Memetik Ilmu dari Begawan-begawan Entrepreneur di Pesta Wirausaha 2012

pesta-wirausaha-2012 TDA

Perhelatan Pesta Wirausaha TDA 2012 berakhir sudah, 2 hari dengan berbagai acara seminar, expo, Class dan sesi networking. Dan materi dari banyak pembicara  yang notabenenya adalah para Begawan-begawan Entrepreneur telah berbagi Ilmunya dalam membangun kerajaan Bisnisnya kepada kita cantrik-cantrik di Pesta Wirausaha 2012. Berikut ringkasan Ilmu dari  para Begawan Enterpreneur yang bisa kita resapi dan bisa kita praktikan dalam bisnis kita yang masih dalam taraf membangun.

Chairul Tanjung, CEO CT Corp dahulu Para Group

Pembicara pertama adalah Chairul Tanjung (CT Corp dahulu Para Group) yang menyampaikan trend Ekonomi ke depan. Beliau menyampaikan bahwa berdasarkan riset (salahsatunya adalah dari laporan Departemen Riset HSBC) bahwa tahun 2050 mendatang perekonomian dunia akan dikuasai oleh China (The Greater of China), beliau menyampaikan bahwa 50% ekonomi dunia akan dikuasai oleh negara-negara di Asia, hal itu bisa jadi kenyataan lebih cepat, tahun 2045 atau tahun 2030.

Siapakah 50% negara-negara Asia itu ? Lebih lanjut Chairul Tanjung menjelaskan bahwa “penguasa” ekonomi dunia itu adalah :

1. Greater China yaitu China, Asia Timur seperti Korea dan Jepang diperkirakan populasinya menjadi 1,5 milyar orang. Pusat pertumbuhan ekonomi tertinggi ada di wilayah ini, diperkirakan tumbuh lebih dari 9%.
2. Greater India yaitu negara India dan sekitarnya diperkirakan populasinya menjadi 1,5 milyar
3. Wilayah Asia Tenggara yang akan menguasai juga perekonomian dunia yang beliau sebut dengan Greater Indonesia.

Pesan beliau dari uraian tersebut di atas adalah ikutilah trend, jangan melawan trend, belilah masa depan dengan harga saat ini.
Trend kedua yang dijelaskan bahwa diperkirakan bahwa penduduk bumi tahun 2045 berjumlah 9 milyar orang yang saat ini sekitar 7 milyar orang. Dengan demikian akan terjadi peningkatan demand terhadap makanan dan energi. Demand tidak meningkat 29% (2/7 x 100%) namun akan meningkat lebih dari 60% karena akan terjadi peningkatan pendapatan (income), dengan demikian akan terjadi krisis FEW yakni Food, Energy & Water. Jadi sudah seharusnya kita tahu apa yang harus dilakukan!

Berkenaan dengan krisis pangan, beliau menjelaskan bahwa masa mendatang Indonesia diperkirakan akan menguasai “kue“ Asia Tenggara, dari 50% menjadi 60%. Mengapa? Karena Tanah Indonesia dan Lautannya sangat luas dan masih belum dimanfaatkan dengan baik. Jadikan Indonesia sebagai lumbung dunia. Jangan hanya eksportir Sawit dan Karet terbesar, tetapi jadilah pengekspor beras terbesar juga.

Berkenaan dengan krisis energi bahwa Indonesia berpotensi sekali untuk menghasilkan geothermal terbesar di dunia. Gunung berapi ada dimana-mana artinya energi geothermal dapat diperoleh.

Jadi, beliau menyampaikan, Janganlah melawan trend, jangan masuk ke bisnis yang memasuki usia senja. Siapa yang tidak bisa mengikuti zaman akan “dimakan” zaman. Thinking out of the box, jangan pernah jadi follower, lakukan sesuatu hal yang berbeda, sesuatu yang “jangankan orang lain membuatnya, berpikir hal itu pun belum”.

