Warung Padang rasa Jawa

Menurut sebagian masyarakat Indonesia, menu masakan yang paling enak untuk disantap adalah menu masakan yang berasal dari dari daerah Padang (Sumatera Barat). Bahkan, saking terkenalnya menu masakan tersebut, maka hampir di setiap kota yang ada di Indonesia, warung makan yang menyediakan dan menjual menu santapan khas dari tanah Minangkabau tersebut acap kali kita jumpai. Bahkan rendang pun diakui oleh dunia sebagai masakan Indonesia yang mampu menembus top 50 makanan terenak versi CNN.

Hampir sama dengan daerah-daerah lain yang ada di Indonesia, Warung Padang (baca: Nasi Padang) ternyata banyak kita jumpai di kota Jakarta ini. Namun, dari sekian banyak warung Padang pada umumnya, ada satu keunikan tersendiri, yaitu penjual nasi Padang yang ada di daerah gang buaya depan Sudirman park  ini bukanlah asli orang Padang. lah pelayanya ngomongnya pakai bahasa jawa iku  teh manisnya di gawa mrene yaaa. saat saya memesan seporsi makanan padang karena belum ada warung-warung makanan lain yang buka, hanya warung padang simpang ampek ini yang buka. Sama seperti warung tegal tidak semau warung tegal asli orang tegal ada dari yogya, brebes, ciamis bahkan dari amerika gak percaya itu A&W (American Warteg).

Hmmmm…..percaya nggak percaya, itulah kenyataannya. Ternyata resep atau bumbu “rahasia” masakan orang padang, telah mengalami “kebocoran” dan telah tersebar ke berbagai suku bangsa di negeri ini. Aku juga nggak begitu tahu pasti apakah “nasionalisme” orang Padang terhadap makanan telah mengalami “penurunan”? Atau orang Padang memang sengaja untuk menyebarkan bumbu atau resep rahasia yang telah telah diwariskan nenek moyang mereka secara turun temurun pada siapa saja dari mereka yang ingin belajar memasak? Yang pasti itulah kenyataan yang Aku lihat dan Aku rasakan pada saat ini.

Nah, jika Anda adalah seorang pendatang yang baru singgah di kota Jakarta, maka tentunya tidak begitu sulit untuk menemukan warung makan  Padang di sini. Di sini warung-warung yang menjual menu masakan ala Padang sangat mudah untuk kita jumpai. Sebut saja: Simpang Ampek, Selera Bundo, Sakato, Siang Malam,Sederhana dan lain-lain.
Kesemuanya itu adalah nama rumah makan (RM) yang menjual menu makanan khas Padang dengan rasa yang “mungkin” tidak berbeda dengan RM Padang yang ada di daerah-daerah lain pada umumnya. Hanya saja di kota Jakarta  ini banyak RM Padang yang berbentuk KW (baca: asli tapi palsu) karena penjual atau pemiliknya bukanlah orang Padang, melainkan orang Jawa.

Akan beda kasusnya dengan rumah makan Lamongan, Wong Solo dan Nasi Rames atau apapun yang ada di kota ini. Walaupun pemilik dan penjualnya berjualan di daerah ini, tapi mereka tetaplah orang Jawa “asli” yang berasal dari daerah dimana makanan itu berasal.

Bagiku fenomena RM Padang di kota Jakarta sangatlah unik, dimana suatu produk yang dibuat bukan oleh sang “pemilik aslinya”. Namun, rasa yang disajikan tetap mencerminkan keaslian dari rasanya. Bahkan, salah satu sahabatku pernah berseloroh ketika baru saja pulang dari makan siang di salah satu “rumah makan Padang ala Jawa” ini dengan berkomentar: “Benar-benar top markotop boy rase dan hargenye”.  pas dikantong gak bikin bolong Hehehehe! Tidak seperti iklan rokok anak kost yang datang kerumah padang rame-rame tetepi hanya  menyantap nasi dan kuahnya saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s