Mimpi Pecel Madiun kembang Turi, Rumah Nugget dalam menyambut MEA 2015

ASEAN 2015Situasinya kira-kira seperti ini pada 2015. Ketika kita berobat ke dokter umum, dokter yang praktik di rumah sakit ternyata warga Singapura. Ketika kita makan siang di restoran, pelayan yang menghampiri rupanya penduduk Filipina. Saat pulang naik taksi, sopirnya mengaku baru saja pulang kampung dari Malaysia karena warga malaysia keturunan India Sekarang saja banyak kita temui orang India, China, Malaysia cari kerja di Jakarta.Dan maaf ini bahkan kejadian di kantor saya HRD mau memasukkan orang India untuk magang di bagian security network, apa sudah tidak nasionalis HRD tempat saya SDM kita lulusuan IT dan sertifikasi CCNA,CCNP banyak kenapa pilih org India? apa karena mau di gaji murah. Teman saya yang satu angkatan CCNA dengan saya aja sudah bertebaran di Singapore dan Malaysia.

merah-putih-di-puncakHah! Bagaimana bisa? Semua pekerja yang kita temui sehari-hari ternyata berasal dari negara-negara tetangga! Harusnya kita yang ekspor tenaga kerja ke negara-negara ASEAN karena dari segi kuantitas dan kualitas kita di atas mereka.

Itu dia gambaran sederhana dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlangsung 2015. Dengan MEA, pelaku ekonomi dan lahan pekerjaan di Asia Tenggara tidak lagi dibatasi. Semua bisa saling melompat ke negara lain. Pekerja dari negara luar bisa, dengan aturan tertentu, bekerja di negara tetangga lebih mudah dari sebelumnya.

Kalau di atas terjadi di Indonesia, maka hal seperti ini bisa terjadi di negara tetangga kita. Misalnya saja, tiba-tiba muncul banyak warung pecel madiun kembang turi dan rawon di kawasan pantai Pattaya dan Phuket, Thailand atau di genting maupun di orchard road Singapore. Bisa Juga produk  Rumah Nugget ada di supermarket di Singapore, Malaysia, Brunei, Philipines dll.Atau pekerja pabrik di Vietnam dan Kamboja bukan lagi didominasi warga lokal melainkan warga Indonesia. Pemilik perusahaan taksi di Malaysia bukan lagi orang Melayu Malaysia tapi sudah bergeser ke warga Medan, misalnya.Bukankah kita sudah bisa membanjiri Malaysia dengan TKI informal saatnya TKI cerdas yang merangsek ke sana.

Nah, apakah Indonesia merugi atau untung dalam MEA ini? Menurut menko Hatta rajasa, Indonesia seharusnya beruntung kalau bisa memanfaatkan sejumlah hal. Pertama, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di kawasan Asia Tenggara. Indonesia punya sumber daya manusia paling besar dari seluruh negara ASEAN, ini harus dimanfaatkan dengan maksimal. Kedua, Indonesia punya kekayaan sumber daya alam paling besar dari semua negara ASEAN. Bahkan sebelum MEA ini, Indonesia sudah memasok sejumlah komoditas penting di sektor pertanian ke negara tetangga. Ini tentunya harus dipertahankan. Indonesia, ketiga, juga memiliki daya tahan terhadap krisis. Ini sudah dibuktikan di krisis Asia 1997-1998 dan krisis Amerika Serikat 2008. Selanjutnya, Indonesia lebih menonjol di dalam forum kerjasama ekonomi global ketimbang negara tetangga di ASEAN. Terutama di G20. Ini memberi pengaruh internasional lebih luas dari negara lainnya.Tapi kalau SDM dan regulasinya gak disiapin ya kita yang merugi pak kebanjiran produk luar dan SDM luar, lha wong sekarang aja bawang import, terigu import, garam juga import pak, kalau ngomong mbok ya lihat fakat jangan asal jebrus.

Terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk paling positif dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia bisa mengelola ekonomi makro dan sektor riilnya tetap tumbuh dalam situasi ekonomi dunia melambat. Indonesia adalah negara dengan ekonomi tertinggi kedua di dunia setelah Cina.pertumbuhan ekonomi tumbuh juga karena konsumptif bukan produktif pak!

Citra-Logo-PromosiDengan faktor-faktor ini, seharusnya Indonesia bisa jadi tuan rumah sendiri saat MEA tiba. Kita harus menarik keuntungan maksimal dari pembukaan arus lalu lintas barang dan jasa ini. Pada 2015, saatnya kita tanam bendera Indonesia di negara-negara tetangga!

label-baru-rumah-nugget--salmonTapi apapun yang terjadi kami sebagai anak bangsa tidak rela kita hanya dijadikan pasar oleh negara tetangga, kami akan berjuang dengan tetes darah terakhir dengan segenap daya dan upaya serta kompetensi didukung komunitas pebisnis UKM bersatu padu menjadikan produk-produk Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan di negeri tetangga. Kita bangun kesadaran seluruh komponen bangsa untuk mencintai produk Indonesia dan membeli Produk Indonesia seperti yang telah digaungkan ir.Heppy Trenggono lewat gerakan Beli Indonesia, kita bisa meliaht contohnya Petronas dan Proton tidak bisa berkutik di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s