Manajemen jam Dinding dalam Bisnis

Strategi Usaha “menghindari manajemen jam Dinding dalam Bisnis”.

Banyak sekali usaha yang dilakukan oleh mereka yang sedang jatuh bangun bisnisnya, mereka tidak patah arang dan terus berusaha, serta terus mencari peluang usaha lainya dan mencobanya agar bisa bangkit dari keterpurukkan usaha. Jatuh bangun dalam dunia usaha adalah hal lumrah yang dialami oleh pengusaha dan sudah menjadi wajar, bukankah kita dulu waktu umur setahun saat balita sedang belajar berjalan biasa jatuh dan bangun lagi, lebih baik jatuh dan bisa bangkit kembali. Daripada jatuh dan tidak bisa bangun kembali.

Sekilas jika diamati memang rata-rata masih menggunakan manajeman usaha Jam dinding, mungkin juga saya termasuk
didalamnya.Apa itu manajemen usaha jam dinding? Banyak sekalai yang merasa usahanya masih tetap berjalan/eksis namun sebenarnya tidak ada peningkatan, bahkan ibaratnya jam dinding ketika “baterenya” habis ibaratnya modal usaha dan skill mulai habis maka habis pulalah perputaran jam tersebut atau bisnis tersebut. Yang seharusnya harus diganti dengan batere yang baru atau dicharge ulang dengan inovasi dan modal.Kenapa hal ini terjadi disetiap bidang usaha? karena masih ada budaya:

1.Monoton, tidak melakukan Inovasi
Ketika penjualan sedang tinggi, merasa sedang dalam zona Nyaman, sehingga malas berpikir/berinovasi. Sedangkan pesaing yang sedang terpuruk atau zaona degradasi terus berinovasi agar produk ata usaha mereka segera keluar dari zona tersebut. Dalam usaha kita tidak boleh lengah harus selalu wait & see pasang mata dan telinga.karena kehidupan juag dinamis, kalau tidak berubah kita kan ditinggal oleh perubahan tersebut.

2.Merasa sudah cukup
Ada pendapat yang salah kaprah seperti ini” Tidak usah dengan manajemen usaha yang aneh-aneh, kebanyakan pelaku usaha UKM dinegeri kita menganut paham ini.Padahal manejemen usaha itu penting karena dimungkinkan setiap hari pesaing terus memperbaki manajemen usahanya misal melakukan promosi yang fokus, peningkatan kualitas produk, kualiats pegawai, website yang interaktif, dan kecepata mendekati pasar. Contoh kasus produsen Motor Yamaha yang mampu menyalip penjualan sepeda motor merk Honda. Produsen Honda merasa sudah merajai di Indonesia sekian puluhan tahun tetap eksis dan dipercaya dengan kualitas produknya, begitu disalip pesaing mereka akhirnya kebakaran jenggot dan langsung merubah manajemenya.

3.Benci dengan Teori
Pernah dengan pepatah “Teori tanpa praktek lumpuh, Praktek tanpa teori buta”. Teori dimunculkan atas kejadian dan  hikmah dari peristiwa bisnis sebelumnya, sehingga teori membuat kita tidak terjebak pada lubang kesalahan yang sama dari pelaku bisnis sebelumya.” Hanya keledai yang jatuh  3 kali ke lubang yang sama”.

4.Teori biarlah dikampus atau buku
Teori dimunculkan agar setiap usaha tidak perlu eksperimen dengan menghabiskan modal untuk percobaan-percobaan yang tidak akurat.Selanjutnya menghindari ide yang spontan dan tidak beraturan, ide sebaiknya saling berkaitan. Dengan pengetahuan dapat menjadi pijakan ide/inovasi.

5.Tidak memahami beda antara Selling dan Marketing
Ini sangat penting, karena biasanya ketika penjualan sedang tinggi maka merasa sedang sukses padahal ketika penjualan tinggi ukuranya  itu hanya selling.Jika dilihat dari perpekstif marketing maka seberapa puaskah  pelanggan atas produk yang mengalami penjualn tinggi, atau seberapa besarkah repeat order serta complain dari pelanggan sebagai ukuran ” kekuatan marketing”.

Maka dalam menjalankan bisnis hindarilah mengarungi bisnis yang layaknya Jam dinding yang terus merasa aman karena terus berputar tanpa inovasi dan terobosan sehingga saat batere lemah semakin habis tanpa disadari maka langsung berhenti berputar.Bukankah kita menginginkkan bisnis kita langgeng dan bisa diwariskan ke generasi berikutnya.

One thought on “Manajemen jam Dinding dalam Bisnis

  1. setuju sekali ulasannya….
    dalam bisnis yang masih jatuh bangun harus terus semangat mencari produk dan model pemasaran yang pas. Jika sudah mulai menunjukkan hasil tidak boleh terlena, terus melakukan inovasi keluar dan perbaikan kedalam agar bisnis kita sustainable…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s