Para entrepreneur, pada saat sekarang ada banyak mentor bagi pengusaha yang baru mulai. Ini sangat menggembirakan dan tidak ada yang demikian pada saat saya memulai bisnis. Seharusnya anda bisa melesat lebih pesat daripada saya. Saya memerlukan waktu 30 tahun untuk bisa menjadi seperti sekarang. Anda seharusnya tidak memerlukan waktu sepanjang itu. Dengan belajar dari para mentor, para pengusaha yang telah terlebih dahulu meniti jalan, maka anda akan mendapatkan arahan dan bimbingan dari mereka, para praktisi yang telah berhasil di bidangnya.

Indonesia sekarang juga sudah jauh lebih baik dari pada saat saya memulai bisnis. Ekonomi yang terus bertumbuh, daya beli yang terus meningkat, membuat bisnis akan berkembang. Hanya tantangan yang dihadapi sekarang, lebih banyak pelaku bisnis daripada saat saya mulai. Tapi ini akan menimbulkan competitiveness atau daya saing yang unggul. Yang pada gilirannya akan diperlukan saat bisnis Indonesia mendunia.

Ada dua prediksi di dunia mengenai tahun mendatang yang perlu diketahui oleh seluruh pelaku bisnis di Indonesia.

Prediksi pertama adalah di tahun 2050 ekonomi dunia akan didominasi oleh Asia. Sedang Eropa dan Amerika akan menurun dominasinya. Asia bisa dibagi menjadi tiga bagian besar. Pertama adalah Greater China. Ini meliputi China daratan, Taiwan, Jepang, Korea, dan sekitarnya. Dengan penduduk 1.5 milyar, ini akan menjadi raksasa ekonomi dunia. Bagian kedua adalah Greater India. Meliputi India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Afghanistan, dan negara sekitarnya. Ini juga mempunyai penduduk 1.5 milyar. Bagian ketiga saya mengistilahkan dengan Greater Indonesia. Ini meliputi Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, dan sekitarnya di Asia Tenggara. Total jumlah penduduknya sekitar 600 juta sekarang. Kenapa saya menyebut Greater Indonesia? Karena saat ini Indonesia menguasai 50% market di Asia Tenggara. Kita berharap dapat meningkatkannya menjadi 60% atau 70%. Karenanya tidaklah berlebihan kalau kita menyebutnya sebagai Greater Indonesia.

Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom, CEO United Balimuda.

Pada sesi kedua ini, pada intinya beliau menyampaikan 5 mitos mengenai entrepreneur :
1. Entrepreneurship bukan untuk saya. Kenyataannya entrepreneurship perlu dimiliki semua orang
2. Selalu yang dibutuhkan adalah modal. Kenyataannya terlalu mudah uang/kredit menjadikan kita bodoh. Bisnis adalah persoalan kompetensi bukan semata-mata uang.
3. Untuk sukses perlu produk yang unik / kreatif. Kenyataannya sukses bisnis banyak lahir melalui produk biasa.
4. Agar cepat kaya harus cepat besar. Kenyataannya besar tidak selalu kuat. Banyak perusahaan yang profitnya meningkat tetapi tidak ada cash-nya.
5. Kaya = Gaya Hidup. Kenyataannya membangun kekayaan justru dengan cara simplicity. Kaya ≠ kelihatan kaya.

Sandiaga Salahudin Uno, founder Recapital & Saratoga Asia.

Pada sesi ini Bang Sandi, menekankan pentingnya characterpreneur. Beliau menjelaskan pengusaha-pengusaha sukses Indonesia bukan dari proses instant melainkan melalui proses yang panjang, menempuh perjalanan bisnis bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.
Di dalam bisnis kita perlu untuk dilatih sebagai “pelari marathon” bukan sepagai “pelari sprinter”.
Bagaimanakah karakter seorang “pelari marathon” ? Ia memiliki karakter : Jujur, Gigih, Tekun, Disiplin dan Sabar.

Beliau mencontohkan juga bagaimana perjuangannya membangun usaha dari 3 orang pegawai, setelah beliau dipecat, kejadian yang tidak pernah beliau bayangkan sebelumnya. Beliau 15 kali menyampaikan proposal ke Bank, namun 15 kali juga beliau ditolak oleh Bank. Namun beliau tetap persisten dan akhirnya beliau mendapat project pertamanya dari Jawa Post, Dahlan Iskan. Dari sebuah project sebagai konsultan keuangan itu kemudian usahanya dibangunnya menjadi perusahaan besar seperti saat ini yang memiliki 25.000 pegawai.

