pindah kuadran menjadi TDA
3. Ampibi, yaitu member yang masih dalam tahap peralihan dari TDB ke TDA dengan melakukan bisnis secara sambilan

Yang menarik meski TDA adalah komunitas  sosial yang non profit, tetapi misi tujuannya sangat pragmatis, yaitu menggiring membernya untuk menjadi 100% TDA yaitu pengusaha kaya.

Member TDA tersebar hingga ke seluruh Nusantara. Dan untuk mempererat kesolidan, para member TDA ditiap-tiap wilayah membentuk apa yang disebut KMM (Kelompok Master Mind). KMM terdiri dari grup-grup kecil yang berisi beberapa anggota TDA yang sewilayah dan letak geografisnya berdekatan. KMM ini bertujuan agar bisnis dari setiap anggotanya dapat berkembang optimal.

mastermind inovationDalam sebuah akun facebook Kelompok Master Mind, didefinisikan secara rinci manfaat dibentuknya KMM ini, antara lain:

• Memiliki konsultan gratis

• Mendapat lingkungan yg mendukung bisnis

• Belajar dari sesama anggota

• Timbulnya ide-ide baru

• Mendapatkan semangat/energi baru dalam menjalankan bisnis

• Memiliki tempat curhat

• Menumbuhkan & menjaga motivasi bisnis

• Menambah network

Karenanya KMM sifatnya lebih personil. Karena per grup biasanya hanya terdiri dari 5-8 anggota. Dalam KMM inilah terjalin silaturahmi yang lebih erat. Biasanya tiap KMM mengadakan pertemuan rutin mingguan atau bulanan. Dalam pertemuan ini dibahas dan dikaji  segala kendala, kemajuan, serta networking dalam bisnis tiap anggotanya. Hingga selalu ada teman diskusi bagi pasang surutnya bisnis kita. Menjadi sarana evaluasi.

Dalam KMM sebuah usulan dan gagasan bisnis dari sesama anggota bersifat lebih aplikatif. Tidak hanya berhenti pada teori. Karena sebagian dari anggota sudah menerapkannya. Inilah kelebihan dibentuknya KMM. Sebuah teori bisnis akan lebih tampak kekurangan dan kelebihannya, karena  bisa langsung diterapkan.

Selain membicarakan kendala bisnis, para anggota KMM  juga biasanya menggagas workshop-workshop, seminar-seminar motivasi untuk para pebisnis pemula dengan menghadirkan nara sumber yang kompeten dibidangnya. Disinilah letak semangat berbaginya. Karena dari workshop yang mereka gagas, pastilah akan ada banyak orang yang akan tercerahkan. Mengenai berbagai hal terkait bisnis.

Meski tak terlibat secara langsung, karena suamiku yang lebih aktif didalamnya, beberapa kali aku ikut dalam seminar motivasi yang diadakan komunitas ini. Sungguh, materi-materi seminarnya mencerahkan bagi kami yang masih pemula dalam bisnis.Bagi anda yang masih menjadi karyawan tak perlu berkecil hati. KMM dalam satu wilayah, tak harus diisi mereka yang sudah murni menjadi pengusaha. Dalam setiap KMM tak tertutup kemungkinan  terdapat mereka yang masih menjadi karyawan. Ini tak menjadi masalah. Mengingat tujuan dari KMM ini adalah tempat berbagi ilmu yang intes tentang segala hal menyangkut bisnis antar sesama anggotanya.

TDA jakselDalam satu KMM biasanya ada beberapa jenis usaha yang berbeda dari masing-masing anggota. Tak seragam adanya. Namun hal itu menambah kekayaan ilmu bagi  sesama anggotanya. Satu sama lain menjadi mengerti tentang bisnis yang berbeda, diluar bisnis yang mereka tekuni.

Hal ini selaras dengan semangat didirikannya komunitas ini, yaitu tumbuhnya kesadaran bahwa kebersamaan akan meringankan jalan. Dengan bersama-sama sebuah cita-cita besar bukanlah mimpi. Setidaknya misi komunitas ini, yang ingin meluaskan semangat berwirausaha bagi sebanyak mungkin orang, akan mudah terwujud.Karenanya bagi anda yang masih mengalami kebuntuan dalam ide bisnis, mungkin bergabung di TDA adalah solusinya. Bisa menjadi gerbang anda mewujudkan mimpi. Setidaknya banyak hal yang bisa anda ambil disini. Bilapun belum juga mendapatkan ide bisnis yang sesuai, setidaknya anda sudah bisa tertular semangat berwirausaha. Demi melihat suksesnya teman-teman disekeliling anda.

Bak pepatah yang mengatakan, bermain dengan tukang minyak wangi tentu anda akan ikut terciprat harumnya.ber sahbat dengan pencuri akan terkena getahnya. Ayo bagi anggota-anggota baru TDA jaksel ikuti Master Mind.

Tak ada salahnya anda mencoba…

Selamat berwirausaha….Semoga sukses menghampiri anda…..

Sumber: http://www.tangandiatas.com, dan sumber lainya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s