Liburan Murah Meriah dan Bebas Macet ke Portugal Bes

di kandang sapi 2Akhir  bulan Desember sudah tiba di depan mata, liburan anak sekolah pun berbarengan dengan libur akhir tahun dan cuti bersama . Tentu merupakan sebuah kabar gembira bagi para keluarga yang merencanakan liburan akhir tahun bersama keluarga. Dalam memeilih libur akhir tahun tentu bagi keluarga dengan budget yang tidak besar memakan biaya pasti memilih tempat liburan yang murah baik itu tempatnya dan tempat menginap serta terbebas dari kemacetan yang menggila, mau liburan kok stress gara-gara macet ya bukan liburan namanya.

Karena tidak dipungkiri kawasan wisata untuk berlibur seperti Puncak, Bandung selalu menjadi langganan macet yang  bikin stress, mahalnya tarif hotel atau penginapan dan kita hanya bisa diam di penginapan tidak bisa menikmati keindahan kawasan wisata karena dikepung kemacetan yang menggila.

guciMaukah anda saya tunjukkan kawasan wisata yang cocok untuk liburan akhir tahun bersama keluarga tercinta yang murah meriah dan terbebas dari kemacetan yang bikin stress? Tentu mau dong dengan pemandangna yang lebih eksotis dan masih asri hutanya dibandingkan kawasan puncak atau lembang bandung yang dipenuhi villa disisi kanan kirinya , bukan hijau hamparan pohon atau bukit tetapi hambaran putih dan merah tembok dan genteng villa yang dibangun tanpa menindhkan kaidah lingkungan. Makin penasaran dimana sih kawasan wisata itu? Pernah dengan dengan Bes Portugal?  Hmmm pasti asing ditelinga kita yaaaa. Ok kita buka saja Bes Portugal adalah Brebes-Purwokerto-Tegal ya ketiga daerah kabupaten disisi barat berbatasan dengan jawa barat, di kaki Gunung Slamet menawarkan keindahan dan keelokan wisata alam pegunungan yang tidak kalah dengan lembang atau puncak. Ada perkebunan Teh kaligua, gua jepang dan telaga ranjeng di kaligua kabupaten Brebes, ada kawan obyek Wisata pemadian air panas Guci di kabupaten Tegal  atau kawasan wisata Batu Raden di Purwokerto disertai kekhasan kuliner dari ketiga daerha tersebut. Nah mau tahu cara mengakses ketiga daerah tersebut dan penasaran dengan keindahan alam pegununganya.

Bagaimana cara mengakses kawasan wisata kebun teh kaligua, Guci dan Batu Raden

Untuk mengakses ketiga tempat wisata yang masih terletak berdekatan letaknya tersebut anda bisa menggunakan angkutan darat bisa kereta api, Bus atau Mobil pribadi. Tergantung mana dulu yang anda mau kunjungi, karena saya berasal dari Slawi tegal yuk kita awali dari tegal. Dari jakarta anda bisa menggunakan Bus baik itu Eksekutif atau AC dengan tarif cukup murah dikantong 50-60.000 anda bisa mendapatkan layan Bus Eksekutif Baik Sinar Jaya, Dewi Sri atau Dedi jaya yang bisa anda dapatakan di terminal Rambutan, Pulo gadung, lebak bulus, pasar minggu, pondok labu dan agen-agen yang tersebar sejabodetabek, lama perjalanan normal 6-7 jam ke Tegal atau Slawi dikabupaten tegal. Sesamapi di tegal bisa meneruskan naik angkot atau minibusa ke arah Bumi Jawa dari terminal  Slawi atau terminal tegal sampai ke pertigaan Toel Bumi Jawa dan dilanjutkan dengan bak terbuka, kalau saya mampir ke rumah orang tua dulu kampung halam di desa kalisapu di Slawi untuk melepas rehat sejenak, dan naik ke Guci dengan mengendarai motor membutuhkan waktu hanya 45 menit untuk naik ke kawasan wisata Guci.

Kereta api bogowonto melintas diprupuk tegal, dengan latar gunung slamet

Lokomotif Bogowonto melintas di prupuk tegal, dengan latar belakang gunung slamet

Bagi  anda yang memilih Kereta Api bisa menggunakan Cirebon Ekspress yang ke Brebes-Tegal atau Bogowonto ke Purwokerto dari Stasiun gambir  ada 2 keberangkatan jam 06.00 pagi dan jam 11.00 siang dengan tiket bisnis 75.000 dan eksekutif 120.000 di hari normal waktu tempuh sampai stasiun tegal 4 jam, atau naik ekonomi yang mau irit dengan tegal Arum dari Stasiun kota berangkat jam 3 sore sampai stasiun tegal jam 10 malam dari stasiun tegal bisa naik angkot kuning ke slawi dan diteruskan naik minibus sampai pertigaan Toel Bumi Jawa, lanjut bak terbuka ke Guci ada sensai tersendiri naik  bak terbuka merasakan sejuknya udara pegunungan yang masih segar dan sedikit polusi dan menikmati pemandangan kelokan jalan dengan sisi kanan-kiri tebing dan bukit.

Untuk yang membawa mobil pribadi cukup arahkan Tol Cikampek-jalur Pantura- Tol kanci-pejagan Nah Keluar Tol kanci pejagan bisa ambil kiri lewato kota brebes dan tegal lalu kearah selatan kota slawi dan ke Guci atau begitu keluar Tol pejagan bisa ambil kanan ke ketanggungan menyusuri jalan disamping sungai sampai pertigaan margasari  kalau anda akan menuju kawasa wisata guci maka ambil kiri jalan margasari sampai ke pertigaan Yomani ambil kanan naik  ke kawasa wisata guci ikutin saja petunjuknya karena lurus keatas, bagi anda yang akan mengarahkan mobil anda ke perkebunan teh kali gua dari pertigaan Ketanggungan –Margasari ambil kanan  ke arah Bumi Ayu sebelum pasar Bumi Ayu ambil kiri Ring Road/lingkar selatan untuk menghindari kemacetan di pasar Bumi Ayu setelah ring Road ketemu Paguyangan ambil kiri untuk naik ke perkebunan Teh kaligua dan Gua jepang serta telaga ranjeng, bagi anda yang ingin ke Batu raden Purwokerto lurus terus ke arah ajibarang-Cilongok purwokerto mudah bukan? Apalagi sekarang ada google maps yang bisa anda kases di handphone, BB dan smartphone.