“Indonesia memiliki garis pantai terpanjang tetapi masih harus mengimpor garam, Indonesia memiliki produksi pohon kakao dengan kualitas ekspor namun masyarakatnya lebih bangga memakan coklat belgia (negara yang tidak memiliki perkebunan kakao). Untuk itu adanya komunitas TDA dan Pesta Wirausaha ini dalam 10 – 30 tahun mendatang Indonesia dapat lebih mandiri melalui produksi-produksi dalam negeri dan melalui pengusaha-pengusaha yang berkarakter tidak yang melalui jalan instant,” ujar Sandiaga Uno.

Dahlan Iskan (Meneg BUMN)

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menafsirkan bedanya seorang politisi dengan pebisnis. Menurutnya, seorang politisi, apabila sedang kumpul dengan sesama politisi, yang dibicarakan tiap hari, tiap jam, bahkan 24 jam, tidak jauh dari bagaimana menjatuhkan orang.

“Kalau seorang politisi kalau kumpul bareng teman-teman yang juga politisi, yang diomongi tidak jauh ngomongi kejelekan orang, menjelekkan orang, menyikut orang dan menjatuhkan orang, mau sejam ketemu bahkan 24 jam pun yang diomongi tidak jauh dari menjelekkan orang,” kata Dahlan di Pesta Wirausaha TDA 2012 “expanding new generation characterpreneur” di Gedung Smesco-ukm, Jl jenderal gatot subroto, Sabtu (28/1/2012).

Namun, apa bedanya kalau pebisnis lagi kumpul? Menurut, Dahlan kalau lagi kumpul, omongan para pebisnis tidak jauh dari bagaimana memajukan usaha, dan segala macam optimisme lainnya.

“Kalau pebisnis lagi kumpul, apa sih yang dibicarakan, ya tidak lain bagaimana berhasil, bagaimana cara dapat peluang, bagaimana, seluruhnya untuk bagaimana menjadi sukses, itulah bedanya politisi dengan pebisnis,” ujar Dahlan.

Dahlan Iskan yakin, jika seseorang ingin menjadi pengusaha, sudah seharusnya kumpulnya sering sama pengusaha, tidak memandang rekan usaha tersebut besar, kecil atau sukses atau belum sukses.

“Saya yakin orang jadi pengusaha, punya bakat pengusaha bisa ditulari atau ditularkan, tapi saya tidak percaya bakat pengusaha bisa dipelajari,” tukas Dahlan.
Kewirausahaan bisa ditularkan, tapi tak bisa dipelajari. Makanya, dalam bisnis tidak bisa hanya dibicarakan, namun harus dilakukan. Dipraktikkan. Lakukan..Lakukan..Lakukan,” ujar mantan Direktur Utama PLN yang sangat energik itu saat memulai sharing dengan 1.400 peserta Pesta Wirausaha TDA 2012 itu. Semakin muda memulai usaha semaki cepat pula jatuh, namum kejatuhan dalam bisnis adalah proses untuk bangkit menjadi pebisnis tanggung dan menjadi besar.

Jamil Azzaini (Motivator Sukses Mulia)

Sesi dimulai dengan penjelasan bahwa sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi. Sukses saja tidak cukup, harus disertai juga dengan Mulia. Mulia adalah memanfaatkan 4-ta yang sudah diperoleh untuk memberi manfaat kepada orang-orang di sekitarnya. Jadi indikator sukses seseorang bisa dilihat dari 4-ta nya itu dan indikator mulia bisa dilihat seberapa banyak seseorang memberikan manfaat bagi orang di sekitarnya.
Adapun rumus sukses mulia adalah : Expert x Asset x Epos = Sukses Mulia
Jika kita ingin sukses & mulia kita harus menjadi expert, yaitu menjadi seseorang yang diakui sebagai yang paling ahli dan bisa diandalkan dalam bidangnya. Kemudian milikilah asset yakni sesuatu pada diri seseorang yang dapat memberikan nilai tambah. Dan yang terakhir adalah selalu menebar epos yaitu energi positif yang dikeluarkan di sekitar kita dalam setiap langkah sehari-hari.

