Punya Keinginan untuk Berbisnis? Lakukan 4 hal berikut ini

Tidak jarang kita sering menjumpai seseorang pekerja kantoran yang mengatakan, “Saya akan mencoba berwirausaha suatu saat nanti.” Tetapi ketika ditanya di lain waktu, orang tersebut masih mengatakan “suatu saat nanti.” Alhasil mayoritas dari mereka justru  tidak pernah mewujudkan niatnya tersebut. Mereka tidak melakukan Action tidak mencari cara agar keinginan tersebut terlaksana.

Kebanyakan dari orang kerap dibayangi oleh kekhawatiran akan risiko kegagalan berbisnis/berwirausaha itu sendiri. Pikiran orang bahwa usahanya akan gagal, sering kali lebih besar ketimbang keinginannya untuk menjadi pengusaha, apadahal mereka belum melakukkan tindakan apapaun. Jadi secara mental mereka sudah jatuh karena paranoid yang berlebihan, Padahal seorang berbisnis/enterepreneur harus punya mental tahan banting, tidak mudah putus asa dan berani gagal.Ingat pepatah “kegagalan adalah sebuah sukses yang tertunda”. Menurut Forbes, kemampuan untuk mengambil risiko untuk berwirausaha, sangat sedikit hubungannya dengan kepribadian seseorang. Mengambil risiko untuk berwirausaha lebih besar hubungannya terhadap bagaimana kemampuan aksebilitas dan bagaimana dia mengenal pengalaman berwirausaha itu sendiri.

Mereka yang dapat membayangkan dirinya sedang menjalankan bisnis, dialah yang sering bisa mewujudkan niat wirausahanya. Jadi otak bawah sadar kita akan mempengaruhi keberhasilan bisnis itu sendiri. Sedangkan mereka yang selalu dibayangi kekhwatiran bahwa wirausaha adalah sebuah hal yang menakutkan, yang penuh risiko, akhirnya tidak pernah mewujudkan niatnya. Karena sudah kalah sebelum berperang.

Berikut empat tips yang diharapkan bisa membantu mewujudkan niat wirausaha Anda:

Pertama, cari teman-teman baru. Salah satu cara terbaik untuk mempelajari wirausaha adalah dengan berteman dengan sejumlah pengusaha. Tidak musti berteman dengan pengusaha yang kaya atau konglomerat karena anda pasti tidak aka diterima dikomunitas mereka, tetapi bertemanlah dengan pelaku usaha yang biasa di mana dia bekerja untuk dirinya sendiri. Mulai dengan bergaul dengan pengusaha yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Itu bisa membantu menciptakan pemikiran, “Jika mereka bisa, maka saya juga.”

Bertemulah dengan pelaku usaha dari berbagai industri di komunitas ini. Semakin beragam gaya kewirausahaan yang ditemui, maka semakin kaya pengalaman kita. Dan semakin banyak yang bisa kita pelajari, karena dalam komunitas tentu lebih banyak interaksi dan sharing yang bermanfaat.

Lantas bagaimana jika kita tidak kenal satu orang pun pengusaha? Mulailah bertanya dengan orang-orang untuk mengenalkan Anda ke sejumlah pengusaha. Bisa juga dengan mengikuti sebuah kelompok lewat LinkedIn atau Facebook. Cari teman pelaku usaha dari sana. Siapa tahu Anda bisa banyak bertemu pengusaha lewat jejaring sosial tersebut.Anda bisa menemuinya di komunitas TDA (Tangan di Atas) mereka rata-rata adalah start up yang berhasil pindah kuadran dari orang kantoran menjadi entrepreneur atau berbisnis walau masih UKM (Usaha Kecil Milyaran), banyak sekali orang yang bergabung dikomunitas ini, anda bisa cek di facebook  TDA Jaksel, TDA Jakbar, TDA Jakpus,TDA Depok, TDA Bekasi, TDA Tangerang, TDA Bogor, TDA Bandung, TDA Surabaya, Yogya Malang dll.