KAWASAN WISATA DI KABUPATEN TEGAL

Kawasan Wisata pemandian air panas Guci

wisata guci

SEJARAH

Guci terletak di kaki Gunung Slamet bagian Utara, dengan ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan air laut mempunyai udara yang sejuk dengan suhu sekitar 20 derajat celcius.
Cerita tentang GUCI berawal dari sebuah pedukuhan yang bernama Kaputihan. Kaputihan berarti yang belum tercemar atau masih suci, yang berarti daerah Kaputihan belum tercemar oleh agama dan peradaban lain. Istilah Kaputihan pertama kali yang memperkenalkan adalah Beliau yang dikenal dengan Kyai Ageng Klitik (Kyai Klitik) yang nama sesungguhnya adalah Raden Mas Arya Hadiningrat asal dari Demak. Setelah Beliau Kyai Klitik menetap dan tinggal cukup lama di Lereng Gunung Slamet (kampung Kaputihan) maka banyak warga yang berdatangan dari tempat lain sehingga kampung Kaputihan menjadi ramai. Suatu ketika datanglah Syech Elang Sutajaya utusan Sunan Gunungjati (Syeh Syarief Hidayatulloh) dari pesantren Gunungjati Cirebon untuk syiar islam.

air terjun di guci
Dan kebetulan di kampung Kaputihan sedang terjadi pagebluk (bencana alam, penyakit merajalela, tanaman diserang hama dsb), sehingga Beliau Elang Sutajaya memohon petunjuk kepada Alloh SWT dengan semedi kemudian Alloh SWT member petunjuk, supaya masyarakat kampung Kaputihan meningkatkan iman dan taqwanya kepada Alloh SWT dengan menggelar tasyakuran, memperbanyak sedekah dan yang terkena wabah penyakit khususnya gatal-gatal agar meminun air dari kendi (Guci) yang sudah dido’akan oleh Sunan Gunungjati. Dalam kesempatan itu pula Sunan Gunungjati berkenan mendo’akan sumber air panas di kampong Kaputihan agar bisa dipergunakan untuk menyembuhkan segala penyakit. Semenjak itu karena kendi (guci) berisi air yang sudah dido’akan oleh Sunan Gunungjati ditinggal dikampong Kaputihan dan selalu dijadikan sarana pengobatan. Maka sejak saat itu masyarakat sekitar menyebut-nyebut Guci-guci. Sehingga Kyai Klitik selaku Kepala Dukuh Kaputihan Merubahnya menjadi Desa Guci, dan Beliau sebagai Lurah pertamanya.
Guci peninggalan Elang Sutajaya itu berada di Musium Nasional setelah pada pemerintahan Adipati Brebes Raden Cakraningrat membawanya ke Musium.
Sumber : Dinas Pariwisata & Budaya Kab. Tegal.


AKSES

Dari arah Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang-Tegal. Setelah sampai di Terminal Tegal, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum (minibus) menuju Desa Tuwel yang memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Dari Tuwel, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan bak terbuka menuju Guci. Dengan kendaraan tersebut, perjalanan sekitar 30 menit dengan ongkos Rp 5.000 akan mengantar pengunjung sampai tempat wisata GUCI.

guci teh botol sosro

FASILITAS UMUM

A.  Pemandian Air panas terbuka :
•    Pancuran 13
•    Pancuran  7
•    Pancuran 5
•    Kolam renang (Duta Wisata, Barokah, Mega indah)

B.  Pemandian Air panas tertutup :
•    Ada 20 kamar tertutup

C.  Wisata alam :
•    Out bound
•    Wana wisata
•    Pendakian bukit perkasa

D.  Kuda wisata :
OW Guci ada 43 kuda wisata terlatih

E.  Hotel :
Jumlah Hotel di Obyek Wisata Guci :
•    Hotel Duta Wisata
•    Hotel Mega indah
•    Hotel Brahma Lestari
•    Hotel Bukit Indah
•    Hotel Permata hijau
•    Hotel Guci Mas
•    Hotel Guci kencana
•    Hotel Janoko
Tarif Kamar Hotel dari 50.000-400.000
F.  Villa
Ada 14 Villa di OW Guci (data terlampir)

G.  Pondok Wisata
Yang dimaksud Pondok wisata adalah Rumah penduduk yang disewakan untuk pengunjung (data terlampir) yang telah mendapat izin oleh UPTD pengelola OW Guci.
Harga Nego
H.  Kios souvenir
Disediakan Cinderamata produksi hasil Home industry masyarakat Desa Guci yaitu, manisan ciremai, papaya, Jus strawberry, dll.

I.  Agro Wisatakebun strawberry
Di Obtek Wisata Guci ada berbagai tanaman yaitu :
•    Kebun strawberry
•    Kebun wortel
•    Kebun kubis

J.  Air Terjun dan Mata air :
•    Air terjun Jedor
•    Air terjun sruwit
•    Air terjun sigedong
•    Air terjun pengantaian
•    Air terjun kembar
•    Air terjun awu
•    Air terjun capit urang

K.  Mata Air (TUK) :
•    Tuk vagina
•    Tuk sengang
•    Tuk konyal
•    Tuk kesepuhan
•    Tuk pengasihan
•    Tuk teyeng

FASILITAS SOSIAL
1.    Musholla
2.    WC/ Toilet
3.    Parkir
Ada 3 tempat, yaitu :
•    Pasar (khusus kendaraan besar)
•    Terminal atas (untuk kendaraan kecil)
•    Terminal bawah (untuk kendaraan truk/Bus)

Agro Wisata Kereta Tua/Lokomotif Uap PG Pangkah

Lokomotif tua pG pangkah

SEJARAH

PG Pangka didirikan pada jaman Belanda dengan pemiliknya “NV-MIJTOT EXPLOITATIE DERT SUIKER FABRIEKEN” yang dikelola oleh NV-KOZY dan SUCIER yang berkedudukan di Surakarta. Sejak tahun 1832 perusahaan ini sudah berproduksi dan pada tahun 1851 perusahaan ini disempurnakan keadaannya. Dengan berdasarkan UU No. 86/1958 dan PP No. 19/1959 terjadi pengambilalihan perusahaan ini dari perkebunan ex Belanda. Dengan adanya nasionalisasi, perusahaan berubah statusnya menjadi Pusat Perkebunan Negara Baru (PPN Baru) yang diatur dalam PP No. 24/1958 dan SK Menteri No. 229/UM/57 tanggal 10 Desember 1957.  Di Jawa Tengah ini PPN Baru mengelola dua Pabrik Gula dan PSA termasuk didalamnya PG Pangka.  Berdasarkan PP No. 141 / 1961, maka berubah menjadi PPN Kesatuan Jateng II, untuk PG PANGKA termasuk di dalamnya.