Ketiganya mesti optimal dan bersinergi. Ibarat sebuah balapan Formula-1, agar bisa memenangkan lomba tentu saja dengan mengoptimalkan ketiganya.

Expert = pembalap handal sekaliber Michael Schumacher
Asset = kendaraan handal sekelas Ferarri
Epos = bahan bakar unggul sekelas Bensin Super

Bayangkan apa jadinya jika :
Expert = supir bajaj “bang Bajuri”
Asset = kendaraan bajaj tua
Epos = bensin oplosan

Memang walaupun kondisinya seperti itu, jika bajaj itu terus berjalan, tetap akan sampai juga ke tujuan tetapi waktunya akan lama sekali.

Demikian juga dengan bisnis, memerlukan rumus : Expert x Asset x Epos.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa dasar penetapan bisnis pilihan adalah Passion & Talent. Itu penting agar bisa mencapai menjadi seorang expert. Selain itu agar seseorang bisa “dikejar-kejar”uang adalah menjadi seorang expert. Seorang expert adalah seseorang yang mampu membangun intangible asset.

Apa itu intangible asset ? Bisa dijawab dengan dua pertanyaan :
• Berapa Rupiah Asset Usaha Anda?
• Apabila usaha Anda dijual berapa harganya ?
• Selisih positif dari Asset usaha dengan harga jual perusahaan, itulah yang dinamakan intangible asset.

Apa saja hal-hal penting untuk sukses mulia adalah :
1. Milikilah integritas
2. Membangun Tim dan Sistem
3. Membangun jaringan

Hal yang terakhir adalah mengenai epos. Darimanakah istilah epos (energi positif) itu ? Itu datangnya dari hukum kekekalan energi :

“Energi di dunia ini bersifat tetap dan tidak akan diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah berubah bentuk”

Impikasi hukum kekekalan energi adalah :
Apa yang Anda usahakan = apa yang Anda hasilkan, dan jumlah usaha = hasil usaha atau dalam rumus dituliskan seperti = ∑ U = HU. Contoh kalau jumlah usaha kita = 10 maka usaha kita = 10 maka hasil usaha kita pasti bisa 10.

Energi yang kita tabung ini tidak akan pernah hilang dan suatu saat akan kembali kepada kita dalam bentuk yang tidak kita duga sebelumnya. Apabila kita menabung energi negatif maka kita akan mendengarkan Energi Negatif tersebut kembali. Apabila kita menabung Energi Positif maka kita akan mendapatkan energi positif tersebut kembali.

Harapan dari beliau adalah :
Semoga Anda mampu menjadi pengusaha terbaik, pengusaha dengan characterpreneur Sukses Mulia
(expert x asset x epos).

M. Arief Budiman, founder & CEO Petakumpet Creative Network.

Apa itu Petakumpet Creative Network, itu adalah perusahaan kreatif yang berangkat dari sebuah komunitas Mahasiswa Desain Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta. Komunitas ini terbentuk 1 Mei 1995 di Yogyakarta, kini Petakumpet tumbuh menjadi sebuah Perseroan Terbatas dengan 105 penghargaan kreatif nasional. Pada sesi ini beliau menjelaskan mengenai “To be Extra Creativepreneur”. (Namun dalam tulisan ini penulis tambahkan beberapa penjelasan, sebab beliau sangat tergesa-gesa menjelaskan karena “digerebeg” panitia untuk segera selesai)

Sebagai entrepreneur sudah pasti akan menemui tantangan. Ketika memulai, diremehkan. Ketika berjalan bisnisnya, diragukan. Ketika sudah maju, dikata-katai. Sudah maju pun akan tetap mendapat tantangan. Bangunlah pencitraan dengan membentuk karakter yang kuat, menurut apa yang kita yakini dan apa yang kita lakukan.

Beliau menceritakan sedikit perjalanan dan buku-bukunya yang telah diterbitkan. Beliau memang memilih industri kreatif sebagai bisnisnya. Mengapa mesti industri kreatif ? Karena “Someday, creative industry will lead entire industry” kata Arief Budiman dalam presentasi kompetisi International Young Design Entrepreneur of the Year (IYDEY) 2006 British Council.