Kedua, pilih sejumlah pelaku usaha sebagai panutan. Pelaku usaha yang dijadikan contoh kiranya yang sudah terbukti kesuksesannya di dunia usaha. Mungkin kita tidak bisa berbincang dengan mereka secara dekat, tapi kita bisa melakukan analisa kesuksesannya. Kita bisa memilih sejumlah merek ataupun perusahaan yang kita sukai.Tapi di Komunitas TDA kita bisa belajar dengan siapa saja asal siap dan serius ya, jangan mau belajar ketika disodori tugas untuk menjalankanya malah kabur, karena segudang  alasan gak punya waktulah, masih kerja ngantor lah dll, katanya mau belajar berwirausaha?

Lalu, coba telaah pemilik usahanya melalui banyak hal seperti situs perusahaannya dan profil pengusahanya di media atau artikel lainnya.Rata-rata pengusaha yang telah sukses dari komunitas TDA diliput di media baik Televisi, Koran bahkan memenangi event-event kewirausahaan seperti Wirausaha Muda Mandiri dll. Bahkan mungkin ada buku mengenai otobiografi pengusaha tersebut yang bisa kita baca. Pelajari kepribadiannya dan gaya kepemimpinannya yang telah sedemikian rupa membentuk mereka atau perusahaan yang dijalankannya.

Ketiga, coba senangi bisnis kecil sebagai seorang pelanggan. Selain berteman dengan pengusaha, penting juga untuk berhubungan dengan bisnisnya. Tidak perlu langsung berpikir sebuah bisnis besar, karena untuk besar harus dimulai dari kecil terlebih dahulu. Coba lirik sebuah bisnis kecil atau bisnis yang baru saja dimulai yang Anda sukai.

Cari tahu pengalaman atau cerita pemilik usahanya. Apa yang mereka lakukan untuk menjadi berbeda. Lantas berpikirlah sebagai seorang konsumen karena dengan cara itu Anda bisa tahu apa yang menarik yang kiranya bisa diambil sebagai masukan untuk usaha Anda.

Keempat, melawan mitos berbicara bisnis. Maksudnya, sering kali calon pelaku usaha berpikir bahwa dibutuhkan pengetahuan dan keahlian yang mumpuni untuk memulai usaha. Padahal tidak perlu menjadi lulusan MBA untuk berwirausaha. Pertama kali melakukan usaha adalah Action, ilmu bisa sambil jalan atau asumsikan dengan istilah “The Power Of Kepepet” setelah usaha jalan kemudian menemukan rintangan maka perlu belajar ilmunya agar bisa menjawab rintangan usaha tersebut.

Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan berbisnis? Coba berlangganan sebuah majalah bisnis dan baca sesuatu yang Anda suka.Bisa juga melalui seminar-seminar yang banyak sekali bertebaran dari pakar-pakar marketing dan pengusaha yang sukses seperti Hermawan Kertajaya, Tung Desem waringin. Memang ada nilai investasinya  tapi ilmunya pasti akan sangat bermanfaat. Jangan manjakan dengan sesuatu yang gratis, karena yang gratis hanya mengupas kulit luarnya saja. Melalui hal itu, Anda bisa melihat bagaimana seseorang mengembangkan bisnisnya ataupun bagaimana menangani suatu masalah dalam berbisnis.

Jika Anda telah mulai berteman dengan pelaku usaha, belajar banyak dengan membaca, atau seminar wirauasaha, berpikir lebih mengenai seperti apa menjadi seorang pengusaha, maka Anda akan tahu bahwa berbisnis tidak semenakutkan yang Anda pikir selama ini. Anda pun tidak perlu menunggu suatu waktu untuk menjadi wirausahawan, tapi sesegera mungkin. Sertakan juga Tuhan dalam Usaha anda  karena Tuhanlah yang memudahkan jalan usaha anda, dan berbagilah dengan sesama yang kurang beruntung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s