Hal menarik hingga kini tentang operasionalisasi PG Pangka adalah transpotasi tebu masih menggunakan rel kereta, dibangun lebih 150 tahun yang lalu dengan lokomotif kuno bermesin uap maupun diesel, terbuat pada kisaran tahun 1915. Dijamannya, penggunaan kontruksi rel kereta dan lokomotif uap merupakan rekayasa teknologi canggih. Masih beroperasinya lokomotif kuno mengundang minat wisatawan asing yang umumnya dari eropa berkunjung ke PG Pangka. Selain tertarik dengan lokomotif tua yang masih berfungsi, mereka juga kagum pada pengolahan gula yang masih menggunakan teknologi era 1800-an, sesuatu yang langka untuk ukuran perusahaan eropa saat ini. Berkunjung ke PG Pangka adalah belajar sejarah dengan nyata, bukan dari buku atau film dokumenter. Tidak Kalah dengan wisata lokomotif tua di Ambarawa, Semarang. Bahkan diantara wisatawan mencoba lokomotif uap sampai berulang-ulang, bangga rasanya masih bisa menggunakan hasil karya kakek-kakek saya. Demikian pengakuannya. Anak cucu pendiri dan pengelola pabrik era kolonial Belanda juga banyak berkunjung, mereka senang bisa bernostalgia dimana orang tua dan kakeknya dulu pernah tinggal, berkunjung ke pabrik dan jalan-jalan diperkebunan tebu, sambil membayangkan kakek-kakek mereka dulu bekerja.

loco-antikFenomena yang dapat dikembangkan menjadi wisata eksklusif, bila umumnya berkunjung ke museum hanya melihat barang-barang saksi sejarah, maka melihat PG Pangka adalah bicara pada sejarah peradaban manusia yang terus berkata-kata. Atas inisiatif Laksono Hujianto, maka dicetuskan suatu ide obyek wisata dalam jingle “Loco Antik”, suatu paket wisata bernuansa langka sebagai media edukasi dan rekreasi. Loco Antik merupakan ikon representasi dari loco yang terbuat pada tahun 1927. Ditarik lokomotif tua, digunakan dalam perjalanan wisata rekreasi melihat pemandangan perkebunan tebu dengan jarak ± 10 Km. Kapasitas loko antik terdiri dari 3 gerbong kereta dengan kapasitas 75 untuk orang dewasa, sedang untuk anak-anak bisa memuat sampai 100 anak.

HARGA TIKET KERETA LOCO
1.    Hari Biasa     : Paket Seharga 2,5 Juta untuk 125 Orang (belum melayani untuk individu)
2.    Kecuali ada Syukuran Pabrik bisa dilakukan setiap hari selama syukuran berlangsung dan untuk harga tiket sebesar Rp. 5.000,-

FASILITAS UMUM WISATA LOKO
Ada dua jalur yang ditawarkan :
1.    Jalur arah Barat Laut, melintasi perkampungan dan perkebunan tebu;
2.  Jalur Timur Laut, melintasi perkebunan tebu sambil menikmati keindahan pegunungan Waduk Cacaban.

Wisata loco antik ditunjang dengan kegiatan :
1.    Kunjungan lebih dekat tentang proses pembuatan gula pasir dari tebu.
2.   Presentasi deskriptif tentang sejarah PG Pangka dan tata cara baku menanam tebu;
3.   Acara ekslusif yang dinantikan pengunjung, bahkan wisatawan mancanegara adalah ritual “Temanten Tebu”, acara yang dilaksanakan hanya sekali dalam setahun, tepatnya pada selamatan pesta giling (April-Mei). Ritual yang mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan sang penguasa alam. Simbol penganten tebu, diambil dari tebu milik petani dan milik PG Pangka. Satu simbol persatuan antara petani dan PG dalam menyongsong panen raya dan giling. Konon sinar wajah temanten dapat mencerminkan berhasil atau tidak dalam pasca panen, tidak percaya ? buktikan.

Suatu pembelajaran dalam menghargai etape peradaban anak bangsa. Tidak salah memang, jika “Loco Antik” merupakan salah satu alternatif sebagai media rekreasi dan edukasi.

INFORMASI
Jl. Raya Pangkah, Slawi – Tegal.
Telp. (0283) 6195550, Fax.(0283) 6195545.

Tirta Waduk Cacaban

520

SEJARAH
Waduk cacaban mulai digagas sejak tahun 1914 dan dibuat perencanaan detailnya pada tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda. Pembangunan fisiknya dimulai pada tahun 1952 dimana peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno pada tanggal 16 September 1952, dan selesai pembangunannya pada tahun 1958 diresmikan penggunaanya oleh penjabat Presiden Mr. Sartono pada tanggal 19 Mei 1958. Sejak saat itu secara resmi waduk Cacaban dioperasionalkan hingga sekarang.

525Selama operasional, telah banyak kegiatan yang dilakukan dalam rangka menjaga fungsi waduk, baik yang bersifat pemeliharaan maupun pembangunan. Waduk Cacaban selain mempunyai fungsi utama sebagai sumber air untuk irigasi, juga merupakan potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai wisata air maupun wisata alam. Kawasan wisata alam waduk Cacaban merupakan salah satu aset Pemerintah Kabupaten Tegal sebagai obyek wisata dari beberapa obyek wisata lainnya. Sasaran obyek wisata Waduk Cacaban saat ini hanya melihat air diwaduk dan makanan khas ala Waduk Cacaban dengan menu ikan air tawar dari waduk disamping sebagai tempat tujuan memancing dari beberapa daerah disekitarnya.
Secara geografis kawasan wisata alam waduk cacaban terletak di tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Kedungbanteng meliputi sebagian Desa Penujah, Karanganyar, Tonggara dan Karangmalang, Kecamatan Jatinegara meliputi sebagian Desa Jatinegara, Dukuhbangsa, Lebakwangi, Capar, Padasari dan Wotgalih dan Kecamatan Pangkah meliputi sebagian Desa Dermasuci.