Apa sih kreatif itu ? Creative is seeing problems as opportunity. Beliau mencontohkan bagaimana cara melepaskan plastik merk yang menempel pada kemasan botol minum “air putih”. Kalau caranya dengan merobek sulit sekali, ternyata cara melepasnya sangat mudah dengan menurunkan label merknya ke bawah hingga bisa dilepas dengan mudah, tanpa merobeknya. Seperti itulah kreatif, sederhana.

Di mancanegara kreativitas begitu mendunianya, Sudah terbukti bagaimana Steve Jobs dengan kreativitas “Apple”-nya. Kata Steve Jobs : “Kreativitas akan membentuk kembali realitas alam. Dengan itu kita menandai sejarah. Tidak sekedar larut di dalamnya”.

Lantas apa yang salah dengan kreativitas lokal?  Ada apa dengan bangsa ini? Menurut beliau, ini karena adanya Sindrom Bangsa Terjajah. Minder (tidak pede), berpikir kerdil (inferior), instant, miskin inisiatif, mudah emosi, enggan maju, takut risiko, ikut-ikutan dll. Buktinya apa ? Buktinya istilah buruh dan majikan masih saja digunakan. Menurutnya itu hanya akan merusak dunia bisnis.

Orang-orang besar seperti Steve Jobs dan Bill Gates berasal dari manusia biasa. Lantas apa persoalannya ? Kesalahan fundamental terdapat pada MINDSET. (Mindset is a set of beliefs or a way of thinking that determines one’s behavior, outlook, and mental attitude).

Mari kita berubah. CHANGE! Kita ini bangsa yang besar tidak saja sejajar dengan bangsa-bangsa lain, tapi bahkan lebih baik. Nusantara kita dulunya adalah pusat peradaban dunia: Atlantis. Menurutnya, salah satu buktinya adalah Candi Sukuh Karanganyar Jateng yang mirip sekali dengan Candi Chichen Itza di Meksiko.  Nenek moyang bangsa kita hebat, kita mewarisi gen hebat.

Lantas selanjutnya bagaimana cara mentransform ide kreatif menjadi bisnis ? Yakni kembali ke harta karun yang terlupakan. Mengasah ide lokal yang merupakan senjata rahasia untuk berkompetisi di market global.

Tiga hal yang penting diingat dalam berbisnis :

  1. Produk (product) itu dibikin dipabrik, diketahui.
  2. Merk (Brand)  itu dibangun di otak, disukai.
  3. Loyalitas (Loyalty) itu dibangun di hati, dicintai.

Jadi bangunlah bisnis untuk menciptakan loyalitas. Bagaimana cara ? Simon Sinek menyajikan model sederhana namun kuat, Golden Circle, bagaimana para pemimpin dunia mengilhami tindakan dengan 3 pertanyaan :

  1. What yo do ? Semua orang bisa mengetahui di dalam bisnis, produk apa saja yang bisa dibuat, itu akan menghasilkan produk umum saja (common product)
  2. How yo do ? Banyak orang yang mengetahui di dalam bisnis bagaimana menghasilkan produk yang berguna (functional product) yang memiliki Tangible Value.
  3. Why you do ? Tetapi hanya sedikit yang mengetahui di dalam bisnis, mengapa produk itu dibuat, apa tujuan bisnis anda? Apa alasan anda? Apa keyakinan anda? dan itu akan menghasilkan product “ajaib” (magic product) yang memiliki Intangible Value seperti produk Apple (Mac Book, iPad, iPhone dll).

Mengapa Apple begitu inovatif ? Walaupun semua aspek perusahaannya hampir sama dengan yang lain, tetapi mengapa Apple begitu berbeda? Mengapa Apple begitu dicintai ? Karena Apple berangkat dari pertanyaan no.3 ke no.2 lalu no.1. Ini bagaimana caranya Apple berkomunikasi : “Segala sesuatu yang kami lakukan, kami percaya untuk menantang status quo. Kami percaya dengan pemikiran yang berbeda. Cara kami menantang status quo adalah dengan membuat produk-produk kami dirancang indah, mudah digunakan dan user friendly. Kami hanya membuat komputer yang luar biasa. Anda mau beli satu ?

