Mau Jadi pengusaha ? Gampang…!!

Oleh : Zainal Abidin, Rektor Institut Kemandirian

Banyak orang yang berminat jadi pengusaha, karena profesi ini punya kemungkinan penghasilan yang jauh lebih besar daripada karyawan. Sayangnya, mereka lebih sering berpikir daripada bertindak. Ujung-ujungnya, mereka terpenjara di alam pikiran mereka sendiri, tanpa sekalipun mencoba atau bertindak.

Buat saya, menjadi pengusaha itu gampaaang. Modalnya hanya satu. Bukan uang, tapi kemampuan berjualan. Jika Anda mau jadi pengusaha kaya, tambah satu syarat lagi, yaitu kemampuan mengelola uang. Kalau setiap saat Anda mengasah dua kemampuan itu, insya Allah Anda jadi pengusaha kaya, seperti nabi Muhammad. Beliau jadi pengusaha, nyaris tanpa modal. Mulai dari menjual tenaga sebagai penggembala kambing. Dilanjutkan dengan menjual tenaga dan pikiran sebagai pedagang pada perusahaan dagang ummi Khadijah. Dan sukses beliau sebagai pedagang tidak lagi bisa terhalangi.

Oh, iya.. Tambahan satu lagi. Sepanjang perjalanan meningkatkan kemampuna berjualan, jaga kepercayaan konsumen Anda. Jangan sekalipun berkhianat. Itulah sebabnya, nabi Muhammad sudah bergelar Al-Amiin sebelum beliau diangkat jadi nabi.

Berikut sedikit ilustrasi sederhana yang bisa Anda jalani. Tentu saja dengan mengesampingkan rasa malu, malas dan takut. Malu kalau bertemu teman dan calon mertua ketika berjualan. Malas menawarkan  barang jualan kepada calon konsumen. Takut dicemooh atau ditolah ketika menjajakan barang.

  1. Kalu Anda punya uang Rp.5000 atau Rp.10.000, Anda bisa membeli beberapa botol air minum dalam kemasan merk apa saja di toko grosir.
  2. Sebagai dasar perhitungan, harga AMDK 600 ml paling mahal Rp.1.400 (grosir). Anda bisa jual kembali dengan harga minimal Rp.2000. Jadi, perbotol untungnya Rp.600. di beberapa lokasi, harga jualnya bisa lebih tinggi, mencapai Rp.2.500 hingga Rp.3.000.
  3. Kalau Anda butuh Rp.5.000.000, Anda hanya perlu menjual paling banyak 8.500 AMDK.
  4. Banyak banget? Tentu. Tapi mari kita perkecil. Satu hari kita punya waktu 24 jam. Waktu kerja kita asumsikan 10 jam. Mampukah kita menjual 5 botol setiap jam? Sebagai ilustrasi, siswa Institut Kemandirian ada yang berhasil menjual lebih dari 20 botol per jam. Para pedagang asongan bisa menjual lebih dari 40 botol per jam.
  5. Kalau saja Anda berhasil menjual 5 botol per jam, berarti dalam sehari kita bisa menjual 50 botol. Target 8500 botol tercapai dalam 170 hari (sekitar 6 bulan).
  6. Bisa jual lebih banyak, target Rp.5.000.000 bisa lebih cepat tercapai. Dengan uang itu, Anda sudah bisa naik pangkat. Tidak lagi jadi pedagang asongan.
  7. Berat di awal, tapi uang Rp.5.000.000 itu adalah milik sendiri. Nggak perlu berbohong, bikin surat keterangan gaji palsu. Nggak Perlu cari hutangan dari orang lain yang belum pasti. Sungguh, tidak ada kemuliaan pada orang yang berhutang.
  8. Kumpulkanlah uang receh, karena lama-lama Anda bisa membeli sepeda. Gunakan sepeda untuk cari uang, yang hasilnya terus Anda kumpulkan untuk membeli sepeda motor. Gunakan sepeda motor itu untuk cari uang, uangnya dikumpulkan untuk membeli mobil . Lama-lama Anda bisa jadi pengusaha Taksi, atau bahkan pemegang saham di perusahaan penerbangan.
  9. Mimpi? Orang cerdas bilang, sukses dibangun dua kali. Pertama dalam pikiran, berupa impian. Kedua di alam nyata, dengan bekerja. Itulah sebabnya, satu-satunya cara mewujudkan impian adalah bangung dari tidur, dan berusaha sampai berhasil.
  10. Jangan lupa. Anda juga perlu makan. Perlu minum dan keperluan lain. Sisihkan itu dari penghasilan Anda, supaya Anda tidak sakit-sakitan ketika sudah kaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s