Sharing Prof.Rheinald Kasali, rumah perubahan di pesta wirausaha 2013, Menciptakan Generasi Pemenang.

Prof Rheinald KasaliJI Expo Kemayoran 2013, Prof. Rheinald Kasali rumah perubahan, adalah bagaimana kita membentuk karakter pengusaha yang tangguh dan inovatif, beliau melakukan otokritik terhadap komunitas TDA jangan menjadi pengusaha yang ikut-ikutan, pengusaha yang mau mudahnya saja. Ciri-ciri pengusaha Indonesia kalau satu bidang lagi booming yang lain ikut contohnya adalah busana muslim dimana hampir 60% anggota TDA berkecimpung di bisnis ini, kemudian kuliner. Kalau karakter entrepreneur bangsa Indonesia seperti  ini yang terjadi akhirnya adalah saling bunuh antara satu usaha dengan usaha lainya dan masuk ke persaingan yang tidak sehat atau “red ocean”.

Oleh sebab itu komunitas TDA jangan terlalu euforia dalam hal geliat berbisnis, diperlukan entrepreneur-entrepreneur yang berkarakter dan inovatif, karena hampir 90% anggota TDA adalah kaum-kaum intelektual, gunakan skill akademis yang diperoleh diperguruan tinggi untuk menghasilakn inovasi-inovasi  baru di dunia wirausaha.Contohlah seperti Kaskus, Ipaymu dll. Kalau kita sebagai bangsa tidak melahirkan inovasi-inovasi kita tidak bisa maju dunia entrepreneurnya seperti malaysia, contohlah Jepang dan Korsel yang begitu banyak melahirkan inovasi baru. Setiap tantangan aatau masalah harus melahirkan solusi dan inovasi.Indonesia akan maju kalau lahir entrepreneur-entrepreneur yang idealis dan inovatif, bukan entrepreneur-entrepreneur yang mau mudahnya saja.

Beliau Juga mengatakan entrepreneur jangan hanya menggeluti produk saja, tapi sisi marketingya tidak di geluti dan diseriusi. Ini adalah peluang bagi lahirnya marketing-marketing entrepreneur yang mampu membawa produk-produk Indonesia untuk berjaya di luar negeri, tanpa peran marketing entrepreneur produk kita hanya bermain di level lokal saja.

 Prof Rheinald kasali bahwa di Indonesia adanya generation GAP diantara penduduknya sehingga tata kelola pemerintahan tidak siap mendukung entrepreneurship, generasi tersebut adalah:

  1. Generasi Pensil dan kertas ( para pejabat yang sekarang berkuasa  adalah hasil generasi ini). Sehingga setiap keputusan harus berdasarkan kertas hitam diatas putih, maka banyak kasus korupsi menguap karena tidak bisa terbukti di atas kertas.
  2. Generasi telepon (Boomer)
  3. Generasi internet (gen-X)
  4. Generasi Text (millenial)

Menananamkan karakter entrepreneur harus dilakukan sejak usia dini, sejak masa bayi agar anak-anak kita  menjadi generasi pemenang bukan generasi Looser, dimana prinsip looser adalah suka mengeluh dengan keadaan. Ini harus dihindari didiklah anak-anak kita sebagai generasi pemenang dari usia dini.Jangan didik anak kita menjadi passanger tapi didiklah untuk menajdi driver. Dibawah ini anda akan melihat seorang Sano Ami gadis jepang yang cacat tidak memiliki tangan dan hanya satu kaki  dengan 3 jari tetapi menjalani hidup dengan semangat dan mampu meraih kehidupan seperti orang lain yang sempurna.

Sano Ami terbukti telah menjadi pemenang bagi dirinya sendiri (dan atas pandangan sebelah mata kebanyakan orang terhadap tunadaksa), sama seperti yang telah dilakukan Nick Vujicic, Lena Maria, dan Hee Ah Lee.


Pada video di atas, Sano Ami menyanyikan lagu berjudul \”Aruki Tsuzukeyou\” (tetaplah melangkah). Dalam video tersebut, terlihat jelas betapa seorang gadis kelahiran Aichi, Jepang, ini mampu menggenggam seluruh dunia, menjalani hidup tanpa berkeluh-kesah atau tanpa bersikap penuh penyesalan atas kondisi tubuhnya yang cacat. Jika ingin bernyanyi bersama Sano Ami, kita bisa menyanyikannya dengan lirik lagu itu dalam bahasa Inggris berikut ini:

I want to walk, I want to run with my two legs.
I want to hold your hand, I want to hug u with my both hands.
It is something so simple action, everyone can do it.
Nothing difficult things, but I cannot do it.
However can I believe that it is sure that those people who struggle n striving would obtain happiness one day.
I\’m keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let\’s continue, keep walking.

I want to walk, I want to run with my two legs.
I want to hold your hand, I want to hug you with my both hands.

Once feel so sad n continue crying with my tears.
So sad about myself who cannot accept as it is.
However can I believe that.
The time will come one day you feel so happy while continue keep smiling.
I\’m keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let\’s continue, keep walking.

Gratitude gratitude just simply being alive.

I\’m keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let\’s continue, keep walking, keep walking, keep walking.

Anda tentu tidak mau kalah dengan Sano Ami kan, gadis Jepang yang cacat sejak kecil saja bisa mandiri  dan optimis melangkah dalam hidupnya, keterbatasan bukan sebagai halangan yang membuat anda mundur tapi harus membuat anda maju meraih yang anda cita-citakan.Didik anak-anak anda mulai sejak dini untuk bisa mandiri dan tidak tergantung dengan orang tua. Karena kita apalagi suku jawa sejak kecil biasa di bedong, lalu dijarain jalan dengan cara di gandeng, dan kalau sakit sedikit di gendong,biarkan mereka mandiri dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s