HARGA TIKET MASUK
Harga Tiket Masuk Untuk Hari Biasa :
–    Dewasa        : Rp. 3.500,- + Asuransi Jasa Raharja
–    Anak-anak    : Rp. 2.500,- + Asuransi Jasa Raharja

Harga Tiket Masuk Untuk Hari Libur/Tanggal Merah
–    Dewasa         : Rp. 4.500,- + Asuransi Jasa Raharja
–    Anak-anak     : Rp. 3.500,- + Asuransi Jasa Raharja

AKSES
Transportasi menuju ke Kawasan wisata alam waduk Cacaban dapat ditempuh melalui dua jalur yang pertama dari Kota Tegal dengan jalur melalui Kramat – Pangkah – Waduk Cacaban dengan jarak kurang lebih 20 km dan yang kedua dari Kota Slawi – Pangkah – Waduk Cacaban dengan jarak kurang lebih 9 km. dimana pada saat sekarang sudah tersedia angkutan umum pedesaan dengan trayek Slawi – Cacaban sebanyak 25 Armada, sedang yang dalam proses persiapan pelaksanaan adalah angkutan dengan “Loko Antik” dari Pabrik gula Pangkah menuju Cacaban.

FASILITAS UMUM PARIWISATA
–    Bumi Perkemahan.
–    Tempat Bermain Anak.
–    Panggung Hiburan.
–    Bukit Mbah Santi.
–    Kapal Wisata.
–    Warung Apung.
–    Road Race.
–    Hotel Melati.
–    Rumah Makan.

FASILITAS SOSIAL PARIWISATA
–    Musholla.
–    Toilet.
–    Tempat Parkir Luas.

KULINER KHAS TEGAL

Tahu Pletok, tahu Aci, tahu Upil

tahu pletok slawi

ahok-foto-Tempo-300x277Tegal memang “Laka-laka”, selain unik penduduknya, selain itu juga penuh dengan kuliner yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain. Salah satunya Tahu Aci. Ya, kuliner ini dibuat menggunakan tahu kuning dan adonan aci (tepung kanji). Namun kali ini kita tidak membahas terlalu detail mengenai Tahu Aci. Karena kita akan membahas mengenai perbedaan antara Tahu Aci, Tahu Pletok, dan Tahu Upil. Tahu pletok yang terkenal adalah yang dijual sama si ahok di depan pasar lama slawi, sekarang sudah generasi kedua. Tentunya bukan Ahok wakil gubernur DKI, ahok di tegal adalah sebutan untuk keturunan tionghoa yang ada di tegal yang rata adalah mereka pedangan baik pedangan makanan khas daerah setempat maupun dagang kelontong, ada juga soto tauco khas tegal. Soto tauco yang terletak di Kecamatan Talang, Kota Tegal, Jawa Tengah tidak pernah sepi pembeli. Harganya pun cukup terjangkau, hanya dengan Rp 11.000 kita bisa menikmati lezatnya soto tauco khas kota tegal ini. Ada juga tradisi moci yaitu minum teh yang di tuang dari poci tanah dengan gula batu Teh Poci Wasgitel(wangi sepet legi tur kentel), hmmm rasanya nikmat dinikmati malam-malam ditemani tahu aci atau tahu pletok yang hangat.

Ada lagi martabak  lebaksiu yang telah menyebar ke seluruh Indonesia sama seperti pendahulunya Warteg, hampir semua penjual martabak di seantero jakarta adalah orang lebaksiu tegal bahkan sampai ke papua.

Sate kambing Muda khas Tegal

TIRUS, konon merupakan nama seorang pengusaha kaya asal Belanda, Van Tirus. Beberapa hektare tanah miliknya di Tegal kemudian lebih dikenal sebagai daerah Tirus. Kini daerah Tirus telah berubah menjadi branding baru sebagai kawasan kuliner di kota Tegal. Berawal dari sentuhan tangan dingin Sakya yang mengembangkan menu warungnya dengan coba-coba mengolah sate Tegal.

Kemasyuran sate ini terletak pada kelezatan resepnya. Untuk mempertahankan resep tersebut, Sakya kemudian mewariskan kepada delapan orang anaknya bahkan kini telah ditularkan hingga ke cucu-cucunya yang mengikuti jejaknya membuka warung sate.satekambing

Jadi rasanya kurang afdhol jika bertandang ke kota Tegal tanpa mencicipi sate kambing tirus. Sate khas Tegal ini dibuat dari kambing muda yang dipotong dadu sekitar 1,5-2 cm. Ukuran daging satenya memang relatif besar dibandingkan dengan sate di daerah lain. Kambingnya pun dipilih yang masih muda, istilahnya balibul atau kambing berumur di bawah lima bulan. Tak heran jika sate ini terasa sangat empuk.

Kupat Glabbed

kupat glabbedAda lagi kuliner khas Tegal yang wajib dicoba, yaitu Ketupat Glabed dan Ketupat Bongkok.Ketupat/ kupat glabed adalah ketupat yang dimakan dengan kuah kuning kental. Glabed sendiri sebenarnya berasal dari ucapan orang Tegal bila mengekspresikan kuah yang kental ini. Glabed-glabed!

Ketupatnya dipotong-potong, dibubuhi tempe goreng, dan disiram dengan kuah glabed. Tambahkan sambal bila ingin citarasa pedas. Topping-nya adalah kerupuk mi yang terbuat dari tepung singkong dan taburan bawang goreng. Sebagai lauknya, Kupat Glabed selalu didampingi dengan sate ayam atau sate kerang.

Warung yang menjadi favorit adalah di depan Stasiun Besar Kota Tegal.

 

Peyek Kacang Hijau

peyek ijo

Enaknya makan rempeyek yang gurih dan renyah. Kalo Rempeyek Teri atau Rempeyek Kacang Tanah sih udah sering. Kalo Rempeyek Kacang Hijau??? Penasaran??? Anda berani mencoba Resep Rempeyek Kacang Hijau?? Ini juga kuliner khas Tegal yang sudah susah dicari tetapi masih ada loh di desa kalisapu…

Latopia atau laktopia atau latopnya

latopia

Salah satu kuliner khas Tegal. Bakpia khas Tegal ini tampilannya hampir sama dengan bakpia dari kota lain, dari Jogja umpamanya. Namun yang membedakannya adalah pianya lebih padat, lebih renyah,  dan lebih gurih. Untuk ukurannya pun lebih besar.Untuk masalah isinya, hampir sama dengan pia yang lain. Seperti isi kacang hijau, keju, buah, durian, bawang, gula aren, dan lain-lain. Namun latopia Tegal isi kacang hijau lebih banyak dicari.Kulitnya, dibuat menggunakan adonan tepung terigu dengan tambahan beberapa bahan lainnya.Untuk masalah rasa, jangan ditanya lagi. Gurih dan bikin ketagihan.

