Bahaya Junk food

Berapa kali seminggu anak Anda membawa bekal sekolah dari rumah? Berapa banyak uang saku yang Anda berikan? Berhati-hatilah, konsumsi junk food sekali seminggu saja bisa berakibat diabetes dan obesitas pada anak-anak. Sebaiknya intip hasil riset di India ini!

Sebuah hasil riset dipublikasikan di India Gazette bulan lalu. Dalam riset terungkap bahwa 85% dari anak-anak usia 10-14 tahun, didiagnosa terancam diabetes karena kebiasaan makan yang tidak sehat.
Riset yang dilakukan oleh Delhi Diabetes Research Centre (DDRC) di bawah bagian dari Scheme of the Delhi melibatkan 5.802 anak sekolah di ibu kota. Penelitian yang difokuskan pada masalah obesitas dan perlunya mengubah pola makan yang cenderung meniru ‘mimic western lifestyle’.

Sedikitnya 11% anak-anak lebih suka jajan di kantin sekolah saat makan siang dan tidak membawa bekal dari rumah. Sementara 81% anak-anak mengunjungi gerai fast food sedikitnya sekali seminggu. Terlebih lagi 62% anak-anak lebih suka junk food seperti burger atau pizza dari pada sayuran dan 47% minum soft drink sedikitnya sekali sehari.

Ini belum lah cukup, 25% dari anak-anak tidak melakukan olahraga di sekolah,. Di rumah jumlah mereka berkurang setengahnya, 13%nya tidak bermain di luar rumah. Lebih dari jumlah ini, 35% anak-anak menggunakan waktunya lebih banyak untuk nonton TV dan bermain games di computer.”Anak-anak yang kelebihan berat badan ini memiliki 70% peluang untuk menjadi orang dewasa yang gemuk dan beresiko menderita diabetes, sakit jantung dan tekanan darah yang berakibat pada tingkat produktivitas dalam populasi penduduk negara,” demikian tutur Ashok Jhingan, ketua DDRC.

Resiko ini bertambah jika dengan sejarah kesehatan keluarga. Sedikitnya 10% dari anak-anak yang diteliti memiliki orang tua penderita diabetes. Dengan kata lain 1 dari 5 anak menderita obesitas atau kelebihan berat basan.Menurut Jhingan,”Obesitas adalah salah satu factor yang dapat memicu ‘pre diabetes’ dan kemudian menjadi diabetes tipe 2 pada dewasa. Sekali anak-anak duduk di sekolah menengah, sulit untuk mengendalikan trend ini. Dua tahun lalu ada 200.000 penderita diabetes di India, data terakhir sudah menunjukkan angka mendekati 305.000.”

Diabetes adalah keadaan serius yang mempengaruhi kemampuan tubuh mengoontrol kadar gula darah. Pasien diabetes memproduksi sedikit atau tidak bisa memproduksi insulin sama sekali; sel-sel tubuh mereka tidak dapat merespons insulin secara tepat. Pasien diabetes yang tak terawatt akan menjadi beban masyarakat dan pemerintah.

Karena itu sangatlah perlu memperbanyak kegiatan fisik dan menurunkan berat badan agar terhindar atau menurunkan resiko diabetes. “Perubahan harus dilakukan di rumah dan pada gaya hidup. Disiplin merupakan kunci utama. Saat ini setiap orang mulai memperhatikan kesehatan tetapi anak-anak tidak,” tegas Jhingan.

Siapa yang harus disalahkan? Orang tua yang sibuk berkarir dan beban akademis yang tinggi pada anak-anak. Demikian jawaban Jhingan.”Di beberapa sekolah tidak ada halaman untuk bermain – bahkan ada sekolah yang tidak memberi waktu cukup untuk pelajaran olahraga, padahal untuk pelajaran lain ditambahkan,’ demikian Jhingan mengingatkan.

Menurutnya, dulu orang tua dan sekolah berkerja sama untuk memberikan makanan bergizi dan mendidik anak-anak, sekarang anak-anak kurang informasi tersebut. “Orang tua muda sekarang sangat mengutamakan karir-bekerja sepanjang minggu dengan sedikit perhatian pada kesehatan anak. Di akhir pekan mereka lebih suka membawa anak-anak ke resroran fast food untuk menebus waktu bersama anak, dari pada di rumah memasak makanan sehat. Ini adalah tindakan yang salah.”

Dalam rekomendasinya pada pemerintah dan sekolah, DDRC menyatakana danya kebutuhan mendesak pada tiap sekolah untuk memiliki seorang ahli gizi yang bisa memantau anak-anak dan orang tua mengatasi masalah. “Kalau perlu harus ada modul pendidikan untuk olahraga- jika anak bisa mencapai target olahraga dengan baik bisa diberi angka 10,” demikian kesimpulan Jhingan.

Kenyataan yang ditemui di India tak jauh berbeda dengan yang dialami masyarakat kita. Kini saatnya Anda mengamati dan mengevaluasi apa yang telah Anda lakukan pada anak-anak? Tegakah Anda melihat buah hati menderita diabetes di usia dini? Karena itu ajaklah mereka berolah raga dan menyantap makanan sehat setiap saat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s