Orang tidak membeli apa yang Anda lakukan (What you do), melainkan mereka membeli mengapa Anda melakukannya. Itulah Apple.

Bagaimana dengan Indonesia ? Kerajinan tradisional Indonesia adalah harta karun yang terpendam. Kebanyakan orang menjadikannya sebagai komoditi, kualitas rendah, murah, perang harga, minim value. Ubahlah ! Bukan jualan produk tetapi jualan value. Tambahkan value desain dan ide-ide unik pada produk massal,  maka harga akan naik, market makin besar, pembeli akan lebih puas. Lalu bangunlan perusahaan Anda sebagai merk Anda.

Ingatlah hukum pareto 20/80 atau Hukum Yang Sedikit (Law of the Few), dimana 20% kerja keras dengan cerdas akan memberi hasil yang terbesar 80%.

Merry Riana (Mimpi Sejuta Dollar)

“Kalau saja tidak ada kerusuhan di Indonesia, maka mungkin orang tua saya tidak berhutang ratusan juta rupiah!”
“Kalau saja tidak ada kerusuhan di Indonesia, maka saya bisa makan di kantin bersama teman-teman, tidak seperti saat ini, makan sendirian di toilet dan hanya makan sepotong roti!”
“Kalau saja tidak ada kerusuhan di Indonesia, maka saya mungkin tidak bisa punya mimpi sejuta dolar”
“Kalau saja tidak ada kerusuhan di Indonesia, maka saya mungkin tidak pernah mewujudkan mimpi 1 juta dolar saya!”

Karena keadaan jakarta yang kacau balau, dan saudara kita etnis tionghoa yang merasa terancam keadaanya, Merry Riana yang saat itu baru lulus SMA diungsikan ke Singapore, karena tidak mungkin kuliah karena keadaan Jakarta yang rusuh walaupun dengan berat hati meninggalkan Indonesia ke negeri orang Untuk kuliah sementara keluarganya tetap di Indonesia. Bertahan di Negeri orang dengan biaya pas-pasan 10 Dollar singapore kadang Beliau menangis, Oh Tuhan mengapa ini harus terjadi. Mengapa harus ada kerusuhan, mengapa dia harus diungsikan untuk kuliah di negeri orang dengan keterbatasan, Bahkan untuk makan saja dia sering makan roti tawar yang dibawa dikotaknya di dalam Toilet, karena malu kepada teman-temanya di Nanyang University. Tenyata dibalik itu Tuhan punya rencana lain dia bertekad untuk menjadi pengusaha setelah lulus kuliah dan dianggap gila oleh teman-temanya karena setelah lulus ditawari kerja disingapore dengan gaji 17,5 juta tapi dia tolak dia mantap menjadi enterpreneur dan mampu mewujudkanya mimpinya 1 juta dolar pada suia 26 Tahun.

Rangkaian kalimat dari Merry Riana membuat hadirin terhenyak. Inilah cerita warga Indonesia yang kebetulan kulitnya lebih kuning yang harus menderita karena kerusuhan besar-besaran di Indonesia, namun ternyata tetap ada Garuda di dadanya.

Lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh seluruh audiens Pesta Wirausaha 2012 makin membuat suasana penuh rasa nasionalisme. Pak Ronny sang founder Tangan Di Atas (TDA) merasakan bulu kuduknya merinding saat sesi ini berlangsung dan mungkin sebagian besar peserta acara Pesta Wirausaha 2012 inipun ikut merinding.

Arnold Sebastian Egg, Founder Toko bagus

Raih kesuksesan lewat E-Commerce
Pernah dengar e-commerce dengan nama Tokobagus.com? Anda dan banyak orang pasti sudah pernah mendengar atau melihat nama tersebut dalam situs-situs lokal di internet.
Ternyata pendiri Tokobagus.com bukanlah orang Indonesia, melainkan warga negara asing. Arnold Sebastian namanya. Pria berumur 31 Tahun ini berkebangsaan Belanda yang mencoba peruntungannya dengan membuka e-commerce di Indonesia dengan nama Tokobagus.com.