Latopia yang terkenal dapat dibeli di  Toko Glempang setelah pintu kereta stasiun Slawi atau bisa didapatkan di pusat oleh-oleh khas Tegal atau toko terdekat.Jadi, apabila mampir di Tegal, jangan lupa membeli latopia khas Tegal ini

 

KAWASAN WISATA DI KABUPATEN BREBES

Agrowisata Kaligua

kebun teh kaligua

Perkebunan Teh Kaligua

Perkebunan teh Kaligua merupakan kawasan wisata agro dataran tinggi yang terletak Kaligua di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tepatnya di wilayah Brebes bagian Selatan. Wisata agro Kaligua dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan daya dukung potensi alam yang indah. Hasil pengolahan perkebunan teh Kaligua adalah berupa produk hilir teh hitam (black tea) dengan merk “Kaligua” dalam kemasan teh celup dan serbuk. Jadi wisatawan yang berkunjung dapat langsung menikmati hangatnya teh hitam (black tea) Kaligua atau dapat membeli sebagai oleh-oleh.

Aksesibilitas

Puncak sakub, dimana kita bisa melihat puncak gunung slamet

Puncak sakub, dimana kita bisa melihat puncak gunung slamet

Lokasi wisata agro Kaligua terletak sekitar 10 kilometer dari arah kota Kecamatan Paguyangan, atau sekitar 15 kilometer dari Bumiayu. Jalur transportasi dapat ditempuh melalui jalur utara via Brebes atau Tegal-Bumiayu-Kaligua, Cirebon-Bumiayu-Kaligua, dan jalur selatan via Purwokerto-Paguyangan-Kaligua. Jalur tersebut dilewati jalan utama Tegal-Purwokerto, tepat masuk lewat pertigaan Kaligua, Kretek. Perjalanan mulai berkelok-kelok, dan naik-turun.

Geografis

Perkebunan teh Kaligua berada pada ketinggian 1200 – 2050 m dpl. Kondisi udara sangat dingin, berkisar 8° – 22° C pada musim penghujan dan mencapai 4° -12° C pada musim kemarau. Jadi tidak heran kalau wilayah perkebunan teh ini hampir selalu diselimuti kabut tebal. Perkebunan teh tersebut terletak di lereng barat Gunung Slamet (3432 m dpl)yang merupakan gunung tertinggi kedua di pulau jawa setelah Gunung Semeru. Dari salah satu tempat di perkebunan teh Kaligua kita dapat menikmati keindahan puncak gunung Slamet dari dekat, yaitu puncak Sakub. Nah jika ke Kaligua maka sempatkanlah untuk menikmati keindahan panorama indah, sekaligus kita dapat melihat keindahan gunung Ciremai, Tegal, dan Cilacap.

Sejarah

Perkebunan teh Kaligua merupakan warisan pemerintah kolonial Belanda. Pabrik dibangun pada tahun 1889 untuk memproses langsung hasil perkebunan menjadi teh hitam. Kebun ini dikelola oleh warga Belanda bernama Van De Jong dengan nama perusahaan Belanda John Fan & Pletnu yang mewakili NV Culture Onderneming. Sebagai penghargaan makam Van De Jong masih terawat sampai saat ini di lokasi kebun Kaligua.

Konon pada saat pembanguan pabrik, para pekerja membawa ketel uap dari Paguyangan menuju Kaligua ditempuh dalam waktu 20 hari. Peralatan tersebut dibawa dengan rombongan pekerja yang berjalan kaki naik sepanjang 17 km. Selama proses pengangkutan tersebut, para pekerja pada saat istirahat dihibur oleh kesenian ronggeng Banyumas. Sampai sekarang setiap memperingati HUT pabrik Kaligua setiap tanggal 1 Juni selalu ditampilkan kesenian tradisional tersebut.
Fasilitas :

Kawasan wisata agro Kaligua memberikan banyak pilihan untuk wisata. Sebab, terdapat beberapa situs wisata menarik yang berada di seputaran Kaligua. misalnya Gua Jepang, Tuk Benih, Gua Angin, Makam Pendiri kebun Van De Jong. Beberapa vila milik perkebunan bisa dimanfaatkan oleh pengunjung yang ingin bermalam. Kawasan perkebunan teh Kaligua, selain menarik untuk sarana wisata keluarga, juga sangat cocok untuk refreshing bagi orang kota yang setiap hari disibukkan oleh rutinitas kerja. Untuk melayani wisatawan, pihak perkebunan menyediakan fasilitas homestay (penginapan) yang cukup baik.

Fasilitas ; penginapan, wisma Flamboyan (6 kamar),Wisma Dahlia (3 kamar), Wisma Kenanga (2 kamar),Wisma Anggrek (2 kamar), Gedung Pertemuan, Areal Camping,Areal outbond, Gazebo, Lapangan Sepak Bola, Lapangan Tenis, Lapangan Volley, Tennis Meja & Billyard, Tea & Coffee corner (kafe), Hiburan Musik Orgen Tunggal, Jasa Layanan Teh & Catering, Pusat Layanan Kesehatan, Sarana Ibadah

Penunjang

Tak jauh dari lokasi tersebut, di sekitar Pandansari, terdapat sebuah tempat wisata yang tergolong langka. Yakni, sebuah telaga yang dihuni jutaan ikan lele jinak (Telaga Ranjeng). Lokasi telaga itu berada di tengah hutan lindung dan masih berada dalam pengawasan Cagar Alam Nasional.

Paket Wisata :

1. Wisata Edukasi/ilmiah ; perkebunan teh, budiadaya, persiapan benih, pemeliharaan, panen, pengolahan pabrik, produk siap seduh. Umumnya para pelajar dan mahasiswa sering berkunjung ke Pabrik untuk melihat langsung budidaya teh dan proses pengolahan teh.

