Pepatah Jawa dalam Dunia Bisnis

Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki beragam norma yang telah menjadi pegangan atau pedoman hidup sehari-hari.Demikian pula orang Jawa. Dalam Khazanah hidup kebudayaan Jawa, tersimpan ribuan petuah bijak yang masih diamalkan sampai saat ini walau zaman katanya sudah modern seperti bibit,bebet, bobot. Gremat Gremet asal slamet, alon-alon waton kelakon.

Pepatah terakhir  ini sering banyak orang salah kaprah menginterpretasikanya bahwa ini berhubungan dengan  kemalasan dan sikap pasrah. padahal sesungguhnya pepatah ini bila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam dunia Bisnis sangat tepat.

Gremat-gremet waton slamet, Alon-alon  waton kelakon

Artinya Gremat-gremet waton slamet,  ( merayap asalkan selamat), alon-alon waton kelakon (pelan-pelan asal kesampaian). Dalam Dunia Bisnis bagi kita yang sedang merintis bisnis pepatah ini sungguh tepat tidak ada yang instan dalam bisnis semua butuh proses, perhitungan dan ketelitian kalau  salah bisa buntung bukan untung. kalau Bisnis Instan gulung tikarnya juga instan, sama seperti kasus koperasi langit biru oleh oknum yang mengaku ustadz jaya komara, semua tergiur untung yang instan dan sesaat dan perhitungan dan prinsip kehati-hatian yang ada adal kebuntungan yang diperolah.

Makna pepatah tersebut adalah mengingatkan agar jangan terburu-buru dan berbuat ceroboh. Setiap tindakan dan perbuatan harus diperhitungkan dengan cermat. sama dalam merintis bisnis, apa gunanya kelihatan cepat berhasil biar dibilang sukses? apabila  proses yang dikerjakan justru mendatangkan malapetaka! misalnya utang yang berbunga untuk ekspansi usaha/cabang yang tidak perlu sebenarnya, yang dibutuhkan adalah fokus perbesar yang ada dan perbesar omzet dan keuntunganya.Modal diinvestasikan untungnya diputar terus,  Penulis merasakan dalam merintis bisnisnya semuanya dimulai dari nol dari modal ratusan ribu, sampai besar, dari satu merk kemudian bertambah sampai 15 merk semuanya dilalui dengan proses tidak instan. Pernah tergoda untung besar eh malah buntung besar puluhan juta melayang, karena kurang cermat dan kalkulasi.

Kendati goal setting harus dikejar, namun tetaplah sabar dan tidak ceroboh dalam meraihnya, kita bisa belajar dari kasus klenger burger yang sekarang mati suri atau mati beneran, karena saya lihat banyak yang kosong melompong gerainya.2-3 tahun yang lalu gaungnya sangat besar namun sekarang sayup-sayup nyaris terdengar.Semoga kita yang sedang merintis bisnis tidak mudah tergoda dengan franchise instan demi mengejar popularitas atau dianggap sukses. karena Dunia usaha begitu dinamis, kompetitor kanan-kiri semuanya melakukan Red Ocean jika kita tidak kuat dan inovatif maka kita yang akan gulung tikar.

Nah apakah anda punya flasafah atau peganngan dalam menjalankan bisnis anda yang dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis anda, boleh dong sharing! karena dengan sharing anda telah bersedekah ilmu yang pahalanya tidak pernah habis walau anda sudah tidak ada di Dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s