Awal mulanya, Arnold seorang freelace programer di negaranya, namun ia tidak puas dengan penghasilan yang didapat. Pada tahun 2000 Arnold mencobaperuntungannya dengan membuat e-commerce dengan nama Tokobagus.com di Bali.

Pertengahan tahun 2005, Arnold hijrah ke Jakarta. Ternyata nama Tokobagus lebih dikenal daripada di Bali. “Saya tanya orang Bali tentang Tokobagus.com, jawab mereka: tidak tahu,” ujar Arnold saat memparkan potensi E-Commerce di Pesta Wirausaha TDA 2012. Hingga kini, pengunjung yang bertransaksi maupun hanya melihat saja mencapai angka 10 juta pengunjung. Alhasil, Arnold pun meraup keuntungan hingga sebesar 1 miliar.

Kiat Berwirausaha ala Jokowi

Dalam waktu yang terbilang singkat yakni sekitar 30 menit, Wali Kota Solo, Joko Widodo memaparkan apa saja yang harus diperhatikan ketika kita mau berwirausaha.
“Tahun 1988 , saya mulai usaha (mebel) dari minus,” sebut Jokowi, begitu kerap ia disapa, kepada para peserta seminar Pesta Wirausaha Tangan Di Atas 2012 , di Jakarta, Minggu ( 29/1/2012 ).

Mengapa minus? Ia mengaku memulai usaha mebel dengan meminjam modal dari bank. Produksi pun hanya dilakukan oleh empat orang tukang termasuk dirinya dengan bengkel kerja ukuran 8×4 meter yang statusnya sewa.

Tetapi, sasaran pasarnya tidak sebatas Solo, tetapi sampai ke Jogjakarta dan Jakarta. Ia pun mengungkapkan, keuntungan yang didapat dari tiap barang lebih besar di pasar domestik ketimbang pasar ekspor. Tetapi jumlah pesanannya sedikit, bahkan pernah tidak dibayar.

Inilah gambaran sekilas mengenai usaha mebelnya. Ia mengaku jatuh bangun dalam mengembangkan usaha ini. Tetapi, kata Jokowi, ketika ia jatuh ia harus bangkit lagi. Lalu, tidak lantas ia mencari peruntungan di produk lainnya.
Ia berusaha konsisten di usaha mebel. “Bahwa produk apapun harus ditekuni. Jangan pindah-pindah usaha,” tegas Jokowi.

Lalu, Jokowi menyebutkan bahwa ketika ada kesempatan itu harus diambil. Tetapi, ia mengingatkan, perlu juga diperhitungkan risikonya. Terkait ini, ia bercerita, sepulangnya dari pameran di Singapura, ia mendapat tantangan untuk mengekspor satu bulan sebanyak 18 kontainer. Padahal saat itu, ia hanya mampu mengekspor satu kontainer dalam 3 bulan.

Dikatakan Jokowi, saat itu adalah detik-detik yang paling sulit dalam hidupnya. Dengan memperhitungkan risikonya, ia pun mengambil tantangan itu. “Dari sini, kita bisa loncat ke level yang lebih tinggi,” ucap dia sebagai alasannya mengapa dia mengambil kesempatan meningkatkan volume ekspor.

Lebih lanjut, ia menerangkan, bagaimana membangun merek itu penting sekali. Produk harus identik dengan produsen dan identik dengan perusahaannya. “Sebagus apapun produk, tapi kalau manajemen produknya tidak baik, ya tidak kelihatan (produknya oleh pasar),” tegas Jokowi yang kini menjadi brand ambassador mobil nasional Kiat Esemka yakni rakitan sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo.

Dalam berwirausaha, Jokowi juga berpesan jangan sekali-kali pengusaha masuk ke dalam zona nyaman. Masuklah ke zona yang banyak tantangan. “Jangan sekali-kali masuk ke zona nyaman. (Jika masuk) habislah kita,” pungkas Jokowi yang juga menyatakan meluangkan waktu hingga 9 jam hanya untuk bekerja.