2. Wisata Rekreasi Keluarga (Family gathering) dilengkapi taman bermain anak, kolam renang air hangat untuk anak-anak. Umumnya pada hari libur nasional dan hari minggu banyak yang berkunjung ke kebun teh dan danau renjeng.

3. Wisata historis/budaya.

4. Wisata Petualangan ; permainan & outbond dapat juga sebagai pos awal pendakian menuju gunung Slamet. Setiap musim liburan sekolah banyak para siswa yang mengadakan kegiatan kemah, sekaligus outbound. Disamping itu karyawan perusahaan swasta di wilayah Brebes, Tegal, Cirebon, dan Purwokerto juga mengadakan corporate gathering. Perusahaan swasta besar dari Jakarta juga pernah mengadakan pertemuan di kebun Kaligua

5. Wisata bisnis ; MICE (Meeting, conference, incentif, exhibition)

6. Wisata kebun (stroberi, kubis, kentang, tanaman hias)

7. Wisata olahraga (tennis, sepak bola, bola voli, billyard)

 

Telaga Renjeng

telaga renjeng

Telaga Ranjeng, atau biasa juga diucapkan telaga renjeng berlokasi di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Telaga Ranjeng merupakan objek wisata air potensial di kabupaten Brebes.

Telaga Ranjeng / Renjeng

Telaga Ranjeng yang dibangun tahun 1924, berada di bawah kaki Gunung Slamet dan merupakan bagian dari kawasan cagar alam milik Perhutani Pekalongan Timur. Cagar alam tersebut memiliki luas empat puluh delapan setengah hektar terdiri dari hutan damar dan pinus yang mengelilingi telaga, yang sebelumnya merupakan tempat mandi para tokoh kerajaan di Jawa.

Daya tarik dari Telaga Ranjeng adalah udara pegunungan yang sejuk, hutan lindung, cagar alam, serta terdapat beribu-ribu ikan lele yang jinak dan dianggap keramat, yang dianggap sebagai penghuni telaga.

Konon ikan lele penunggu Telaga Ranjeng yang memiliki kedalaman tiga meter, hanya bisa diajak bermain -main dan tidak diperkenankan untuk diambil meski hanya satu ekor.

Penunggu telaga menceritakan pernah ada seorang wisatawan yang mencoba mengambilnya namun sampai di rumah orang tersebut kemudian sakit-sakitan baru sembuh setelah mengembalikan ikan lele ke Telaga Ranjeng.

Benar atau tidaknya cerita tersebut, yang jelas Telaga Ranjeng merupakan aset wisata yang memiliki daya tarik tersendiri sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat sekitar dan pemerintah untuk mengembangkan tempat tersebut.

Pantai Randu Sanga

pantai randu sanga

Pantai Randusanga atau yang sekarang lebih dikenal dengan Pantai Randusanga Indah (Parin) berlokasi di Randusanga Kulon sekitar 7 KM ke arah utara dari jalan raya Pantura kota Brebes. Obyek wisata ini sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes yang dibangun sekitar tahun 2001, dan untuk saat ini keberadaannya dikelola oleh Kantor Pariwisata Kabupaten Brebes. Di sepanjang jalan menuju pantai Randusanga akan banyak ditemui perkebunan bawang merah yang terhampar luas, sedangkan mendekati lokasi pantai, akan banyak di temui tambak– tambak yang umumnya digunakan untuk budidaya bandeng dan rumput laut.
Pantai Randusanga Indah

Di lokasi pantainya sendiri akan dijumpai panorarama pantai yang masih alami disertai fasilitas mainan anak, mandi laut, panggung gembira, arena balap motor (grass track), camping ground, kafe dan rumah makan khas ikan laut bakar serta kios-kios yang menjual oleh-oleh khas Brebes berupa telur asin dan bawang merah. Menjelang senja hari, para pengunjung dapat menikmati indahnya panorama terbenamnya matahari di cakrawala pantai.

Obyek Wisata Pantai Randusanga Indah memiliki panjang sekitar 2 Km dengan luas lahan sekitar 30 Ha, namun yang baru dikembangkan sekitar 10 Ha, berbagai atraksi wisata yang ada di obyek wisata ini yaitu atraksi wisata anak yang dilengkapi dengan panggung gembira anak-anak, kolam becak air dan waterboom, arena wisata remaja dan dewasa yang dilengkapi dengan bangunan pendopo, penggung hiburan terbuka dan kafe, arena wisata bahari berupa pemandangan laut yang dilengkapi dengan anjungan dan gazebo. Selain atraksi wisata, obyek wisata ini juga dilengkapi dengan berbagai sarana dan fasilitas wisata untuk mendukung atraksi tersebut diantaranya yaitu mushola, toilet, fasilitas perdagangan, kantor pengelola dan lain sebagainya. Obyek wisata ini bisa menjadi trip alternatif untuk wisata sepeda atau jalan-jalan karena mempunyai garis pantai cukup panjang, dengan pasir pantainya yang tanpa batu dan udara laut yang segar sehingga menjadikan wilayah ini ideal untuk jalan-jalan.

KULINER KHAS BREBES

Bagi Anda yang biasa melakukan “ritual” mudik, dari Jakarta dan kota-kota sekitarnya menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur, bila melalui jalur Pantura (Pantai Utara Jawa) tentunya akan melewati Kabupaten Brebes. Dan sudah menjadi kebiasaan bagi para pemudik untuk selalu singgah di kota-kota yang dilewati selama perjalanan untuk sekedar melepas lelah, sholat, dan tentunya berburu kuliner. Karena kesempatan ini menjadikan berbeda berburu kuliner yang tidak dijumpai sehari-hari di tempat tinggal atau disekitar kita bekerja selama ini, dan sudah menjadi buah bibir bahwa kuliner di daerah jawa selain murah tentunya nikmat dan cocok di lidah orang Indonesia pada umumnya.
Kali ini, dalam perjalanan pulang dari Jawa selepas berkunjung ke sanak famili menuju kembali ke Serang-Banten, tepat di Alun-alun Kota Brebes kami berhenti untuk melepas lelah dan sholat ashar karena hari sudah menjelang sore hari. Masjid Agung Brebes berada di sebelah kanan alun-alun kota dan biasanya bila kami melewati alun-alun ini memang selalu berhenti, selain untuk istirahat tentunya belanja telor asin yang menjadi ikon Kabupaten Brebes.

