JK: Menjadi Pengusaha Itu Seperti Belajar Berenang

konferensi pers Jusuk kalla di pestawirusaha

JAKARTA —JI EXPO, Kemayoran. Menjadi pengusaha itu ternyata susah-susah gampang. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan menjadi pengusaha itu seperti belajar berenang. Berenang, kata dia tak cukup hanya mempelajari berbagai gaya-gaya renang melalui buku panduan. tapi perlu praktek langsung langsung menyeburkan diri baik itu kolam renang , sungai atau laut.

”Anda boleh membaca gaya berenang apa saja di buku tapi anda tak akan bisa benerang hanya dengan begitu. Kalau anda ke sungai, belajar maka dalam waktu satu minggu anda akan bisa berenang,” ujar Kalla saat memberikan sambutan pembukaan pesta wirausaha komunitas Tangan Di Atas (TDA), Jumat (8/2) di Jakarta International Expo Kemayoran (JIExpo).

Jusuf Kalla di Pesta Wirausaha TDA 2013, JI Expo, kemayoran

Jusuf Kalla di Pesta Wirausaha TDA 2013, JI Expo, kemayoran

Menurut dia, menjadi wirausaha tak perlu banyak teori. Terlalu banyak teori, kata dia hanya akan mempersulit langkah. Ia mengatakan syarat utama menjadi pengusaha adalah karakter optimis. Orang pesimis, kata dia tidak mungkin menjadi pengusaha karena cenderung selalu mengindar dari persoalan. Sementara, orang optimis selalu mendatangi tantangan. Jangan lupakan juga jaringan, karena jaringan juga akan memperbesar usaha kita.

“Jadi pengusaha nggak banyak-banyak baca-baca buku. Susah. Just do it,” katanya.

Selain optimis, pengusaha harus selalu bersemangat dan siap belajar. Pengusaha harus belajar memahami selera konsumen. Misalnya, tentang mode-mode terbaru. Dengan sekilas tips wirausaha ala JK ini, ia berhasil pengusaha sukses.Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendorong agar wirausaha atau pengusaha muda Indonesia terus berkembang. Menurutnya, seorang pengusaha tidak perlu mengenyam bangku sekolah tinggi-tinggi.Dengan kata lain ia mengatakan, untuk mencapai kesuksesan menjadi pengusaha, hal yang terpenting adalah melakukan sesuatu dengan semangat tinggi tanpa banyak kajian atau teori. Namun, tidak serta merta mengesampingkan hal itu.

Dikatakan pria yang dikenal sukses sebagai pengusaha ini, pendidikan yang tinggi bukanlah jaminan untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Yang penting adalah memiliki semangat dan optimisme yang tinggi.Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendorong agar wirausaha atau pengusaha muda Indonesia terus berkembang. Menurutnya, seorang pengusaha tidak perlu mengenyam bangku sekolah tinggi-tinggi.

“Artinya jadi pengusaha itu nggak perlu banyak kajian. Baca lagi, baca lagi. Nggak usah! Kerjakan saja!” tegasnya.

Meski demikian, dia mengatakan, pendidikan di sekolah pun merupakan hal penting. Namun, dia menekankan banyak kisah sukses para pengusaha yang tidak melanjutkan sekolahnya.”Apa pengusaha butuh sekolah, pasti butuh. Tapi ternyata hampir semua pengusaha yang hebat tidak tamat sekolahnya. Si Mark (Zuckerberg) itu setiap hari anda buka Facebook, (dia) tidak tamat sekolahnya. Bapak saya pengusaha cuma sampai tamat SD kelas 5,”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s