Nukman Luthfie, Marketing Strategist

Nukman bercerita panjang lebar tentang social media. Pola pikir masyarakat terus berubah dan saat ini mereka sudah masuk dalam pola komunikasi yang saling terhubung. Jaringan pertemanan begitu intensif merambah ke segala profesi, semua orang merasa butuh komunikasi lebih dari biasanya.Dan ini bis amenjadi Tool untuk marketing terutama untuk stratup dan UKM yang memiliki budget terbatas.

Media twitter menjadi media paling berisik dan inilah pasar yang nyata di dunia maya, bila kita bisa mengikutinya. Jangan melawan trend, pelajari, ikuti dan ambil manfaat darinya.

“Ingat begitu bangun tidur, sempatkan baca Time Line (TL) sebelum berkicau. Ikuti trend di TL dengan kicauan yang sesuai”
Nukman tidak hanya bicara, tapi semuanya disertai contoh-contoh. Bahkan profile twiteer juga punya nilai jual tinggi bila ditulis dengan benar. Minimal profile harus memuat sesuatu yang menunjukkan siapa pemilik akun twitter tersebut, antara lain :
1. Nama jelas
2. Profesi
3. Bidang usaha
4. Hobi
Dengan adanya 4 hal tersebut, maka akun twitter akan lebih bermanfaat dibanding diisi asal-asalan atau bahkan tidak diisi.

“Akun twitter dan blog sebaiknya juga ada dua. Satu dipakai untuk pribadi dan satunya untuk bisnis. Jadi orang bisa memahami kalau kita bicara pribadi dan kita bicara perusahaan”.

nah itulah sekelumit ringkasan, sudah kenyang mendapatkan Ilmu di Pesta Wirausaha 2012? saatnya Action jangan cuma jadi penonton yang cuma bisa bertepuk tangan saja tapi jadilah pelaku. Mungkin anda yang akan berdiri dipanggung di pesta wirausaha berikutnya dan memberikan teladan kepada pemuda-pemudi Indonesia untuk bangkit membangun bangsanya lewat Entrepreneursip. Salam Sukses Mulia, Indonesia Pasti Maju, dan Saya pasti Bisa.

Mas Mono dan Ustad Yusuf Mansyur

Beliau berdua membawakan materi Spiritual Entrepreneurship, Spiritual Bisnis, Spiritual Company, dalam segala usaha kita jangan tinggalkan peran Tuhan dalam kehidupan kita dan semangat berbagi kepada sesama yang kurang beruntung. Karena dengan berbagi maka kita akan lebih bermanfaat dalam kehidupan ini. Kita di bantu kemudahan rezeki karena ada orang-orang yang kurang beruntung  dititipkan Tuhan ke kita .

Terimakasih kepada segenap Kru panitai yang telah bekerja keras, pak Muhamad Roosihan yang tak kenal lelah untuk menyuskeskan acara ini dan para Founder TDA yang sangat-sangat ngemong kepada anak-anaknya. Tetapi semua itu tak akan berarti dibalik kesuksesan acara Pesta Wirausaha TDA 2012, Bila tidak ada Action, Action, Action dari peserta yang hadir….. ibarat menonton sirkus kita akan selalu bertepuk meriah dan berdecak kagum setelah selesai hanya menjadi kenangan saja. Mari kita tanyakan kembali ke pribadi masing-masing apa yang akan kita lakukan setelah mendapat Ilmu sehingga 2 tahun lagi di Pesta Wirausaha 2014 kita sudah bisa dengan bangga menujukkan usaha kita yang sukses seperti pak Hendri Agung dari Auzora Corp, selamat pak semoga senakin suskes salam dari TDA Jaksel.

DON’T BE MISSED NEXT EVENT  “PESTA WIRAUSAHA TDA 2013 JI EXPO KEMAYORAN”

3 thoughts on “Memetik Ilmu dari Begawan-begawan Entrepreneur di Pesta Wirausaha 2012

  1. Tq ٻ atas ilmunyal,aku ingin sekali masuk dalam komunitas TDA tp susah skali dpt infonya.mau ikut sminar blm ada rizki,alhamdulillah ada yg mau brbagi.smg y nulis tambah sukses!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s