Nah, kali ini kami berbeda karena melihat kondisi alun-alun sore hari yang sudah ramai oleh pengunjung dan pedagang kaki lima disekitar area alun-alun. Kami melihat banyak terdapat warung kaki lima bertulisan “Kupat Glabed” dan “Sate Blengong”. Penasaran tentunya, jadi kepengen untuk merasakan bagaimana dan apa itu makanan. Tanpa sungkan-sungkan dihampiri dan tanya-tanya tentang makanan khas ini.

Kupat Glabed

kupat glabbed

Sama seperti halnya kupat-kupat biasa yang ada di tanah Jawa, disuguhkan dengan menggunakan kuah bersantan pekat berwarna kuning. Kemudian ditaburkan dengan kerupuk berbahan beras dan bawang goreng, bila anda suka dapat ditambahkan dengan potongan daging bebek yang diolah menjadi satu dengan sayur kuah santan tadi. Setelah itu kembali diguyur semacam sambel khas untuk memberikan rasa pedas dan segar. Satu porsinya seharga Rp11.000,00.

Sate Blengong

Berbahan daging bebek yang diolah dan dimasak menyerupai sate, dengan bumbu bersantan disajikan pertusuk seharga Rp3.000,00. Seperti ada rasa kacangnya terasa sangat nikmat, kami menikmati sate ini bersama dengan kupat glabed. Sate ini menjadi kegemaran masyarakat setempat, terlihat dari pengunjung yang memadati penjual sate yang khusus menjualnya dengan cara dibungkus, karena penjual tersebut tidak menyediakan area untuk makan di tempat.

Dari kedua kuliner khas Brebes ini, satu menjadi kesimpulan adalah menggunakan daging bebek sebagai menu utamanya. Dari tanya-tanya tadi, tentunya hal ini berhubungan dengan Brebes dengan ikon telor asinnya sehingga banyak produksi bebek dan berbagai olahannya.sate-blengong

Pada awalnya, bebek yang di olah menjadi makanan adalah bebek-bebek yang sudah tidak produktif untuk bertelor lagi tetapi karena lambat-laun kebutuhan bebek untuk diolah menjadi masakan, akhirnya diternakkan juga bebek yang khusus untuk bebek potong. Hal ini selain memberikan daging bebek yang segar karena masih berumur muda, juga memberikan diversifikasi pendapatan masyarakat setempat.

Telur Asin Brebes

telur-asin-

Jika pernah melewati jalan raya antar provinsi di sepanjang pantai utara Jawa, Anda pasti akan disapa oleh telur asin begitu memasuki wilayah Kabupaten Brebes. Telur asin, yang mungkin mudah saja dibikin sendiri di rumah, menjadi berbeda jika diberi label “Asli dari Brebes”.Selain karena sudah dikenal, telur asin asli Brebes memang berbeda dalam hal rasa. Telur asin asli Brebes lebih gurih dan masir. Yang tidak percaya, bolehlah mencoba.

Telur asin Brebes dipanen dari bebek-bebek unggul yang diberi makanan berkualitas. Pemeliharaan bebek juga melalui proses penggembalaan, atau orang Brebes menyebutnya barah atau boro, sebelum dikandangkan.Belakangan, tepatnya beberapa tahun terakhir, tidak hanya telur asin rebus saja yang ditawarkan. Ada telur asin panggang dan telur pindang, bisa asin ataupun tawar. Sebelumnya pernah ada juga telur bebek rasa pedas.

Telur bebek pangon masih menjadi unggulan, harganya pun lebih mahal. Telur pangon adalah telur asin rebus yang telurnya dihasilkan oleh bebek yang hanya diangon (digembalakan). Bebek-bebek ini mengambil makanan dari alam sehingga pakannya pun sangat variatif, mulai dari padi, biji-bijian, cacing, hingga serangga. Karena hidupnya di sawah, bebek pun bertelur di sawah, bukan di kandang. Telur pangon memiliki rasa lebih gurih dan enak. Jika diasinkan, bagian kuning telur terlihat masir dan berminyak.

Jika harga telur asin rebus Rp 3.000 per butir, telur asin panggang tentunya lebih mahal, Rp 3.500 per butir. Telur pangon? Rp 3.400 per butir. Tidak ada data pasti berapa jumlah toko telur asin di Brebes, yang bertebaran antara lain di sepanjang pantura, Jalan Sultan Agung, seputar alun-alun, dan di warung-warung kecil di jalan-jalan lingkungan. Itu belum termasuk warung yang ada di kampung-kampung.

 

KAWASAN WISATA DI BANYUMAS

Batu Raden

batu raden

SEJARAH

Baturraden berasal dari dua kata yaitu Batur yang dalam bahasa Jawa berarti Pembantu, Teman, atau Bukit & Raden yang dalam bahasa juga berarti Bangsawan. Cerita tentang Baturraden ada dua versi. yaitu versi Kadipaten Kutaliman & versi Syekh Maulana Maghribi

Versi Kadipaten Kutaliman – Pada Ratusan tahun silam konon terdapat sebuah Kadipaten yang terletak 10 Km disebelah Barat Baturraden. Adipatinya mempunyai beberapa anak perempuan & seorang gamel (pembantu yang menjaga kuda). Salah Satu Anak Perempuannya jatuh cinta dengan gamel. Cinta mereka dilakukan secara sembunyi-sembuyi. Sesudah mendengar berita, bahwa anak perempuannya jatuh cinta dengan pembantunya, sang Adipati marah & mengusir gamel & anak perempuannya dari rumah. Diperjalanan dia melahirkan bayi didekat sungai, kemudian mereka menamakannya sungai Kaliputra. (Kali berarti Sungai & Putra berarti anak laki-laki). Letaknya kira-kira 3 Km sebelah utara Kutaliman. Akhirnya mereka menemukan tempat yang indah, & memutuskan untuk tinggal di tempat tersebut. Berdasarkan versi pertama tersebut nama Baturaden seharusnya ditulis dengan dua “R” karena versi tersebut berasal dari kata “Batur” & “Raden” menjadi “Baturraden”.

