Menikmati kesejukan di tengah Taman Giant para kaum Cendekia

suasana hutan ui

“ Setidaknya dibutuhkan waktu 30 menit sampai satu jam jalan kaki untuk mengitari jalanan setapak ditengah  hutan kota sambil menikmati sensasi yang sulit didapatkan di tengah deru kebisingan kota besar. Seakan bernostalgia ke belakang  15 tahun silam saat masih menimba ilmu dipadepokan ditengah hutan yang  terdapat 6 danau luas di kawasan Kampus UI ini”. Bagi orang awam yang tidak pernah menginjakan kaki ke kawasan Hutan kota UI ini yang merupakan kawasan kampusi UI, akan mengira kawasan UI adalah kawasan pendidikan yang hanya terdiri dari bangunan maupun sarana perkuliahan serta hilir mudik cantrik-cantrik pencari ilmu ( bukan ilmu kanoragan tentunya).

Sehingga untuk datang sekedar melihat-lihat kawasan pencetak kaum cendekiawan bangsa itu rasanya sungguh tidak mungkin, padahal luas kawasan padepokan sekaligus hutan kota ini 300 hektar. Dan kawasan ini tersebut mudah dilalui dan dijangkau keberadaanya bagi masyarakat komuter/pelintas Jakarta-Depok-Bogor baik yang menggunakan kendaraan roda empat ataupun kereta api .

Ternyata tidak, mahkota hijau sebagai miniatur hutan Tropis Indonesia rupanya ada di kawasan yang memiliki luas sekitar 100 hektar untuk kawasan hutanya.Ketika kita  berada dikawasan utara Fakultas teknik UI dan Fakultas Ekonomi, anda bisa memasuki kawasan hutan kota UI ini yang didalnya juga terdapat danau buatan yang berfungsi sebagai resapan air.kawasan hutan Kota ini adalah kawasan ekosistem pepohonan yang bersumber dari berbagai jenis pepohonan dari wilayah barat (wales barat) seperti jati, meranti. Kopi dan karet hingga wilayah bagian timur (wales timur) di Indonesia seperti kayu hitam, cengkeh, pala, matoa dan kawasan vegetasi asli Jabodeatabek di dalam kawasan ini juga ada komplek kuburan keramat tua loh.

Di kawasan hutan yang awalnya  adalah perkebunan karet dan kemudian dijadikan hutan penelitian pada tahun 1956 ini, kita akan menemukan kesan kedamain yang menyatu dengan alam. Kesejukan, keasrian, dan ketidaksendirian  karena ternyata hutan ini banyak dilintasi para pengunjung apalagi di hari minggu. Sebagain bersepeda, berjalan-jalan , jogging orangtu dan keluarganya, pemancing atau para penjala ikan di danau dalam kawasan hutan.

Para pecinta sepeda pun dapat menggunakan jalur downhill sepanjang 300 meter yang dikenal trek mangkuk atau menjajal trek nyamuk sepanjang 3,2 km yang rutenya berputar-putar didalam hutan melewati sisi danau, dan kembali ke dalam hutan.

Hanging Bridge

Untuk memasuki kawasn hutan kota UI ini tidak dipungut biaya hanya biaya parkir saja saat masuk pintu gerbang masuk kawasan Ui ini untuk Mobil 2000 rupiah dan untuk motor gratis. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam jalan kaki untuk menyusuri kawasan hutan ini melewati jalur setapak yang sudah dibuat. Suara sautan burung-burung dan binatang hutan lainya pun terdengar, pandangan mata akan terhalaus edikit oelah rimbunya ratusan pepohonan meranti dan arborectum, ditambah dibeberapa tempat terdapat sisa pohon tumbang yang tua dan lapuk dimakan usia, menjadikan sensasi hutan sebenarnya terasa meskipun hanya hutan kota. Meskipun sesekali terdengar suara deru kereta api komuter line jakarta bogor melintas yang memang terletak  disamping kawasan hutan kota  ini.

Penangkaran Rusa dan 6 danau

Puas dengan menikmati pemadangan dan udara sejuk kawasan hutan kota ini, kita bisa menyambangi juga lokasi penangkaran rusa timor ( cervus timo0rensis) dan mendatangi  6 danau di kampus UI ini yaitu danau Kenanga, Aghatis, Mahoni, Puspa, Ulin dan salam. Bisa juga mendatangi rumah makan bila lapar mang engking dengan konsep saung atau pedagang keliling yang ada apalagi di hari minggu. Danau-danau tersebut berfungsi daerah resapan air  bagi kawasan Jakarta. Danau-danau yang diberi nama khas itu kebaanyakan dimanfaatkan untuk kegiatan memancing, tempat wisata keluarga di sore hari dan hari libur juga ada sebuag danau di depan Asrama mahasiswa ui setiap tahun diadakan lomba perahu naga antar fakultas di uI dan juga dari instansi lainya. Sungguh menjadi pemandangan yang tidak terlupakan bagi kita semua. Di tengah kawasan pencari ilmu terdapat area yang mendukung kelestarian alam sekaligus menjadi tempat rekreasi murah dan melepas penat di tengah hiruk pikuk dan semrawutnya kota besat tanpa perlu jauh-jauh dan terjebat kemacetan panjang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s