Sunan Gresik,Syekh maulana malik ibrahimSyekh Maulana Maghribi – Syekh Maulana Maghribi adalah seorang ulama. Dia seorang Pangeran dari Turki. Suatu hari setelah Subuh, dia melihat cahay misterius bersinar disebelah Tenggara. Dia ingin mengetahui darimana cahaya misterius itu datang & apa artinya. Dia memutuskan untuk mencari tahu. Dan dia ditemani oleh sahabatnya, Haji Datuk. & pekerjanya. Mereka berlayar menuju kearah datangnya cahaya misterius tersebut. Kemudian setelah Syekh Maulana Maghribi sampai di Pantai Gresik, cahay misterius tersebut tampak disebelah Barat, & akhirnya mereka sampai di pantai Pemalang Jawa Tangah. Ditempat ini Dia meminta para pekerjanya untuk pulang. Sementara itu dia ditemani oleh Haji Datuk untuk melanjutkan perjalanannya dengan jalan kaki menuju kearah Selatan sambil menyebarkan agama Islam. Kemudian Syekh Maulana Maghribi tinggal di Banjar Cahayana. Ditempat itu Dia terkena penyakit gatal yang serius dan susah disembuhkan. Sesudah sholat Tahajud.dia mendapat Ilham bahwa dia harus pergi ke Gunung Gora. Sesudah sampai di lereng Gunung Gora Dia meminta Haji Datuk untuk meninggalkannya& menunggu ditempat yang mengepulkan asap. Ternyata disitu ada sumber air panas & Syekh Maulana Maghribi menyebutnya ” Pancuran Pitu” yang artinya sebuah sumber air panas yang mempunyai tujuh mata air. Setiap hari Syekh Maulana Maghribi mandi secara teratur di tempat itu, dengan begitu dia sembuh dari penyakit gatalnya. Orang sekitar menyebut Syekh Maulana Maghribi sebagai “Mbah Atas Angin” karena Dia datang dari sebuah negeri yang jauh. Dan Syekh Maulana Maghribi dinamakan Haji Datuk Rusuhudi ( Dalam bahasa Jawa berarti Batur yang Adil atau Pembantu Setia). Tempatnya terkenal dengan satu “R” dan bernama “Baturaden”. Karena Syekh Maulana Maghribi sembuh dari penyakit gatal & aman dilereng gunung Gora. Selanjutnya Dia mengganti nama Gunung Gora itu menjadi Gunung Slamet. Slamet dalam bahasa Jawa berarti aman. Tempat dimana Syekh Maulana Maghribi sembuh dianggap sebagai tempat keramat oleh orang sekitar. Banyak orang dari Purbalingga, Banjarnegara, & Pekalongan mengunjungi tempat tersebut pada Selasa Kliwon & Jum’at Kliwon.

GEOGRAFIS

-visit_to_BaturadenLokawisata Baturraden terbentang di sebelah Selatan kaki gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 meter diatas permukaan laut. Baturraden terletak hanya I4 km dari pusat kota Purwokerto yang dihubungkan dengan jalan yang memadai. Di Baturraden wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang indah dan udara pegunungan yang segar dengan suhu I 8C-25C.

Sedangkan Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 m, merupakan gunung berapi terbesar dan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa. Jika cuacanya bagus, kota Purwokerto, Pantai Cilacap dan Nusakambangan dapat terlihat dari Baturraden. Ketika kita melihat gunung Slamet kita dapat melihat lereng gunung Slamet yang ditutupi oleh hutan heterogen. Taman rekreasi ini menyajikan alam pegunungan dan lembah sunyi yang dihiasi air terjun serta sumber air panas belerang Pancuran Telu. Di tempat ini juga dapat dinikmati berbagai mainan anak, kolam renang, tempat pemandian air panas, kereta mini, kolam luncur, sepeda air dan kebun binatang Kelola Widya Mandala.

KULINER KHAS BANYUMAS

Tempe mendhoan

Tempe-mendoan

Sepertinya semua orang doyan sama tempe, salah satunya tempe mendoan yaitu tempe setengah masak, yang digoreng dengan balutan tepung. Enak banget dimakan anget-anget plus cabai rawit, hhmmmm….Saya juga salah satu penggemar tempe yang satu ini. Resep tempe mendoan ini  adalah makanan khas dari banyumas dan sekitarnya.

Gethuk Goreng

gethuk goreng

Getuk goreng adalah penganan khas Sokaraja yang manis dan gurih, dibuat dari singkong dan dibumbui gula kelapa. Getuk goreng ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1918 oleh Sanpirngad, seorang penjual nasi keliling di daerah Sokaraja. Pada saat itu getuk yang dijual tidak laku, sehingga beliau mencari akal agar getuk tersebut masih bisa dikonsumsi. Kemudian, getuk yang tidak habis dijual pada hari itu dia goreng dan dijual lagi. Ternyata, makanan baru tersebut digemari oleh para pembeli.[1]

Saat ini getuk goreng dapat dengan mudah ditemui di sepanjang jalan di Sokaraja. Getuk yang digoreng juga bukan lagi getuk yang tidak laku dijual, melainkan sengaja dibuat untuk digoreng dan rasanya ada banyak pilihan gula jawa, duren, nangka, keju dan lain-lain.

Jenang Jaket

jenang jaket

Namanya memang Jaket, tapi tidak ada hubungannya dengan pakaian. Ini adalah makanan yang terbuat dari tepung dan juga gula melalui proses yang panjang. Tapi karena ciri khasnya, jenang jaket sudah lama menjadi makanan tradisional yang paling banyak dicari. Bahkan pada hari-hari besar (hari raya) seringkali produsen jenang jaket  menolak pesanan. Ini dikarenakan Jenang Ketan proses pembuatnnya lama dan juga membutuhkan ketekunan. kalau anda berkunjung ke Purwokerto dan ingin mengunjungi sentra pembuatan jenang jaket silahkan datang saja ke kawasan produksi jenang jaket di daerah MERSI Purwokerto.
Jenang ketan bisa anda sajikan pada momen seperti:
     1. Hidangan pada saat kumpul dengan keluarga
     2. Hidangan untuk menjamu tamu istimewa anda
     3. Hidangan pada acara arisan, Pesta perkawinan dll.
     4. Hidangan penutup di acara prasmanan baik di hotel ataupun ditempat pesta
Itulah ketiga daerah yang memiliki tempat wisata pegunungan yang sangat Indah ditambah dengan khasan kuliner masing-masing. bila anda merencanakan destinasi tujuan wisata yang murah meriah bisa mengunjungi Portugal Bes= Purwokerto- Tegal-Brebes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s